Artikel JAHANGIR CIRCLE Ini Tiga Kontroversi Wasit Ahmed Al-Kaf yang Dinilai Gagalkan Kemenangan Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dalam pertandingan yang dimainkan di Stadion Nasional Bahrain, Kamis, Riffa melihat gol-gol dari Ragnar Oratmangoen (45+3′) dan Rafael Struick (73′) membuat Indonesia membalikkan keadaan menjadi 2-1 setelah sempat tertinggal berkat waktu luang Mohamed Maroon. tangga (15′).
Skor 2-1 untuk kemenangan Indonesia nyaris tercapai. Namun kemenangan itu buyar setelah Bahrain menyamakan kedudukan di menit akhir pertandingan (90+9′) lewat gol kedua Marhoon.
Gol Marhoon dirusak oleh keputusan kontroversial Al-Kaf. Shin Tae-yong, pelatih timnas Indonesia, malah marah dan mengecam tajam Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) atas keputusan wasit Oman yang dianggapnya “bias” pada konferensi pers pascalaga.
Shin mengatakan, jika AFC ingin sepak bola Asia maju, kualitas wasit juga harus ditingkatkan. Atas kejadian tersebut, PSSI akan melayangkan surat protes kepada FIFA terkait kepemimpinan wasit Al-Kaf yang memimpin pertandingan.
Berikut tiga keputusan kontroversial wasit yang memimpin pertandingan antara Bahrain dan Indonesia, dilansir kantor berita Antara
Waktu tambahan
Kemenangan Indonesia berantakan setelah perpanjangan waktu babak kedua dibatalkan oleh wasit keempat yang juga berasal dari Oman, Qasim Al-Hatmi, yang tercatat pada menit keenam dan tidak diselesaikan tepat waktu oleh Al-Kaf.
Perpanjangan waktu ini sebenarnya sedikit kontroversial karena di babak kedua tidak ada momen yang menghentikan pertandingan, kecuali selebrasi gol kedua Indonesia yang dicetak Rafael Struick pada menit ke-73.
Namun kenyataannya, perpanjangan waktu hampir sama dengan yang terjadi di babak pertama. Pada babak pertama wasit memberi waktu tambahan tujuh menit.
Perpanjangan waktu dinilai wajar karena pertandingan sempat terhenti beberapa kali, mulai dari momen sundulan yang melibatkan Malik Risaldi dan Waleed Al-Hayam serta selebrasi gol pertama Bahrain.
Al-Kaf kemudian menambahkan lebih dari tiga menit waktu tambahan tanpa alasan yang jelas, karena tidak ada hal penting yang terjadi selama perpanjangan waktu tersebut.
Alhasil, Bahrain mampu menyamakan kedudukan pada menit 90+9 lewat gol kedua Mohamed Marhoon memanfaatkan tendangan sudut.
Gol tersebut disambut dengan emosi gembira oleh seluruh pemain, ofisial, dan pendukung tuan rumah. Di sisi lain, gol Marhoon memanaskan pertandingan. Para pemain dan ofisial tim Indonesia protes kepada Al-Kaf karena tidak senang dengan keputusan mereka memberikan perpanjangan waktu tanpa alasan yang jelas.
Pemain cadangan Shayne Pattynama harus ditenangkan oleh staf teknis, sedangkan pelatih tim nasional Indonesia Sumardji mendapat kartu merah dari wasit Oman.
Bahkan, laga setidaknya seharusnya berakhir ketika Jay Idzes memblok tendangan pemain Bahrain, disusul sapuan Eliano Reijnders pada menit ke-90+7.
Wasit pun bisa bersiul panjang setelah momen itu, tepatnya saat serangan balik cepat yang dipimpin Witan Sulaeman gagal.
Namun wasit berusia 41 tahun itu tetap tegas. Ia kemudian meniup peluit panjang baru seusai kick-off pemain Indonesia, setelah Bahrain menyamakan kedudukan, tepatnya pada menit ke-90+11.
Sangat mudah untuk menghina Indonesia
Selama lebih dari 100 menit memimpin pertandingan Bahrain kontra Indonesia, wasit Al-Kaf juga dengan mudah mengambil keputusan sepihak yang merugikan Indonesia.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Ini Tiga Kontroversi Wasit Ahmed Al-Kaf yang Dinilai Gagalkan Kemenangan Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Arya Sinulingga Bantah Klaim Sekjen AFC PSSI Belum Kirim Protes Resmi Soal Wasit pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kami membutuhkan PSSI untuk mengklarifikasi apa yang mereka keluhkan, apakah itu kinerja, manajemen waktu atau masalah spesifik lainnya. Kami telah mendengar berbagai laporan tetapi keluhan tersebut harus rinci,” kata Sekretaris Jenderal AFC Windsor John kepada New Straits Times.
Ahmed Al Kaf diyakini telah mengambil sejumlah keputusan kontroversial yang menguntungkan Bahrain sebagai tuan rumah. Puncaknya adalah ketika wasit asal Oman memperpanjang masa tambahan waktu dari enam menjadi sembilan menit tanpa alasan.
Akibat keputusan tersebut, Bahrain berhasil menyamakan kedudukan pada menit 90+9 dan memaksa Timnas Indonesia tak mampu meraih kemenangan karena skor akhir menjadi 2-2.
PSSI sendiri memprotes pernyataan mereka tentang kepemimpinan Ahmed Al Kaf, bahkan beberapa saat setelah berakhirnya pertandingan Bahrain vs Indonesia.
Melalui akun Instagramnya, Arya mengatakan, surat tersebut dikirimkan oleh Manajer Timnas Indonesia Sumardji dan telah diterima oleh komisaris pertandingan pada 10 Oktober pukul 22:04 waktu setempat.
“Saya juga bingung dengan Sekjen AFC. Pada 10 Oktober, sesaat setelah pertandingan, Pak Sumardji mengatakan kepada komisaris pertandingan bahwa waktunya lebih lama dari 96 menit lho. Tanda tangan Pak Sumardji diterima oleh komisaris pertandingan, ucap Arja sambil menunjukkan surat protes yang dikirimkan. Sumarji.
Arya pun mengungkapkan, PSSI mengirimkan surat protes ke FIFA keesokan harinya.
“Tanggal 11 kita kirim lagi, malah ke FIFA. Ada dua poin protes kita, perpanjangan waktu bermain. Kedua, persoalan kita kenapa wasti juga dari Timur Tengah,” imbuhnya.
Lebih lanjut Arya menyatakan, surat protes PSSI melalui email telah diterima AFC.
Lebih lanjut, Arya berharap AFC dan FIFA menyikapi surat pengaduan PSSI terkait pengelolaan wasit Ahmed Al Kaf.
“Kami berharap AFC memprosesnya, jangan katakan tidak pada protes kami. Karena kami sudah protes dan mengirim surat, bahkan ke FIFA. Kami sudah menjalankan prosedur prosedural,” imbuhnya.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Arya Sinulingga Bantah Klaim Sekjen AFC PSSI Belum Kirim Protes Resmi Soal Wasit pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Media Singapura: Timnas Indonesia ‘Dirampok’ pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>CNA menerbitkan artikel berjudul ‘Perampokan Hilang’: Masyarakat Indonesia Marah Karena Kalah Seri, Menggagalkan Kemenangan Negara Tuan Rumah di Kualifikasi Piala Dunia yang Bersejarah.
Waktu setempat, Kamis 10 Oktober 2024, Indonesia harus merelakan keunggulan setelah Bahrain mencetak gol penyeimbang pada menit ke-99, lapor CNA.
Pertandingan yang semula seharusnya hanya berlangsung enam menit, tak serta merta diakhiri oleh wasit asal Oman, Abu Bakr Al-Kaf. Dia menghentikan permainan setelah empat menit perpanjangan waktu. Pada menit ke-99, Muhammad Maroun mencetak gol sepak pojok sehingga membuat skor menjadi 2:2. Hal ini ditentang keras oleh para pemain dan ofisial Indonesia.
Ketidakpuasan tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Aria Senolinga. “Kami sangat kecewa dengan cara wasit menangani pertandingan,” ujarnya kepada Bolasport.com. Dia terus melanjutkan permainan sampai Bahrain mencetak gol.
Pelatih tim Indonesia, Shin Tai Yong pun mengungkapkan rasa tidak senangnya. “Kedua tim bermain bagus hingga final. “Tetapi saya harus mewaspadai keputusan memalukan yang diambil wasit,” kata pelatih asal Korea Selatan itu dalam konferensi pers pascalaga.
“Jika AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) ingin maju, keputusan wasit harus diperbaiki,” imbuhnya. Ia menyebut keputusan wasit terkesan sepihak dan membuat marah para pemain Indonesia.
Pertandingan tersebut pun menuai kemarahan para pecinta sepak bola Tanah Air, termasuk sejumlah selebriti, di media sosial. Atta Halinter, selebriti jejaring sosial dengan lebih dari 40 juta pengikut di Instagram, berkata, “90+6 = 99?!? Sementara itu, pengguna X, Elvicto.id, mengklaim “Indonesia telah dirampok.”
Sehubungan dengan pengaduan resmi yang dapat disampaikan, PSSI berharap kejadian ini dapat menjadi perhatian pihak berwenang untuk perbaikan lebih lanjut. Situasi ini menimbulkan kontroversi dan tantangan bagi sepak bola Indonesia di kancah internasional.
Artikel ini ditulis dengan bantuan kecerdasan buatan dan melalui proses penyuntingan editorial.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Media Singapura: Timnas Indonesia ‘Dirampok’ pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Media Asing Beritakan Wasit Kontroversial Bahrain vs Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>CNA menilai wasit tidak mengakhiri pertandingan sesuai perpanjangan waktu yang diberikan. Dengan kata lain, hingga tiga menit lebih lambat dari yang diperlukan.
Keputusan tersebut, menurut CNA, membuat Bahrain bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2 sehingga membuat Indonesia tidak bisa meraih kemenangan. Laga kemarin bisa jadi menjadi kemenangan pertama Indonesia di babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 kawasan Asia.
Wasit pun langsung mengakhiri pertandingan saat Indonesia memulai pertandingan, tanpa jeda kedua, sehingga menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak, terutama dari dalam negeri.
Dalam pemberitaan tersebut terdapat kutipan anggota PSSI EXCO Arya Sinalingga yang berjanji akan melayangkan surat protes ke AFC. CNA juga mengutip pernyataan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong dalam konferensi pasca pertandingan bahwa ia mengkritik kinerja wasit dalam pertandingan tersebut.
Kabar tersebut juga memuat komentar netizen yang mengungkapkan kekesalannya, seperti YouTuber Ata Halilinter. Selain mengungkapkan rasa kecewa dan marah, beberapa netizen juga memberikan dukungan dan mengungkapkan rasa bangganya terhadap penampilan tim Indonesia.
Berikutnya, Indonesia akan melakoni laga keempat Grup C babak ketiga kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 kawasan Asia melawan China pada Selasa pekan depan.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Media Asing Beritakan Wasit Kontroversial Bahrain vs Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>