Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

JAHANGIR CIRCLE Aplikasi Telegram Disebut Jadi Sarang Jual Beli Data Ilegal di Asia Tenggara - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Teknologi

JAHANGIR CIRCLE Aplikasi Telegram Disebut Jadi Sarang Jual Beli Data Ilegal di Asia Tenggara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jaringan kriminal di Asia Tenggara banyak menggunakan aplikasi perpesanan Telegram, yang telah mengubah cara kejahatan terorganisir melakukan aktivitas ilegal di seluruh dunia. Demikian pernyataan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) pada Senin (7/10/2024).

Menurut UNODC, data yang diretas termasuk rincian kartu kredit, kata sandi, dan riwayat penelusuran browser dijual secara terbuka dalam skala besar di saluran Telegram. Selain itu, alat yang digunakan untuk kejahatan dunia maya, termasuk perangkat lunak canggih dan malware pencuri data, juga banyak dijual. Pertukaran kripto ilegal juga menawarkan layanan transfer uang Telegram.

“Ada indikasi kuat bahwa pasar data gelap berpindah ke Telegram, dengan penjual yang berupaya menyasar kelompok kejahatan terorganisir transnasional yang berbasis di Asia Tenggara,” demikian laporan Reuters, Selasa (10/8/2024).

Asia Tenggara tampaknya menjadi pusat industri bernilai miliaran dolar yang menargetkan korban di seluruh dunia dengan skema penipuan. Menurut laporan UNODC, banyak dari entitas ini dijalankan oleh kelompok yang diduga berasal dari Tiongkok yang beroperasi di kompleks yang dijaga ketat dan mempekerjakan pekerja ilegal.

“Industri ini menghasilkan antara US$27,4 miliar hingga US$36,5 miliar per tahun,” kata UNODC.

Benedikt Hofmann, wakil perwakilan UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik, mengatakan aplikasi tersebut adalah tempat yang mudah dideteksi oleh para penjahat. “Bagi konsumen, ini berarti data mereka berisiko lebih besar digunakan untuk penipuan atau aktivitas kriminal lainnya dibandingkan sebelumnya,” kata Hoffman.

UNODC mengatakan telah mengidentifikasi lebih dari 10 penyedia layanan perangkat lunak canggih yang secara khusus menargetkan kelompok kriminal yang terlibat dalam penipuan dunia maya di Asia Tenggara.

Laporan ini ditambahkan ke daftar kontroversi aplikasi perpesanan. Prancis baru-baru ini menuntut pendiri Telegram Pavel Durov berdasarkan undang-undang baru karena diduga mengizinkan aktivitas kriminal beroperasi di platform tersebut.

Durov, kelahiran Rusia, ditangkap di Paris pada bulan Agustus dan didakwa melakukan aktivitas kriminal di tempat kejadian, termasuk penyebaran gambar pelecehan anak. Penangkapan tersebut menyoroti pertanggungjawaban pidana penyedia aplikasi sekaligus memicu perdebatan tentang batasan antara kebebasan berpendapat dan penegakan hukum.

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *