Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Inflasi Oktober 2024 Tercatat 1,71 Persen, Gubernur BI Pastikan Sasaran Inflasi Terpenuhi - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Bisnis

Inflasi Oktober 2024 Tercatat 1,71 Persen, Gubernur BI Pastikan Sasaran Inflasi Terpenuhi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia Perry Varjio mengungkapkan laju inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 1,71 persen (yoy) pada Oktober 2024 atau setara dengan target inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen mengungkapkan, angka inflasi tersebut dipengaruhi oleh laju inflasi inti yang terkendali sebesar 2,21 persen (yoy), serta inflasi pangan (VF) yang tidak berubah yang terus menurun menjadi 0,89 persen (yoy).

Perry mengatakan dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (20/11): “Rendahnya variabel inflasi pangan membantu peningkatan pasokan pangan seiring dengan berlanjutnya musim panen, begitu pula dengan GNPIP. Bagaimana koordinasi antara TPIP/TPID untuk mengendalikan inflasi” / 2024).

Ia juga mengatakan, dampak basic effect terhadap harga pangan juga turut mendukung penurunan tersebut. Secara lokal, inflasi IHK di sebagian besar wilayah Indonesia tercatat terkendali dalam rentang sasaran inflasi nasional.

“Ke depan, kami meyakini laju inflasi CPI akan tetap terkendali dari target sebesar 2,5±1 persen, dengan laju inflasi utama disebabkan oleh membaiknya ekspektasi inflasi, potensi perekonomian yang besar, dan dampak positif dari digitalisasi. ,” jelas Perry.

Pak Perry juga menekankan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat kebijakan moneter untuk memastikan tingkat inflasi tetap stabil pada target pada tahun 2024 dan 2025, serta mendukung pertumbuhan perekonomian.

 Berdasarkan hasil rapat Dewan Gubernur (RDG) pada November 2024, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga sebesar 6,00 persen, suku bunga deposit facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 6,75 persen. persen. Keputusan tersebut sejalan dengan pedoman kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali pada sasaran 2,5 ± 1 persen pada tahun 2024 dan 2025, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Fokus kebijakan moneter ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupee dari dampak ketidakpastian geopolitik dan perekonomian yang meningkat seiring dengan perkembangan politik di Amerika Serikat. Dalam waktu dekat, Bank Indonesia akan memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah dan prospek Inflasi, serta data dan tren perkembangan, Kaji ulang kebijakan penurunan suku bunga lebih lanjut.

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *