Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Amerika Deteksi Flu Burung H5N1 pada Babi untuk Pertama Kali - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Kesehatan

Amerika Deteksi Flu Burung H5N1 pada Babi untuk Pertama Kali

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta – Flu burung H5N1 telah terkonfirmasi di sebuah peternakan babi di Oregon, Amerika Serikat (USDA) mengatakan ini pertama kalinya virus tersebut teridentifikasi pada babi di Amerika Serikat.

Babi menjadi perhatian khusus dalam penyebaran flu burung karena mereka dapat tertular virus burung dan manusia secara bersamaan, sehingga berpotensi menimbulkan jenis virus baru dan lebih mematikan. Richard Wiebe, ahli virologi di Rumah Sakit Penelitian Anak St. Jude yang meneliti flu hewan dan burung untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan babi adalah sumber dan terkait dengan flu H1N1 tahun 2009-2010. Pada penyakit influenza lainnya.

Namun, menurutnya, deteksi virus H5N1 di peternakan kecil kurang berbahaya dibandingkan deteksi virus di peternakan babi komersial.

“Saya kira hal itu mungkin tidak meningkatkan risiko banyak, tapi tentu saja jika virus mulai menyebar pada babi, maka risikonya akan meningkat,” ujarnya, seperti dilansir Reuters, Jumat (1/11/2024).

Untuk mencegah penyebarannya, peternakan di Oregon telah dikarantina, dan hewan lain di sana, termasuk domba dan kambing, berada di bawah kendali USDA. Babi dan ayam di peternakan juga dibunuh untuk mencegah penyebaran virus dan memungkinkan pengujian lebih lanjut terhadap babi tersebut.

“Kasus ini berasal dari unggas liar dan bukan dari peternakan unggas atau sapi perah. “Migrasi burung liar membawa flu burung ke unggas dan ternak,” kata juru bicara USDA.

Temuan tersebut juga menjadi salah satu faktor yang mendorong USDA meningkatkan pengawasan flu burung dengan melakukan pengujian susu mentah secara nasional. Menurut USDA, babi di peternakan Oregon tidak dimaksudkan untuk pasokan makanan komersial. Namun, hasil ini juga memberikan tekanan pada harga daging babi di Chicago Mercantile Exchange.

Mary Callahan, seorang profesor kedokteran hewan di Universitas Minnesota yang meneliti virus flu babi, mengatakan temuan ini merupakan peringatan bagi peternak babi untuk mewaspadai lebih banyak infeksi. “Masyarakat perlu mulai merevisi rencana mereka untuk menghadapinya jika hal itu terjadi pada kawanan lain dan kelompok lain. Babi sangat pandai tertular virus flu,” kata Callahan.

Tahun ini, flu burung telah terkonfirmasi pada 36 orang sementara virus tersebut telah menyebar pada sekitar 400 ternak di wilayah tersebut. Kecuali satu orang, semua yang terinfeksi adalah pekerja peternakan yang melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

Sejak tahun 2022, virus ini telah membunuh lebih dari 100 juta unggas dalam epidemi flu burung yang parah.

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *