Artikel Genjot Infrastruktur, Waskita Fokus Inovasi dan Keberlanjutan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Waskita telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan infrastruktur nasional, antara lain 57 proyek konektivitas seperti jalan tol dan jembatan, 23 proyek infrastruktur perairan seperti bendungan, serta 23 proyek infrastruktur perairan,” kata Oho pada demonstrasi masyarakat di Jakarta. Selasa (26) Ada enam proyek EPC yang terlibat.” /11/2024).
Oho mengatakan Wasquita telah berkontribusi lebih dari 800 kilometer atau 40 persen terhadap total panjang jalan tol nasional sehingga mengurangi waktu tempuh masyarakat hingga 50 persen. Selain PSN, lanjut Oho, Waskita juga berperan penting dalam pembangunan Ibu Kota Negara Republik Indonesia (IKN).
“Perusahaan saat ini sedang menangani 12 proyek senilai Rp 8,1 triliun, dengan progres empat dari lima proyek besar IKN seperti Gedung Sekretariat Negara dan Jalan Tol IKN Seksi 5A mencapai di atas 90 persen,” kata Whoah.
Waskita, lanjut Oho, berkomitmen menyelesaikan seluruh proyek IKN tepat waktu agar dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung percepatan pembangunan di daerah. Total saat ini perseroan sedang mengerjakan 69 proyek senilai Rp 44,4 triliun dan 60 persennya merupakan proyek konektivitas, kata Ohno.
“Kedepannya Vasquita Carya siap mendukung Esta Sita Presiden dengan mengembangkan infrastruktur yang mendukung kemandirian negara melalui swasembada pangan dan air,” tambah Oho.
Ohno mengatakan Wascita masih mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp 6,8 triliun hingga Oktober 2024. Dalam laporan keuangan kuartal III 2024, Oho menyebut, Waskita melaporkan total pendapatan sebesar Rp 1,03 triliun atau meningkat 33,18 persen dibandingkan periode yang sama. kuartal sebelumnya. Periode yang sama tahun lalu. Apalagi, EBITDA perseroan melonjak 141% menjadi Rp 609 miliar.
Oho mengatakan margin laba kotor (GPM) perseroan juga meningkat menjadi 15,19% dibandingkan 9,90% pada kuartal III tahun lalu. Ohno mengatakan EBITDA Vasquita juga diperkirakan meningkat 141 persen dari Rp 252 miliar menjadi Rp 609 miliar pada September 2024.
“Vasquita berkomitmen menjaga stabilitas usaha setelah menandatangani restrukturisasi 21 kreditur perbankan dengan jumlah utang sebesar Rp 26,37 triliun yang merupakan bagian dari perjanjian MRA,” lanjut Oho.
Oho mengatakan Waskita mendapat persetujuan dari lima kreditur perbankan untuk perubahan besar Perjanjian Penjaminan KMK (KMKP) senilai Rp 5,2 triliun. Oho mengatakan upaya restrukturisasi tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan.
Oho menambahkan, “Menteri BUMN Eric Thohir juga memuji langkah Vasquita. Menurut dia, kerja keras perusahaan selama dua tahun terakhir membuahkan hasil yang signifikan.”
Oho melanjutkan, Vasquita juga mendapat persetujuan atas tiga dari empat seri obligasi tanpa jaminan yang dibayarkan kupon restrukturisasi dan kupon standstill. Terkait dengan serangkaian obligasi tanpa jaminan yang belum disetujui, kata dia, perseroan terus melakukan komunikasi intensif dengan pemegang obligasi dan wali amanat.
“Pengalihan tersebut harus mendapat persetujuan pada rapat umum pemegang obligasi berikutnya,” tambah Oho.
Menghadapi perkembangan teknologi, Wasquita telah menerapkan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM) untuk efisiensi konstruksi dan deteksi retakan trotoar Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi kerusakan jalan, kata Ohno. Ia menambahkan, “Selain inovasi teknologi, Vasquita juga memasukkan prinsip-prinsip lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) ke dalam proses bisnisnya, seperti penggunaan produk ramah lingkungan, pengurangan emisi karbon melalui reboisasi dan penerapan sistem manajemen anti suap.”
“Vasquita kini fokus pada lima strategi utama, yaitu keberlanjutan finansial, penguatan bisnis inti sebagai penyedia jasa konstruksi, disinvestasi sisa ruas tol, penguatan manajemen dan penggunaan sumber daya manusia,” kata Oho.
Artikel Genjot Infrastruktur, Waskita Fokus Inovasi dan Keberlanjutan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Raih Rekor MURI, Waskita Karya Ungkap Progres LRT Jakarta Fase 1B Hampir 35 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kedua rekor MURI tersebut meliputi kategori Desain dan Pembangunan Stasiun LRT Tercepat serta Uji Kereta Layang Tercepat. Dijelaskan, sejak peletakan pondasi pada 30 Oktober 2023, proyek ini telah melalui berbagai tahapan mulai dari pengangkatan balok pertama pada 20 April 2024 hingga uji lintasan pertama pada 30 September.
Diketahui, PT Jakarta Propertindo selaku pemilik proyek LRT Jakarta telah menunjuk KSO Waskita Nindya LRS sebagai kontraktor umum pembangunan LRT Jakarta Velodrome-Manggarai fase 1B melalui proses tender. Seluruh anggaran pembangunan sebesar Rp4,1 triliun berasal dari penanaman modal daerah (PMD) PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dari APBD DKI Jakarta.
Manajer MURI Triyono menilai Waskita Karya merupakan salah satu BUMN konstruksi yang selalu berinovasi dalam pembangunan infrastruktur. Menurutnya, hal ini menunjukkan perseroan mempunyai keahlian dan semangat untuk terus memberikan yang terbaik.
Selama pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B, Waskita menunjukkan pengoperasian yang cepat dan optimal. “Dibandingkan pembangunan LRT lain yang biasanya uji cobanya memakan waktu satu hingga dua tahun, yang ini (LRT Jakarta Fase 1B) hanya membutuhkan waktu 316 hingga 360 hari,” jelas Triyono usai menerima penghargaan rekor MURI di lokasi proyek di Jakarta.
Ia mengatakan, ke depan Waskita berpotensi kembali meraih rekor MURI melalui berbagai proyek pengembangannya. Apalagi jika kita terus berinovasi dan memberikan banyak manfaat kepada masyarakat melalui industri konstruksi.
Direktur Operasi Waskita Karya I Ari Asmoko yang hadir pada acara penyerahan pemecahan rekor MURI proyek LRT Jakarta Fase 1B mengatakan, keberhasilan tersebut bukan hanya prestasi Waskita saja, tapi juga kebanggaan seluruh Indonesia. Lanjutnya, perusahaan selalu mengedepankan inovasi, efisiensi dan ketepatan waktu dalam setiap proyek.
Biasanya secara teori kita melakukan akselerasi, namun wujud nyata dari pencapaian akselerasi tersebut disempurnakan dengan mencatatkan rekor MURI,” jelas Ari dalam keterangan resmi yang dirilis, Jumat (8/11/2024). . .
Dia mengungkapkan, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B kini mencapai 34,58%. Perusahaan terus melakukan pengembangan secepatnya agar masyarakat dapat segera memanfaatkannya.
Oleh karena itu, kami berharap dengan penghargaan ini kita semakin semangat mempersembahkan infrastruktur terbaik di negeri ini. Kita juga semakin meningkatkan kontribusi nyata bagi kemajuan negara, tegas Ari.
Ia menambahkan, pada awal bulan lalu, Waskita juga menerima dua rekor MURI untuk proyek gedung apartemen ASN 3 milik IKN. Dengan adanya penghargaan ini, perseroan berkontribusi terhadap pencapaian hasil rekor MURI Kementerian Konstruksi yang hingga saat ini mencapai 40 rekor.
Artikel Raih Rekor MURI, Waskita Karya Ungkap Progres LRT Jakarta Fase 1B Hampir 35 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>