Artikel Mata Garuda dan USAID Dorong Guru Indonesia Raih Sertifikasi Pengajaran Internasional pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan profesional kepada para guru, termasuk penerima beasiswa LPDP, dan mendorong mereka untuk mengejar sertifikasi mengajar internasional sebagai langkah meningkatkan pendidikan di Indonesia.
Presiden Mata Garuda, Leonardo Gavaza, mengatakan upacara ini digelar untuk membekali para tenaga pengajar dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang sesuai standar internasional. “Program ini untuk membekali staf pengajar dengan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk memenuhi standar pengajaran global,” kata Leonardo.
Program ini akan menyediakan alat untuk membantu guru mengajar secara efektif di berbagai mata pelajaran. Para peserta akan dibekali kemampuan untuk meningkatkan kepercayaan diri profesionalnya dan pembukaan lapangan kerja terbaik di ajang internasional. Leonardo menegaskan, guru Indonesia membutuhkan kualifikasi global, seperti International Baccalaureate (IB), yang diharapkan mampu meningkatkan ilmu, memperkuat rasa percaya diri, dan memperluas karir di sekolah internasional, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Dengan keputusan internasional ini, Leonardo yakin guru Indonesia bisa mempunyai kesempatan lebih besar untuk mengajar di lembaga internasional, dan berpartisipasi lebih luas di dunia pendidikan. Leonardo menambahkan: “Program ini menjadikan tenaga pengajar sebagai orang-orang yang serba bisa, mampu menyelesaikan berbagai permasalahan pendidikan di Indonesia.”
Tak hanya itu, acara tersebut menghadirkan banyak pembicara yang berbagi pengalaman dan wawasannya mengenai karir profesional di tingkat internasional. Allyson Wainer, Direktur Pendidikan USAID, hadir sebagai pembicara utama untuk berbagi kebijakan, sumber daya, dan pengalaman yang membantu meningkatkan kualitas pendidikan. Allyson menekankan pentingnya melanjutkan pendidikan dan pengembangan profesional agar dapat berkembang di dunia.
Selain Allyson, perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia yakni Menteri Pendidikan Vokasi Ferry Maulana juga turut hadir memberikan pandangannya. Ferry mengatakan program ini selaras dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan mengembangkan tenaga pengajar global.
Kami juga percaya bahwa program ini akan mampu memberikan kekuatan kepada guru-guru Indonesia untuk terus mengembangkan keterampilannya dan mencari pekerjaan, tidak hanya di sekolah internasional di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Karena mereka memiliki kredibilitas internasional, staf pengajar Indonesia akan mendapatkan lebih banyak rasa hormat dan kredibilitas dalam skala global.
Mengenal Garuda LPDP sebagai organisasi beasiswa LPDP telah menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia melalui berbagai kegiatan, salah satunya adalah sertifikasi guru internasional. Mereka meyakini kerja sama dengan USAID ini dapat menghasilkan guru-guru yang berkualitas, mampu menerapkan metode pengajaran yang sesuai standar internasional, dan mampu menjawab permasalahan pendidikan di Indonesia saat ini.
Artikel Mata Garuda dan USAID Dorong Guru Indonesia Raih Sertifikasi Pengajaran Internasional pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel AS Dukung Upaya Pemerintah Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Didirikan pada tahun 2019, USAID EGSA bekerja sama dengan beberapa kementerian penting di Indonesia, termasuk BAPENA, Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Melalui program penting ini, USAID mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 menjadi negara maju dengan perekonomian berkelanjutan, berketahanan, dan inklusif. ,
“Amerika Serikat bangga mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 75 tahun hubungan kita. Melanjutkan kolaborasi ini, USAID EGSA bekerja sama dengan berbagai departemen dan lembaga untuk mendukung pencapaian tujuan Indonesia Emas 2045,” Direktur USAID Indonesia kata Jeff Cohen, Sabtu (19/19/2024) dalam siaran pers yang dikutip.
Eka Chandra Buana, Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik BAPENAS, menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan USAID EGSA. Ia mengatakan USAID telah membantu Bapenas dalam banyak hal, antara lain penyusunan peta jalan transformasi Provinsi Kepulauan Riau, penyiapan bantuan transformasi ekonomi di Kalimantan Timur, dan penghitungan dampak ekonomi terkait kebijakan ekonomi.
Semuanya menjadi dasar pembentukan rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2025-2029,” kata Eka Chandra Buana.
Direktur Perencanaan Pembiayaan Pembangunan BAPENAS Mada Dahana mengatakan USAID EGSA memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi sehingga memudahkan dalam mencari sumber yang tepat dan mumpuni untuk mendukung penelitian bersama dengan BAPENAS. Profesor Ali Berav, Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otoritas IKN, menambahkan bahwa USAID merupakan salah satu lembaga yang bekerja untuk mendukung Otoritas IKN.
“Dukungan USAID EGSA memungkinkan kami mendapatkan akses terhadap para ahli terbaik untuk menganalisis, memprediksi dan merencanakan pengembangan IKN pada tahap awal,” kata Ali Berav.
USAID EGSA mendukung pengembangan dokumen perencanaan strategis seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045 (RPJPN) serta menyempurnakan perencanaan dengan memperbarui IndoTERM Computable Common. Kriteria A Model ekonomi Capacity Equilibrium (CGE), identifikasi rencana dan instrumen alternatif pembiayaan pembangunan, dan pengembangan peta jalan transformasi ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau. Badan Pembangunan Internasional AS EGSA juga telah memberikan dukungan luas terhadap transformasi hijau dan digital (IKN) di ibu kota Indonesia.
USAID mengatakan dalam pernyataannya bahwa pihaknya akan terus mendukung pembangunan ekonomi Indonesia melalui kerja sama dengan pemerintah Indonesia, sektor swasta, dan masyarakat sipil. ,
Artikel AS Dukung Upaya Pemerintah Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>