Artikel KAI: TOD Jadi Solusi Atasi Kebutuhan Hunian bagi Masyarakat Perkotaan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Ann Purba, Vice President Humas KAI menjelaskan mengenai perjalanan bisnis bersama tersebut, perjalanan dimulai dari Stasiun Pondok Cina menemui Samesta Mahata Margonda, dilanjutkan ke Stasiun Tanjung Barat menemui Samesta Mahata Tanjung Barat dan berakhir di Stasiun Manggarai
Ann mengatakan, Menteri BUMN dan Menteri PKP juga sedang membahas kawasan komersial di sekitar stasiun yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan warga dan pengguna angkutan umum. Selain itu, rombongan merasakan kenyamanan jalur komuter sebagai bagian dari pengalaman transportasi umum yang terintegrasi.
JAKARTA, Kamis (28/11/2024) Dalam keterangan tertulisnya, Ann mengatakan: “Penggunaan jalur pinggiran kota dalam kunjungan ini menunjukkan komitmen politisi untuk memperkuat transportasi kereta api.”
Ann juga mengatakan bahwa perjalanan menggunakan commuter line merupakan bukti nyata pentingnya mengintegrasikan transportasi umum ke dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, Ann mengatakan, sebagai BUMN, KAI sangat mendukung berbagai upaya pemerintah dalam melayani masyarakat luas.
“Terkait informasi pemanfaatan perumahan aset KAI, kami juga mendukung dan bekerjasama dengan mengedepankan Good Corporate Governance (GCG) sehingga dapat mendukung program pemerintah dengan memperhatikan aspek keselamatan Perka dan rencana pengembangan perkeretaapian ke depan. . kata Anna.
Saat ini Anne yang sedang berjalan bekerja sama dengan KAI, Perumnas, DKI sedang membangun tiga proyek hunian vertikal terintegrasi di Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Rawabuntu, Tangsel, dan Stasiun Cisauk, Kabupaten Tangerang di kawasan Jakarta. Anna mengatakan, hunian vertikal yang terintegrasi dengan Stasiun Pondok Cina sudah selesai dibangun dan beroperasi.
Artikel KAI: TOD Jadi Solusi Atasi Kebutuhan Hunian bagi Masyarakat Perkotaan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Pemerintah Optimalkan Hunian TOD untuk Masyarakat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Saat itu, Erick menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Ara atas langkah baru yang mendukung penyediaan perumahan bagi masyarakat. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang mendirikan Kementerian Perumahan Rakyat. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ara sebagai menteri. Dengan adanya kementerian ini, harapan untuk mengatasi permasalahan sistem perumahan semakin besar. , “katanya. Eric. .
Erick menekankan pentingnya peran regulasi dalam mendorong pembangunan infrastruktur publik, khususnya yang terintegrasi dengan metode transportasi seperti Transit Oriented Development (TOD). Erick mencontohkan Samesta Mahata Margonda dan TOD lainnya seperti Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, sebagai upaya nyata pemerintah dalam memberikan solusi perumahan yang terjangkau dan strategis bagi masyarakat.
“Kalau BTN (Bank Tabungan Negara) memberikan dana yang cukup, saya kira BTN tidak akan kesulitan membangun 800 ribu rumah dalam satu tahun. Namun, strategi pendanaan juga harus dipertimbangkan. Misalnya, jika suatu proyek sudah mencapai 50 persen, maka harusnya bisa segera dianggarkan agar pembangunannya “lebih cepat selesai dan dananya bisa dialokasikan ke proyek lain,” tambah Erick.
Erick mengatakan, salah satu capaian yang dirancang bersama Perusahaan PKP adalah skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan jangka waktu hingga 30 tahun. Erick juga menekankan pentingnya penyediaan bangunan vertikal yang terjangkau, seperti apartemen seharga Rp 270 juta di Samesta Mahata Margonda, agar masyarakat menengah ke bawah dapat mengakses rumah yang baik.
