Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi Sasar Kelompok Bawah - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Edukasi

Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi Sasar Kelompok Bawah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Perencanaan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy berencana meningkatkan perekonomian kelompok masyarakat berpendapatan rendah.  

Mari kita bahas bagaimana menjaga pertumbuhan ekonomi, menjaga inflasi, dan yang paling penting, pertumbuhan (ekonomi) kelompok bawah ini, ujarnya dalam acara CORE Economic Outlook 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu.

Kini, ia menjelaskan bagaimana pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh di tengah ketidakpastian global.

Pada tahun 2015-2019, pertumbuhan ekonomi meningkat rata-rata sebesar 5,03 persen, kemudian turun di masa pandemi Covid-19, kemudian pulih dengan cepat hingga kembali tumbuh sebesar 5,03 persen pada triwulan III tahun 2024.

Begitu pula dengan neraca pembayaran Indonesia triwulan III-2024 yang tercatat berimbang sebesar 5,9 miliar dolar AS, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 1,71 persen secara tahunan pada tahun berjalan (yoy) dan cadangan devisa sebesar 151,2 miliar dolar AS. uang pada bulan Oktober 2024, dan BI-Average 6 persen pada bulan November 2024.

Menurut Rachmat, pertumbuhan ekonomi menjadi faktor utama dalam mencapai transformasi ekonomi. Oleh karena itu, tahun 2025 sebaiknya dijadikan landasan masa pemulihan ekonomi.

“Ini (terbang ke 2025) bisa menjadi alasan kita untuk terbang, sekaligus kita bisa pastikan penerbangan ekonomi kita tetap terjaga dan bukan penerbangan ekonomi, lompat-lompat lagi. Tapi lompatan ini cukup untuk kita hindari. jangka waktu yang lama,” kata Menteri Perencanaan Nasional.

Di sisi lain, situasi perekonomian negara menghadapi permasalahan yang sulit karena jumlah kelas menengah sedikit dan jumlah kelas menengah bawah lebih besar, serta pertumbuhan penduduk miskin tidak terlalu besar dan sangat besar. kelas ekonomi pun tidak sedikit.

“Dalam situasi seperti ini kita perlu menjaga bagaimana kelompok bawah berkembang, bagaimana kelompok bawah menjaga agar tidak terpuruk lagi, bagaimana kelompok menengah menjadi penopang kita. , hingga terbebas dari kelas menengah,’ kata Kepala Bappenas.

Saat ini Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terus menurun hingga Februari 2024 sebesar 4,82 persen atau 0,63 poin persentase dibandingkan Februari 2023. Jumlah penduduk bekerja sebanyak 142 juta orang.

Namun sektor pertanian tetap menyerap tenaga kerja sebanyak 28,64 persen dari total penduduk bekerja, disusul sektor komersial sebesar 19,05 persen, dan sektor manufaktur sebesar 13,28 persen.

Situasi ini dinilai tidak terlalu menggembirakan karena mereka yang bekerja di bidang pertanian tidak bisa memperoleh penghasilan yang tinggi. Secara khusus, petani di bidang pertanian dianggap berpenghasilan lebih rendah dan menjadi alat untuk mendukung kelompok lain.

“Kita tahu sekarang harga petani dijaga tetap rendah, harga hasil pertanian tidak lepas dari peraturan yang ada. Beras rendah, jagung rendah, pakan ternak rendah, hasil rendah, dll. (Keadaan) pertanian kita seperti itu, kalau sektor tenaga kerjanya ada, maka persoalan kita tidak mudah untuk meningkatkan pendapatannya,” ujarnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *