Artikel Pemerintah dan Industri Bahas Masa Depan PLTS Atap di Indonesia Solar Vision Forum pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Forum ini dihadiri oleh berbagai pihak mulai dari pemerintah, pelaku industri hingga pemasok teknologi energi surya dengan mengusung tema “Disrupting the New Solar Landscape: Regulation, Implementation and Real World Benefits”. Dalam diskusi tersebut ditekankan pada implementasi Keputusan Menteri ESDM Nomor 2014. 2 Tahun 2024 menawarkan fleksibilitas baru pada sistem kuota PLTS Atap.
Mohamad Alhakurahman Isa dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) menjelaskan, pemerintah tidak lagi membatasi kapasitas PLTS selama kuota sistem masih tersedia. Rahmi Khandayani, Wakil Presiden Ritel dan Layanan Pelanggan PLN, menambahkan, penerapan sistem kuota awal pada Juli lalu mendapat respons positif, dengan 90 persen kuota terisi dalam waktu singkat.
Ketua AESI Mada Ayu Habsari menegaskan, skema pembiayaan seperti zero upfront investment menjadi katalis utama peningkatan minat industri terhadap PLTS Atap. Selain itu, Juan Davis, CEO ATW Solar, menutup forum tersebut dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Transisi menuju energi terbarukan memerlukan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. “Forum ini merupakan contoh nyata bagaimana kerja sama dapat mempercepat adopsi energi surya di Indonesia,” ujarnya.
ATW Solar berharap forum ini dapat menjadi jembatan kerja sama antar sektor, merangsang terciptanya solusi inovatif dan mempercepat pencapaian tujuan transisi energi nasional.
Artikel Pemerintah dan Industri Bahas Masa Depan PLTS Atap di Indonesia Solar Vision Forum pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel PGE Optimistis Panas Bumi Jadi Tulang Punggung Swasembada Energi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Percepatan pemanfaatan panas bumi merupakan momen yang tepat dalam transisi energi. Terutama terhadap target emisi karbon dioksida yang diumumkan pemerintah pada tahun 2060 atau lebih awal.
Yurizki Rio, CFO PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE, menjelaskan Indonesia tampaknya telah mencapai tujuan transisi energi dalam beberapa tahun terakhir. Kapasitas faktor panas bumi yang tinggi, berkisar 90-100 persen, memberikan kepastian bagi penggunanya sehingga sangat cocok menjadi pilar pergerakan energi.
“Panas bumi juga menyasar pulau-pulau besar yang kebutuhan listriknya tinggi saat ini dan di masa depan,” kata Yurizki, berbicara di DETalk dengan topik “Mengembangkan sektor ketenagalistrikan untuk mencapai swasembada energi yang ingin dicapai oleh pemerintahan baru”, ditulis di PGE. keterangan resmi pada Selasa (26 November 2024).
Menurut dia, faktor lain yang bisa menjadikan panas bumi sebagai tulang punggung menuju swasembada energi adalah memiliki sambungan jaringan listrik terbaik dari PLN. Pemanfaatan panas bumi berdampak langsung pada pengurangan penggunaan energi fosil atau minyak dan gas.
“Penggunaan energi panas bumi sebesar 1 MWh setara dengan pengurangan penggunaan 1,87 barel setara minyak (BOE),” kata Yurizki.
PGE adalah pemain terdepan dalam pengembangan panas bumi di Indonesia. Perseroan saat ini memiliki kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) terbesar dengan 13 wilayah kerja panas bumi (WKP). Total kapasitas terpasang sebesar 1.877 megawatt (MW), terdiri dari 672 MW dioperasikan secara mandiri dan 1.205 MW berdasarkan perjanjian kerja sama (JOC).
Artikel PGE Optimistis Panas Bumi Jadi Tulang Punggung Swasembada Energi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel PLN Butuh 235 Miliar Dolar AS Bangun 100 Pembangkit Baru Hingga 2040 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Persoalannya bukan hanya teknis tapi juga pendanaan. Berdasarkan proyek pengembangan energi terbarukan (EBT) terbaru di Indonesia, diharapkan pada tahun 2040 PLN akan membangun tambahan pembangkit listrik sekitar 100 gigawatt. Menurut Hashim Jojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim dan Energi, 75 persen di antaranya adalah EBT.
Volume investasi yang dibutuhkan mencapai 235 miliar dollar AS. Pertanyaannya, bagaimana PLN mendanai hal tersebut dengan tetap menjaga tiga tema besar yaitu keberlanjutan, keterjangkauan, dan keandalan?
CFO PLN Cynthia Rosley merinci apa yang dipertaruhkan. Awalnya dia berbicara terkait pembiayaan. Ia bersyukur perusahaannya mempunyai banyak pendukung.
“Jadi kami sangat mengapresiasi, kami menandatangani Memorandum of Understanding (MoU),” kata Cynthia di Paviliun Indonesia pada Conference of the Parties (COP) ke-29 di Baku, Azerbaijan, Rabu (13/11/2024).
Ia mencontohkan, hari ini PLN menandatangani nota kesepahaman senilai sekitar 1,2 miliar USD. Perusahaan ini membiayai beberapa proyek seperti sistem transmisi di Sulawesi dan stasiun pompa air di Sumatera dan Jawa. Ini adalah langkah penting dalam metabolisme energi.
Ia melanjutkan, jika pemotongan hanya dilakukan 10 tahun ke depan, maka PLN memerlukan dana sebesar $110 miliar. Tahun lalu, BUMN ini meraup sekitar USD 32 miliar. Tentu masih dibutuhkan dana yang besar.
“Kami akan melakukan segalanya untuk pembiayaan, kami memiliki mitra bilateral seperti KfW (Jerman), AFD (Prancis), JICA (Jepang) dan semua pihak yang mendukung PLN hingga saat ini. Juga lembaga multilateral seperti Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB),” kata Cynthia.
Ia juga menyebut beberapa pihak lainnya. Menurut Cynthia, maksimalkan segala sesuatunya secepat mungkin. Mereka perlu menangkap permintaan dan meningkatkan sisi bisnis, baik dalam bentuk proyek PLN maupun IPP atau kemitraan swasta.
Dalam kasus serupa, Cynthia juga menyinggung aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang sudah menjadi praktik nyata di PLN. Selama empat tahun terakhir, PLN telah meningkatkan peringkat ESG-nya, memastikan bahwa pemberi pinjaman yakin dengan apa yang dilakukan perusahaan.
“Jadi kami tidak hanya menyelesaikan perencanaan, rencana pembangunan infrastruktur, tetapi kami juga membangun kapasitas organisasi untuk memiliki pola pikir yang benar tentang ESG,” kata CFO PLN.
Dia menegaskan, pihaknya memahami kekhawatiran investor dan kreditor terhadap hal tersebut. Rencana emisi karbon yang kredibel sangatlah penting.
Artikel PLN Butuh 235 Miliar Dolar AS Bangun 100 Pembangkit Baru Hingga 2040 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Inovasi Ramah Lingkungan PTBA: Biomassa dari Tanaman Kaliandra untuk cofiring PLTU pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pengembangan wood pellet ini merupakan kelanjutan dari program pembibitan Calendula Merah yang telah dimulai PTBA pada tahun 2023, produksi pilot plant mencapai kapasitas 200 kg per jam. Langkah ini sejalan dengan target nol emisi bersih tahun 2060 yang ditetapkan pemerintah Indonesia.
Direktur Teknik dan Lingkungan Hidup Pertambangan dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Hendra Ganwan memuji inisiatif PTBA sebagai langkah strategis dalam pengelolaan karbon dan penurunan emisi di sektor energi. “Kami berharap pilot plant wood pellet Bukit Assam dapat menginspirasi sektor pertambangan dan batubara lainnya untuk berinovasi dalam penggunaan energi ramah lingkungan,” kata Hendra.
Menurut Direktur Utama PTBA Arsal Ismail, proyek wood pellet ini merupakan wujud komitmen PTBA dalam membantu transisi energi. “Sebagai perusahaan energi kelas dunia yang peduli terhadap lingkungan, kami berupaya menyediakan energi berkelanjutan bagi negara,” jelas Ursal.
Pembangunan pabrik percontohan ini juga merupakan hasil kerjasama PTBA dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta yang dihadiri oleh banyak perwakilan lembaga tersebut, antara lain Dr. MP., dan Dr. Joko Susilo, MT , sebagai wujud dukungan terhadap inovasi energi terbarukan.
Artikel Inovasi Ramah Lingkungan PTBA: Biomassa dari Tanaman Kaliandra untuk cofiring PLTU pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Peringati Hari Listrik Nasional ke-79, PLN Kembali Pecahkan Rekor MURI Konvoi 2.200 Motor pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dalam suatu kegiatan disebut “Wisata Elektrik Seru dan Lomba Masak Mudah” PLN bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Melanjutkan transisi energi di sektor transportasi dengan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik.
Direktur Utama PLN Dharmawan Prasodjo menjelaskan PLN akan mendukung penuh peralihan gaya hidup berkendara masyarakat menuju kendaraan listrik (EV) bertenaga bahan bakar ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan agenda transisi energi untuk mengurangi emisi karbon guna mencapai net zero emisi (NZE) pada tahun 2060 atau lebih awal.
“PLN akan membangun kekuatan ekosistem EV yang akan tumbuh lebih sejahtera di dalam negeri. Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik merupakan bukti nyata bahwa transisi energi dari bahan bakar fosil ke listrik didorong oleh partisipasi aktif masyarakat,” kata Thamwan.
Rekor MURI ini merupakan hattrick karena PLN Jatim mencatatkan rekor peserta terbanyak pada dua tahun lalu, pada tahun 2022 peserta pawai sebanyak 1.300 orang dan pada tahun 2023 bertambah menjadi 1.588 orang.
Ahmad Mustakir, General Manager PLN UID Jawa Timur, menambahkan PLN terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. khususnya di Jawa Timur dengan mendukung infrastruktur hulu dan hilir serta memberikan pengetahuan kepada masyarakat
“Kami akan memastikan pasokan energi yang cukup secara konsisten untuk mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Jawa Timur. Membangun infrastruktur stasiun pengisian daya dan kemudahan transaksi melalui aplikasi PLN Mobile,” kata Mustakir.
Adhi Karyono, Pj Gubernur Jawa Timur Bergabunglah dalam parade dan sampaikan apresiasi Anda atas komitmen PLN dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap transisi energi. “Melalui kegiatan ini Kami ingin membuat masyarakat merasa bahwa sepeda motor listrik nyaman, mengurangi polusi, dan membantu menyelamatkan planet ini. Charging station-nya lebih banyak dari PLN, jadi yuk segera beralih ke mobil listrik,” kata Adhi.
Sebagai bentuk komitmen pengembangan ekosistem kendaraan listrik, PLN telah menandatangani perjanjian dengan Pemerintah Kota Surabaya untuk mendirikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lokasi strategis seperti Gedung Pemerintahan Kota Surabaya, Jalan Jimerto dan Layanan Masyarakat Siola Mall, Tugu Pahlawan, Park & Ride Arif Rahman Hakim
Selain itu, PLN juga meluncurkan SPKLU, kendaraan roda dua pertama di Surabaya. Berpusat di Ayam Goreng Gringing Sitraland, hingga saat ini PLN telah melayani 123 unit SPKLU di seluruh Jawa Timur. dengan total 28.404 transaksi
Artikel Peringati Hari Listrik Nasional ke-79, PLN Kembali Pecahkan Rekor MURI Konvoi 2.200 Motor pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Menjadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan dalam Transisi Energi, PLN Sabet Penghargaan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Program ini merupakan salah satu upaya PLN untuk mendorong pemberdayaan masyarakat dengan mengelola lahan kritis untuk menanam berbagai tanaman energi melalui sistem tumpang sari. Selain digunakan sebagai bahan baku, biomassa yang dihasilkan juga dapat digunakan sebagai pakan ternak dan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat.
Pemimpin Redaksi Detikcom Alfito Dinnova mengatakan acara tersebut merupakan bentuk apresiasi atas berbagai inovasi dan prestasi anak bangsa yang diraih sekaligus berdampak pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
“Bagi kami sebagai media publik, ini bukan sekedar malam perayaan, tapi bagian dari upaya kami untuk menghidupkan kembali optimisme dan menebar inspirasi agar segala prestasi yang diraih dapat lahir di masa depan,” kata Alfito.
Terpisah, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, sebagai lokomotif transisi energi Indonesia, PLN berkomitmen untuk terus berinovasi dan membangun ekosistem ketenagalistrikan berkelanjutan berbasis energi terbarukan (EBT). Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk mengurangi emisi dari sektor ketenagalistrikan dan mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060.
“Kami terus mengalihkan energi karena kami sangat peduli dengan masa depan anak cucu kami yang lebih baik. “Dulu misi PLN adalah menyediakan listrik, sekarang misi PLN adalah menjaga lingkungan,” kata Darmawan.
Darmawan mengatakan agenda transisi energi skala besar membuka banyak peluang ekonomi baru. Termasuk program pengembangan ekosistem biomassa berbasis ekonomi kerakyatan dan pertanian terpadu yang terbukti mampu menstimulasi perekonomian masyarakat dengan memaksimalkan potensi lahan kritis di berbagai wilayah.
“Program co-firing tidak hanya merupakan program transisi energi, tetapi juga menjadi penggerak perekonomian nasional. Tidak hanya menghasilkan energi ramah lingkungan, namun juga menciptakan ekosistem rantai pasok biomassa berbasis peningkatan kapasitas masyarakat di lahan kritis.” dia menjelaskan.
Iwan Agung Farstantara, Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), menjelaskan PLN kini telah berhasil melakukan co-firing biomassa untuk 46 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Total biomassa yang digunakan pada bahan baku co-firing mencapai 3 juta ton dan berhasil menghasilkan 3,1 terawatt hour (TWh) energi ramah lingkungan.
“Penghargaan ini kami persembahkan kepada 250.000 petani dan komunitas pendukung yang telah menyediakan 3 juta ton biomassa sebagai bagian dari penggantian batu bara. “Upaya ini akan mengurangi emisi CO2e sebesar 3,2 juta ton dengan skala lebih dari Rp 2 triliun ,” kata Lee Wan.
Selain memanfaatkan lahan berharga yang tersebar di berbagai wilayah, program pengembangan ekosistem biomassa berbasis pertanian terpadu juga berkontribusi dalam mendorong ekonomi sirkular nasional, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan daerah. Hingga saat ini, PLN telah meluncurkan program tersebut di berbagai wilayah, antara lain Tasikmalaya, Cilacap, dan Gunungkidul, dengan total luas lebih dari 200 hektar.
“Kami akan terus bekerja sama dengan petani dan masyarakat untuk menyediakan biomassa sebagai bahan bakar alternatif selain batu bara,” kata Ewan. “Program ini telah meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus membantu kami mencapai target NZE kami.”
Pada tahun 2025, PLN mengharapkan program pengembangan ekosistem biomassa berbasis ekonomi terintegrasi dapat dilaksanakan di 52 PLTU dimana konsumsi biomassa dapat mencapai 10 juta ton dan mengurangi emisi CO2e tahunan sebesar 11 juta ton. Selain itu, program ini diharapkan dapat memanfaatkan 1,7 juta hektar lahan berharga yang tersebar di seluruh Indonesia, melibatkan lebih dari 1,25 juta orang, dan menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp9,43 triliun setiap tahunnya.
Artikel Menjadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan dalam Transisi Energi, PLN Sabet Penghargaan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Ini Alasan Mengapa Pemerintah Perlu Melakukan Reformasi Subsidi Energi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi pernyataannya. Pertama, rencana pemerintah memberikan subsidi listrik akan menambah beban anggaran pemerintah. “Karena subsidi energi sangat mengurangi posisi keuangan kami untuk mendanai program lain,” kata Anissa.
Kedua, meskipun kebijakan bantuan keuangan menguntungkan kelompok masyarakat terkaya, kelompok paling rentan tetap saja dirugikan. Tiga komunitas tertindas, kelompok perempuan dan mereka yang tinggal di wilayah 3T (miskin, perbatasan, luar).
Anissa sedikit menyinggung sejarah penyaluran dukungan energi dari tahun ke tahun. Ia pun menyinggung apa yang terjadi pada periode 2014 hingga 2015. Ini merupakan periode pertama Presiden Joko Widodo.
“Mereka berhasil memurnikan minyak.”
Anissa menilai kebangkitannya membawa kebaikan bagi Jokowi saat itu. Harga minyak di seluruh dunia sedang jatuh. Indonesia mampu menghilangkan bahan bakar dan solar dalam jumlah besar pada tahun 2015.
Rencana ini menghemat biaya negara sekitar Rp 211 triliun. “Subsidi, yang berjumlah sekitar 19 persen dari belanja pemerintah pada tahun 2014, dikurangi menjadi sekitar 7 persen pada tahun 2015,” kata Analis Kebijakan Energi IISD.
Kemudian tentang subbagian LPG. Anissa menjelaskan, dari seluruh subsidi listrik, subsidi elpiji 3kg merupakan yang paling besar. Tren ini terus meningkat. Menurut dia, pemerintah sepakat bantuan tersebut tepat sasaran.
Sebab, sekitar 80 persennya digunakan oleh keluarga kaya. Bukan untuk tim yang benar-benar layak mendapatkannya. Rencana pendistribusian LPG 3 Kg telah berkali-kali dikembangkan.
“Berbagai macam tes sudah dilakukan, mulai dari menggunakan aplikasi, menggunakan QR, menggunakan pemindai wajah. Namun hasilnya tidak ada yang benar-benar berguna untuk mengurangi sebaran masyarakat rentan,” kata Anissa.
Begitu pula dengan kecenderungan peningkatan besaran subsidi energi. Subsidi bahan bakar fosil di Indonesia selama 10 tahun terakhir relatif tetap; dan pertumbuhan ekonomi di sektor-sektor yang tidak terpengaruh oleh perubahan harga, seperti minyak dan gas. Hal ini karena setelah keberhasilan awal penerapan reformasi subsidi pada tahun 2014 hingga 2015, sistem baru tidak selalu diterapkan.
Padahal, lanjut Anissa, pada tahun 2015 terdapat rencana pengendalian harga BBM dan listrik yang diuji secara berkala dan disesuaikan dengan harga pasar. Hal itu tidak terjadi secara acak. Sebaliknya, muncul pos anggaran baru berupa suku bunga listrik dan bahan bakar.
Jadi ada dua elemen anggaran yang berbeda untuk anggaran energi ini. Ada subsidi, ada kompensasi. Keduanya dari BBM.
“Lalu mengapa reformasi ketenagalistrikan penting? Karena sistem subsidi listrik membuat anggaran pemerintah berat, yang sebagian besar menguntungkan kelompok masyarakat kaya, kelompok rentan menghabiskan waktu menerima subsidi, dan banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan bantuannya. .Yang terganggu wilayah tersebut merupakan wilayah 3T.
Pada masa jabatan pertama Prabowo, ia didukung oleh koalisi yang sangat kuat. Sejauh ini, belum ada seorang pun yang secara terbuka menyatakan menentangnya. Menurut Anissa, hal tersebut bisa menjadi motivasi yang tepat bagi Presiden untuk mengambil keputusan yang berani; Salah satunya adalah penerapan reformasi subsidi.
Anissa mendapat saran dari pemerintah. Pertama, rehabilitasi sangat penting melalui pemberian subsidi langsung, sehingga subsidi tersebut diberikan langsung kepada pihak yang benar-benar membutuhkan. Kedua, pemerintah harus menyesuaikan subsidi listrik dengan menggunakan mesin cetak untuk memastikan subsidi mencapai target penuh. Perubahan ini harus didukung oleh verifikasi penduduk yang akurat, serta perubahan bertahap pada harga listrik dan pembayaran kepada kelompok rentan untuk mengurangi beban.
Ketiga, pemerintah harus menetapkan sistem penyesuaian harga listrik yang stabil dan berbasis pasar, termasuk penetapan harga regional dan penetapan harga yang lebih rendah secara bertahap berdasarkan tingkat konsumsi energi, mendorong efisiensi, mengurangi ketergantungan pada subsidi, dan membantu mempercepat penggunaan listrik. energi bersih. perubahan kekuasaan. Keempat, subsidi bahan bakar fosil harus dihapuskan. Kelima, mengarahkan penganggaran ke kegiatan lain yang lebih menguntungkan.
Keenam, memastikan masuknya kebijakan dan partisipasi dalam proses transisi kekuasaan. Terakhir, ikuti Rencana Aksi Komunitas untuk Mendukung NZE 2060. Kembangkan peta jalan yang mengidentifikasi, secara rinci, risiko sosial, strategi mitigasi, dan kebijakan yang mendukung inklusi dan keadilan sosial. Pertimbangkan keamanan kerja, kesempatan yang sama untuk mendapatkan kekuasaan dan pemberdayaan kelompok rentan, serta pemantauan dampak sosial dan evaluasi kebijakan. Menciptakan indikator keberhasilan yang berdampak pada masyarakat dan masyarakat, seperti pengurangan kemiskinan energi, peningkatan kualitas hidup dan pengurangan kesenjangan sosial.
Artikel Ini Alasan Mengapa Pemerintah Perlu Melakukan Reformasi Subsidi Energi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Siapkan SDM Kompeten Untuk Transisi Energi, PLN Kirim 1.700 Pegawai Belajar EBT pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan komitmen PLN dalam mengembangkan tenaga terampil dan terlatih di bidang EBT.
Transisi energi ini memerlukan DNA baru para pekerja PLN. Kini insan PLN harus bermigrasi ke energi hijau. Untuk itu, kami sedang membangun kekuatan insan PLN untuk mensukseskan transisi energi, kata Darmawan.
Direktur Hukum dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia PLN Yusuf Didi Setiarto menjelaskan berbagai langkah nyata yang dilakukan PLN untuk meningkatkan kapasitas SDM. Termasuk di dalamnya pemberian program pendidikan, pelatihan, kursus dan pelatihan bagi pegawai PLN di dalam dan luar negeri.
Hingga saat ini, kata dia, sekitar 500 pegawai PLN sedang mempelajari bidang EBT di seluruh universitas terbaik di dunia. Selain itu, selama tiga tahun terakhir, lebih dari 1.700 karyawan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktoral.
“Kami telah mengirimkan pegawai PLN untuk mengambil atau menimba ilmu dan teknologi terkait energi baru dan pembaruan di universitas-universitas terbaik di seluruh dunia. PLN berinvestasi besar pada sumber daya manusia,” kata Didi.
Melalui program ini, pegawai PLN diharapkan dapat membawa pulang ilmu baru dan menjadi motor penggerak penerapan teknologi energi bersih di Indonesia. Hal ini untuk mendukung upaya agresif PLN dalam mendukung program transisi energi pemerintah.
Didi juga berharap pengembangan sumber daya manusia dapat mendukung pencapaian Net Zero Defense (NZE) pada tahun 2060.
“PLN banyak berinvestasi pada sumber daya manusia, baik S2 maupun S3. Diharapkan ketika mereka kembali ke negaranya, itu bukan impian Indonesia hijau bagi kita,” tutupnya.
Artikel Siapkan SDM Kompeten Untuk Transisi Energi, PLN Kirim 1.700 Pegawai Belajar EBT pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dorong Implementasi Transisi Energi Berkeadilan Daerah di Era Prabowo-Gibran pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Hal ini untuk mendorong perekonomian yang berkelanjutan Terutama di tingkat daerah IESR menilai pemerintah pusat dan daerah dapat berperan dalam percepatan transisi energi di tingkat daerah.
Meskipun 33 provinsi di Indonesia mempunyai Rencana Umum Energi Daerah (RUED), sebagian besar dari rencana tersebut harus ditinjau ulang karena sudah lima tahun sejak rencana tersebut diterbitkan. Pada tahun 2022, hanya tujuh provinsi yang berhasil memenuhi target pencapaian bauran energi terbarukan Rata-rata selisih target dan realisasi bauran energi terbarukan sebesar 10 persen
Koordinator Riset Kebijakan Publik dan Ekonomi IESR, Martha Jessica menjelaskan tantangan terbesar dalam implementasi RUED adalah terbatasnya kemampuan finansial dan masih panjangnya perencanaan energi daerah karena harus disesuaikan dengan rencana pembangunan daerah. Tambahan kewenangan pengelolaan energi terbarukan di tingkat daerah melalui Perpres 11/2023 memberikan peluang untuk berperan penting dalam transisi energi ramah lingkungan. Pada saat yang sama, dukungan kebijakan fiskal yang memadai diperlukan agar daerah dapat mengembangkan mandat tambahan tersebut untuk mendukung pencapaian target energi terbarukan.
Porsi dana yang dibelanjakan untuk program energi terbarukan tergolong rendah dalam urusan energi daerah, yaitu rata-rata sebesar 18 persen. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun potensi energi terbarukan di Indonesia sangat tinggi, namun perlu dilakukan upaya untuk menjaganya. Semakin kuat, Martha mengumumkan pada Jumat (25/10/2024) di sebuah acara di Palembang awal pekan ini.
Untuk mengatasi tantangan percepatan transisi energi, IESR merekomendasikan tiga langkah strategis. Pertama, pemerintah pusat perlu mengembangkan kerangka kebijakan jangka panjang yang jelas dan dirinci pada tingkat implementasi. Strategi ini harus mencakup dukungan peraturan yang memungkinkan percepatan investasi di sektor energi terbarukan. Kedua, kita perlu memperkuat kualitas anggaran dan kebijakan fiskal yang mendukung investasi energi terbarukan dengan meningkatkan alokasi pendanaan pemerintah yang lebih fokus pada energi bersih. Ketiga, keterlibatan pemerintah daerah, lembaga pendidikan setempat, dan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan transisi energi adalah kuncinya. Partisipasi aktif berbagai pihak akan mendorong pengakuan yang lebih cepat dan efektif
Pakar Senior Kementerian Perencanaan Pembangunan Sosial/Bapenas Daya Parwitasari mengatakan pemerintah telah memasukkan transisi energi yang tepat ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mendorong penerapan ekonomi ekologis berbasis pembangunan rendah karbon.
“Elektrifikasi berperan sebagai modal dasar transformasi ekonomi dan kekuatan yang mendukung pembangunan semua sektor. Oleh karena itu diperlukan perencanaan (tematik, holistik, integratif dan spasial) untuk memperkuat ketahanan energi, salah satunya transisi energi,” jelasnya. Dyah
Kepala Dinas Energi, Sumber Daya Mineral dan Energi (ESDM) Provinsi Sumsel Aryansia Ahmad Suleiman Soleh menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam melaksanakan transisi energi di daerah. Sumsel yang memiliki kapasitas energi terbarukan sebesar 21.032 MW telah memanfaatkan 989,12 MW atau 4,70 persen dari kapasitas tersebut pada tahun 2023. Untuk itu akan terjalin hubungan antara pemerintah daerah, akademisi, perusahaan negara, swasta, dan masyarakat. Kunci untuk mempercepat realisasi tujuan energi terbarukan
“Dalam lima tahun ke depan, terdapat rencana pengembangan energi terbarukan di Sumsel, penelitian dan studi kelayakan proyek energi baru terbarukan, penyempurnaan regulasi, peningkatan potensi pembangkit listrik tenaga panas bumi seperti PLTP Lumut Balai 55 MW dan PLTP 20 MW. PLTP Danau Ranau, dan kerja sama internasional dengan pabrikan China untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLS) hingga 300 MW.
Artikel Dorong Implementasi Transisi Energi Berkeadilan Daerah di Era Prabowo-Gibran pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Dekarbonisasi Perekonomian Dunia Dinilai Terlalu Lambat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dalam laporan yang dirilis Rabu (9/10/2024), Fitch menyebutkan emisi karbon dioksida dunia naik 1,8 persen pada tahun lalu. Angka ini kalah dibandingkan produk domestik bruto (PDB) dunia yang tumbuh sebesar 2,9 persen.
Rasio emisi terhadap PDB hanya di bawah satu persen, tambah laporan itu. Tidak ada perubahan dari rata-rata penurunan 25 tahun sebelumnya. Dibutuhkan kurang dari 8 persen per tahun dari tahun 2020 hingga 2030 untuk mencapai tujuan nol emisi pada tahun 2050.
Sementara itu, emisi dari 10 negara maju turun ke level terendah sejak tahun 1970. Negara-negara berkembang telah gagal mencapai kemajuan dalam dekarbonisasi. Emisi karbon dioksida dan PDB di 10 negara berkembang naik 4,7 persen tahun lalu.
“Lemahnya kemajuan dalam dekarbonisasi di negara-negara berkembang sangat mengkhawatirkan, mengingat pertumbuhan PDB negara-negara tersebut yang pesat dan peningkatan konsumsi energi global,” kata Fitch dalam laporannya.
Fitch mengatakan kurangnya investasi pada proyek-proyek energi ramah lingkungan, khususnya di negara-negara berkembang selain Tiongkok, merupakan salah satu faktor buruknya kemajuan dalam upaya pengurangan emisi.
Menurut Carbon Brief, Tiongkok akan menginvestasikan US$890 miliar di sektor energi ramah lingkungan pada tahun 2023. Total investasi global dalam pasokan bahan bakar fosil kira-kira setara dengan PDB Swiss atau Turki.
Pada tahun 2023, Carbon Brief melaporkan, sektor energi bersih menyumbang 11,4 triliun yuan, atau US$1,6 triliun, terhadap perekonomian Tiongkok pada tahun 2023, naik 30 persen dibandingkan tahun lalu.
“Sebagai hasilnya, sektor energi ramah lingkungan, yang merupakan pendorong terbesar pertumbuhan ekonomi Tiongkok secara keseluruhan, akan menyumbang 40 persen ekspansi PDB pada tahun 2023,” kata Carbon Brief dalam laporannya.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Dekarbonisasi Perekonomian Dunia Dinilai Terlalu Lambat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>