“Kita perlu melindungi pembeli rumah. Namun jika dipermudah prosedurnya, saya yakin impian besar Pak Prabowo Subianto dan Pak Ara untuk membangun rumah rakyat akan cepat terwujud. Saat ini kami memiliki sembilan ToD seperti ini dan ini tentunya merupakan awal yang baru,” kata pria kelahiran Jakarta ini.
Erick berharap perbaikan dan kolaborasi antar instansi pemerintah dapat terus mendorong pengembangan perumahan yang dekat, efisien, dan terjangkau. “Ini tidak hanya sekedar membangun rumah, tapi juga memberikan harapan baru kepada masyarakat untuk hidup dalam lingkungan yang padu dan nyaman,” kata Erick.
Artikel Pemerintah Optimalkan Hunian TOD untuk Masyarakat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Erick Tegaskan Kolaborasi dengan KPKP dan PU Genjot Pembangunan Perumahan Rakyat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kemarin Ara (Menteri Perumahan Rakyat Maruarar Sirait) hadir, kita petakan dulu lahan BUMN yang bisa mendukung percepatan pembangunan perumahan rakyat,” kata Erick dalam konferensi pers bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo di lobi utara. dari kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (15/11/2024).
Erick mengatakan, BUMN sudah memiliki contoh sukses dalam mengembangkan perumahan terintegrasi dengan menggunakan aset BUMN yang bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Erick mengatakan, hal itu tercermin dari hadirnya proyek Transit Oriented Development (TOD) di stasiun kereta api yang sebelumnya kurang maksimal.
“Kita sukses bersama PU. Tadinya stasiun-stasiun kereta mempunyai lahan yang kurang maksimal, sekarang dibangun TOD, bahkan ada subsidi antara yang bisa dan yang tidak bisa,” kata Eric.
Erick menyatakan, program pembangunan perumahan akan tetap mengikuti mekanisme bisnis atau komersial untuk menjamin keberlanjutan. Untuk meningkatkan akses masyarakat, Erick mendukung usulan perpanjangan jangka waktu cicilan rumah dari 15 tahun menjadi 30 tahun sehingga lebih terjangkau masyarakat.
Mekanismenya tetap dari satu perusahaan ke perusahaan lain, makanya kita dorong yang namanya cicilan rumah KPR diperpanjang dari 15 tahun menjadi 30 tahun dan kemudian perekonomian menurun, lanjut Erick.
Selain itu, Erick juga berharap harga rumah bisa diturunkan dengan menggunakan tanah tanpa harus membelinya. Erick mengatakan Ara juga berupaya menghilangkan atau mengubah pajak perumahan rakyat.
Bahkan beberapa pajak, Pak Ara sedang bernegosiasi dengan Kementerian Keuangan untuk perumahan rakyat, kalau bisa ada pajak yang bisa dihapuskan atau dibedakan dengan yang namanya perumahan kelas atas, lanjut Erick.
Tak hanya itu, Erick juga mendukung langkah Ara dalam memetakan lahan yang bisa digunakan untuk perumahan rakyat, termasuk tanah sitaan hasil korupsi atau tanah yang belum terpakai. “Pak Ara sedang memetakan di mana letak perumahan rakyat, sehingga mengancam akan mengambil tanah hasil korupsi atau menyita tanah atau tanah yang tidak dikembangkan,” kata Erick.
Dalam upaya tersebut, lanjut Erick, Kementerian BUMN juga mengusulkan untuk memaksimalkan berbagai aset milik BUMN bersama Perumnas. “Kami tawarkan kepada Pak Ara sebagian aset milik BUMN yang juga bisa kami maksimalkan melalui kerja sama dengan Perumnas,” kata Erick.
Artikel Erick Tegaskan Kolaborasi dengan KPKP dan PU Genjot Pembangunan Perumahan Rakyat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>