Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

CIRCLE NEWS Teater Musikal Tanah Yang Dipenjara Serukan Kepedulian dan Kemerdekaan Palestina - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Hiburan

CIRCLE NEWS Teater Musikal Tanah Yang Dipenjara Serukan Kepedulian dan Kemerdekaan Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dompet Dhuafa bersama Yayasan Titimangsa menampilkan teater musikal “Tanah Penjara: Menggalang Suara untuk Palestina” di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (3 Oktober 2024) malam. Pertunjukan ini merupakan upaya bersama untuk terus menyerukan minat dan dukungan terhadap rakyat Palestina yang saat ini diduduki Israel.

Read More : Unilever Digugat karena Bungkam Ben & Jerry’s Soal Gaza

Pertunjukan yang terdiri dari tiga bagian ini menyuguhkan dua realitas simultan kepada penonton: perjuangan masyarakat Gaza dan kehidupan sehari-hari yang nyaman di Jakarta. Salah satu adegan yang paling mengharukan adalah saat tokoh Diva, seorang pekerja kantoran asal Jakarta, duduk di meja makan sambil menonton TV. Meski hidupnya bukannya tanpa masalah, ia tetap bisa menyantap makanan kesukaannya, menonton serial dan film di apartemennya, serta berbelanja online.

Sementara itu, Hassan dan Abdel yang disebut-sebut merupakan ayah dan anak Palestina harus berjuang menyelamatkan diri dari serangan bom Israel. Tidak ada makanan favorit, tidak ada televisi, atau bahkan rumah; yang ada hanyalah perang, kesakitan, ketakutan, dan kehilangan.

Pertunjukan ini semakin berkesan karena setiap adegan diiringi oleh ‘Di Seberang Sana’ karya Pusaka dan ‘Jiwaku Sekuntum Bunga Kemboja’ karya Panji Sakti.

Berdurasi 45 menit, “Tanah Pririsoned” dipercantik dengan musik adaptasi puisi karya Marcella Zalianty, Zelqueen Insyroh Suaka, Guzelya Marisova, dan Tere. Dilanjutkan dengan orasi kemanusiaan oleh Juperta Panji Utama, Suriya Rahman Muhammad, Muhammad Husni Abdul Fattah dan Agus Iduar Jumhadi.

Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan pementasan ‘Tanah Penjara’ merupakan upaya untuk menggambarkan secara lebih realistis penderitaan yang dihadapi warga Palestina. Ia pun berharap penampilan ini bisa menyentuh hati penonton agar bisa terus membela Palestina.

“Malam ini, Teater Musikal Imprisoned Lands: Raising Voices for Palestine mengundang Anda semua untuk merasakan jauh di lubuk hati Anda, untuk bertobat dan mengatasi perasaan bahwa umat manusia tidak mengenal batas.” “Apa yang terjadi di Palestina adalah kekejaman kemanusiaan,” kata Ahmad Juwaini saat membuka acara, Kamis (10 Maret 2024).

Ahmad mengatakan genosida yang dilakukan Israel telah menewaskan 41.000 warga Palestina dan melukai ratusan ribu lainnya selama setahun terakhir. Oleh karena itu, ia menyerukan umat Islam dan komunitas global untuk bersatu menyerukan perdamaian dan kemerdekaan bagi Palestina.

“Kami ingin mengajak kita semua untuk bergandengan tangan, bersuara lantang, dan berseru kepada dunia bahwa mereka masih ada dalam harapan yang goyah akan kemerdekaan dari kolonialisme. “Bebaskan Palestina,” tegas Ahmad.

Read More : Reuni Pilu One Direction di Pemakaman Liam Payne

Happy Salma, Direktur Titimansa Foundation, mengatakan pertunjukan ini merupakan jembatan yang dapat menggerakkan hati manusia untuk melawan ketidakadilan. Ia berharap pertunjukan ini dapat menggugah penonton dan memancing refleksi mendalam tentang pentingnya kebebasan dan persaudaraan di antara masyarakat.

“Ketika kita berbicara untuk Palestina, kita berbicara tentang kemanusiaan. Yang tertindas, yang terampas, kita bersama mereka,” kata Happy.

Seluruh hasil penjualan tiket ‘Tanah Penjara’ akan disumbangkan untuk program kemanusiaan Palestina. Dompet Dhuafa telah peduli terhadap Palestina sejak tahun 2000. Palestina yang belum menikmati perdamaian sejak tahun 1948 mendapat perhatian khusus sejak Domfet Duafa didirikan pada tahun 1993.

Dompet Duafa telah terlibat langsung dalam berbagai program dukungan, antara lain pembangunan Bank Makanan Gaza, Sekolah Gaza, Rumah Sakit Hebron, dan beberapa dukungan logistik utama. Dompet Dhuafa juga memulai gerakan Al Quds yang bertujuan untuk menggalang dukungan dan menyuarakan keprihatinan terhadap Palestina.

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *