Artikel Sarinah Pandu x InJourney Group Gelar Bazar untuk Dukung UMKM Naik Kelas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Di pasar ini, para pelaku UMKM menghadirkan produk-produk premium dari berbagai kategori, mulai dari fashion seperti batik dan pakaian jadi hingga makanan, minuman, dan kerajinan tangan. Selama lima hari, acara tersebut mencatat penjualan hampir 1.000 produk, dengan produk batik dan madu menjadi produk yang populer di kalangan pengunjung.
Menurut M. Yaser Khalex, Ketua Grup Sekretaris Perusahaan PT Sarinah, pasar tersebut merupakan komitmen Sarinah untuk mendukung usaha kecil dan menengah agar bisa naik kelas. Khalex mengatakan, “Acara ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada UKM yang kami bantu untuk menjual produknya, namun juga mengaplikasikan ilmu yang didapat dari pelatihan Sarina Pandu. Kami ingin mereka mampu bersaing di pasar nasional dan siap di kancah internasional.”
Pelatihan Sarina Pandu meningkatkan kapasitas UMKM
Program pelatihan Sarinah Pandu x InJourney Group akan dilaksanakan pada 8-10 Oktober 2024 dengan fokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM di berbagai aspek bisnis ritel termasuk branding, pengelolaan keuangan, pemasaran digital, dan ekspor. Tujuan dari program ini adalah untuk memungkinkan usaha kecil dan menengah bersaing dalam hal kualitas, pemasaran dan inovasi.
Saiful Ghafoor, pemilik Batik Tulis Prambanan, salah satu pelaku pasar mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Pasar ini sangat membantu kami memasarkan produk kami langsung ke konsumen dan mendapatkan feedback yang bermanfaat. Ini memotivasi kami untuk terus berkarya,” ujarnya. Andang Wibisono, pemilik Gudang Madu Pati, juga ikut membantu meningkatkan brand awareness di pasar. Andang menambahkan: “Penjualan madu kami bagus dan kami menyaksikan peningkatan dalam pengenalan produk, yang akan berdampak positif di masa depan.”
Pasar ini merupakan salah satu langkah nyata Sarina dalam mendukung ekosistem UMKM yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia. Sarina dan InJourney Group berupaya memperluas jangkauan program ini agar lebih banyak UMKM yang dapat merasakan manfaat pendampingan dan akses pasar yang lebih luas. “Program pemberdayaan seperti Sarina Pandu akan terus kami perkuat agar semakin banyak UMKM yang bisa berkembang dan bersaing di pasar domestik dan global,” pungkas Khalex.
Artikel Sarinah Pandu x InJourney Group Gelar Bazar untuk Dukung UMKM Naik Kelas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Akses Permodalan UMKM Toko Kelontong Terus Dipermudah pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pada tahun 2024, jumlah UMKM di Indonesia akan mencapai 99 persen dari total sektor usaha. Dengan jumlah tersebut, UMKM mampu menyumbang hingga 60,51 persen produk domestik bruto (PDB) bangsa dan menyerap 97 persen total tenaga kerja Indonesia.
“Kami senantiasa mengapresiasi hadirnya program-program yang bertujuan mendorong perkembangan UMKM.” Ferry mengatakan pembukaan SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) yang bekerja sama dengan Nobu Bank memberikan bekal bagi pelaku usaha kecil, kecil dan menengah (UMKM) untuk menciptakan akses permodalan, dikutip dari Antara, Rabu (20/11/2024). .
Kerja sama tersebut dilakukan melalui program pinjaman wirausaha tangguh (KRUPUK) yang diluncurkan Nobu Bank untuk mengembangkan dan mendukung perkembangan UMKM di Indonesia.
Pentingnya peran UMKM dalam perekonomian Indonesia juga berarti bahwa sektor tersebut berperan penting dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional, terutama dalam menghadapi tantangan perekonomian global.
“Kerja sama ini patut menjadi contoh bagi semua pihak. Hadirnya program KRUPUK merupakan upaya mendorong lulusan UMKM untuk menyalurkan peluang permodalan di luar penyaluran KUR dengan menawarkan kualitas produk yang sama kompetitifnya.” Dia berkata.
Direktur PT SRCIS Romulus Sutanto mengatakan, program KRUPUK sangat mendukung upaya pihaknya mendorong tumbuhnya toko makanan UMKM di Indonesia.
Steve Marciano, Chief Operating Officer Nobu Bank, mengatakan dengan program KRUPUK, para pelaku UMKM khususnya toko SRC dapat dengan mudah mengakses pembiayaan sesuai kebutuhannya.
“Tidak hanya untuk memperkuat modal usaha dan meningkatkan daya saing, program ini juga dapat memperluas usaha, membuka peluang pertumbuhan berkelanjutan,” kata Steve dilansir Antara.
KRUPUK merupakan inisiatif inovatif untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia yang hadir sebagai solusi alternatif dalam memberikan dukungan finansial.
“Kami berharap kemitraan ini dapat memperkuat ekosistem SRC dan UMKM di Indonesia sehingga dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional,” kata Steve.
Produk KRUPUK serupa dengan Kredit Usaha Kecil (KUR) yang berperan sebagai penyedia sumber permodalan bagi pelaku usaha kecil.
Steve mengatakan, “Program ini menjadi salah satu alternatif bagi para pelaku UMKM khususnya toko SRC yang selama ini belum bisa mendapatkan KUR.
Program ini merupakan kelanjutan dari kerja sama antara SRCIS dan NOBU Bank yang telah terjalin hingga tahun 2022. Kerja sama ini bermula dari kesamaan visi kedua belah pihak untuk memberdayakan UMKM, khususnya dalam konteks literasi keuangan digital.
Selama dua tahun terakhir, kerja sama antara SRCIS dan Bank NOBU diawali dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NOBU melalui ekosistem digital SRC melalui AYO yang telah dievaluasi di sekitar 1.100 toko binaan SRCIS (toko SRCIS). ) dengan jumlah di atas Rp 68 miliar. ) dan mitra toko grosir SRC di seluruh Indonesia.
Kini, hadirnya program KRUPUK diharapkan dapat membawa banyak manfaat dengan berbagai kemudahan khususnya bagi para pelaku UMKM yang mengajukan modal usaha.
Artikel Akses Permodalan UMKM Toko Kelontong Terus Dipermudah pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>