Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Transportasi Penting Bagi Kelas Menengah, Ojol Dinilai Masih Layak Dapat BBM Subsidi - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Lifestyle

Transportasi Penting Bagi Kelas Menengah, Ojol Dinilai Masih Layak Dapat BBM Subsidi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Eksekutif Pusat Reformasi Ekonomi Indonesia (CORE) Mohammad Faisal menjawab pertanyaan tentang pemisahan ojek online dari kelompok penerima subsidi bahan bakar minyak (BBM). Faisal berpendapat lain.

Read More : Tips Lifestyle Memilih Parfum Sesuai Kepribadian Unik

Ia yakin Ojol masih sangat membutuhkan BBM bersubsidi. Mengapa ini? Sebab, ojol merupakan salah satu alat transportasi penting, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Daya beli masyarakat kelas menengah saat ini sedang menurun sehingga perlu dilakukan subsidi dan insentif lainnya. Tidak ada subsidi langsung seperti bansos. Kelas menengah tidak harus seperti itu, tapi setidaknya untuk transportasi yang terjangkau. , agar mereka bisa melakukan aktivitas – aktivitas produktif seperti bekerja dan sebagainya,” kata Faisal kepada Republika.co.id, Kamis (28/11/2024).

Ia yakin jika mereka tidak mendapat dukungan, daya beli mereka akan semakin terpuruk. Dampaknya akan lebih besar lagi bagi perekonomian, bagi konsumsi nasional. Sebab, kelompok kelas menengah merupakan yang terbesar.

Kontribusi kelas menengah terhadap konsumsi juga paling besar. “Kelas menengahnya 40 persen, potensi kelas menengahnya 44 persen, totalnya 84 persen. dan masyarakat kelas bawah, maka justru akan memperumit lagi keadaan masyarakat,” kata Faisal.

Read More : MNC Bank Gandeng Filantra Dukung SDGs Lewat Konservasi Hutan Mangrove

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *