Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Nasib Pertumbuhan Kredit Indonesia Terseok-Seok 10 Tahun Terakhir - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Lifestyle

Nasib Pertumbuhan Kredit Indonesia Terseok-Seok 10 Tahun Terakhir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Jenderal Pengawasan Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan, dalam sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan pinjaman perbankan Indonesia berkisar antara 7-12 persen, jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya. periode ini mencapai 20 persen. Diane mengidentifikasi beberapa faktor yang berkontribusi terhadap penurunan tajam tingkat pertumbuhan pinjaman.

“Pada periode sebelum tahun 2013, pinjaman perbankan Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi, bahkan di atas 20 persen. Hal ini disebabkan oleh kebijakan pelonggaran kuantitatif The Fed, kenaikan harga komoditas global, dan database kredit yang relatif lebih rendah saat itu,” jelasnya . Dian menerimanya pada Kamis (14/11/2024) saat jumpa pers Oktober 2024.

Ia menambahkan, penurunan suku bunga The Fed antara tahun 2009 hingga 2015 yang berkisar antara 0-0,25 persen mendorong masuknya arus modal masuk dalam jumlah besar ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Situasi ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih dari 6% pada tahun 2010an, sehingga memicu permintaan kredit yang sangat tinggi.

Namun, situasi perekonomian global saat ini berbeda. Sebagian besar bank sentral dunia, termasuk The Fed, masih mempertahankan suku bunga tinggi akibat ketidakpastian geopolitik dan kondisi perekonomian global yang belum sepenuhnya stabil. Meskipun ada kecenderungan arah kebijakan moneter yang lebih longgar, Diane menemukan bahwa likuiditas global masih ketat dan pasar investasi lebih memilih instrumen yang lebih aman seperti Treasury AS dan komoditas emas.

“Pertumbuhan kredit saat ini lebih moderat karena selain kondisi likuiditas yang ketat, regulasi keuangan global semakin mengarah pada prinsip keberlanjutan, dan tantangan pengembangan wirausaha baru juga menjadi kendala. Transisi ke sumber energi terbarukan juga berdampak sesuai permintaan di Indonesia, yang telah mendorong pertumbuhan pinjaman yang pesat.

Meskipun terdapat tantangan besar, OJK terus memantau pertumbuhan kredit secara keseluruhan, termasuk memastikan pertumbuhan kredit yang signifikan di berbagai bank terus dikelola dengan hati-hati dan hati-hati. Dian menekankan pentingnya pengurangan risiko dengan membentuk cadangan penurunan nilai kredit (CKPN) yang baru dibayar sesuai dengan penerapan PSAK 71.

“Dengan rasio NPA (non-performing loan) yang tetap sebesar 2,21 persen dan loan at risk (LaR) sebesar 10,11 persen per September 2024, kami melihat risiko kredit masih terkendali. CAR (Adequacy Ratio) yang mencapai 26,85 persen memberikan bantalan yang cukup untuk memitigasi potensi risiko,” kata Diane.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *