Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Dokter: Pemberian Kental Manis pada Anak Bisa Ganggu Preferensi Rasa - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Kesehatan

Dokter: Pemberian Kental Manis pada Anak Bisa Ganggu Preferensi Rasa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ahli Gizi Dr. Davrina Rianda, M.Gizi mengatakan pemberian makanan kental manis kepada anak dapat berdampak pada preferensi rasa. Hal ini membuat perilaku mengonsumsi makanan atau minuman manis berpotensi menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan.

Ia mengingatkan, usia anak-anak merupakan masa kritis di awal kehidupan yang akan menentukan preferensi terhadap rasa apa yang disukainya. Oleh karena itu, menurutnya, susu kental manis tidak disarankan diberikan kepada anak dalam jumlah berapa pun.

Kalau boleh saya bilang, tidak boleh (memberikan susu kental manis pada anak). Karena sebenarnya sama dengan mengenalkan es teh manis pada anak. Kita perlu melihat yang manis-manis. Gula kental dibandingkan gula pasir, mungkin lebih mudah melihatnya karena kandungan gulanya tinggi,” kata Davrina dalam diskusi online yang diselenggarakan Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (Copmas) di Jakarta, Kamis (7)./11/ 2024).

Peneliti Human Nutrition Research Center (HNRC) IMERI-FKUI mengatakan, sistem kerja otak pada usia anak sebenarnya belum mampu mengendalikan keinginan untuk tidak mengonsumsi makanan/minuman manis karena alasan rasional. Berbeda dengan orang dewasa yang mampu mengambil keputusan setelah mengetahui berbagai konsekuensinya.

“Anak-anak tidak bisa mengendalikan keinginan untuk, ‘Oh, ini (makan makanan kental manis) tidak boleh karena nanti saya punya risiko metabolisme.’ Anak-anak masih belum bisa sampai ke sana (proses kognitifnya). “Harus dijelaskan secara nyata, tidak boleh konsep yang abstrak,” jelas Davrina.

Berdasarkan hal tersebut, tambahnya, akan lebih sulit mengembalikan preferensi rasa yang lebih baik pada anak jika orang tua sudah dikenalkan dan diberikan makanan kental manis.

Davrina mengamini bahwa mengubah persepsi masyarakat bahwa susu kental manis bukanlah produk olahan susu merupakan sebuah tantangan tersendiri. Oleh karena itu, dia sepakat, produk tersebut sebaiknya disebut dengan susu kental manis (SCM) karena produk tersebut tidak berubah menjadi susu setelah diolah dengan air.

Susu murni mengandung kalsium dan vitamin lainnya, sedangkan susu kental manis tidak mengandung nutrisi tersebut. Ia mencatat bahwa empat sendok makan susu kental manis setara dengan 19 gram gula.

Kebiasaan mengonsumsi makanan/minuman manis sejak dini berkorelasi kuat dengan risiko obesitas atau kelebihan berat badan, yang kemudian disusul dengan potensi diabetes. Davrina mengatakan, kebiasaan minum susu kental manis juga dikaitkan dengan risiko penyumbatan. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena dapat menghambat tumbuh kembang anak.

“Orang tua belum tahu kalau di awal kehidupannya, metabolisme bayi sudah terprogram. Jadi kalau misalnya ada kelainan di awal kehidupan, maka akan berdampak jangka panjang. Itu akan menjadi risiko diabetes. dan penyakit tidak menular lainnya,” kata Davrina.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *