Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

JAHANGIR CIRCLE Pemanfaatan Biomassa untuk Co-Firing di PLTU Bisa Jadi Peluang Ekonomi bagi Masyarakat - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Teknologi

JAHANGIR CIRCLE Pemanfaatan Biomassa untuk Co-Firing di PLTU Bisa Jadi Peluang Ekonomi bagi Masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Defian Kori, Ekonom Universitas Gajah Mada, menekankan pentingnya pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar campuran pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Biomassa tidak hanya mendukung transisi ke energi yang lebih ramah lingkungan, namun juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.

“Co-firing, proses pencampuran biomassa dan batu bara pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil, dapat menciptakan lapangan kerja dan mendukung perekonomian lokal dengan memanfaatkan kembali limbah pertanian, kehutanan, atau perkebunan,” ujarnya, Rabu (16.10/). 2024).

Defian melanjutkan, co-firing tidak hanya mengurangi emisi karbon, namun juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Biomassa didaur ulang dari limbah pertanian, yang kemudian dijual masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

“Jika masyarakat memahami nilai ekonomi dari sampah yang dihasilkan, maka dapat meningkatkan pendapatan utama daerah (PAD) dan membantu mengurangi emisi karbon,” ujarnya.

Oleh karena itu, Defian merekomendasikan pemerintah memberikan dukungan berupa subsidi dan insentif agar biomassa tetap kompetitif di pasar dalam negeri. Pasalnya pada tahun 2022 saja, Indonesia akan mengekspor sekitar 500.000 ton wood pellet dan 4,5 juta ton cangkang sawit.

“Jika harga di dalam negeri lebih menarik, bahan-bahan tersebut bisa digunakan untuk pembakaran bersama di dalam negeri,” tambahnya.

Defiyan menegaskan, dengan dukungan yang tepat, co-firing tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, namun juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, pemerintah khususnya Kementerian ESDM harus mengambil langkah proaktif untuk memperluas pemanfaatan teknologi tersebut sebagai alternatif impor energi yang selama ini menguras devisa negara.

“Ini bisa menjadi alternatif impor minyak dan bahan bakar yang telah menguras devisa sebesar Rp126,4 triliun pada pertengahan tahun 2024,” tutupnya.

Kebetulan sebagian besar PLTU kini sudah menggunakan teknologi co-firing, yakni mencampurkan batu bara dengan sumber energi terbarukan seperti serbuk gergaji, sekam padi, dan sekam sawit. 

Pada tahun 2023, pemanfaatan biomassa dalam co-firing akan memberikan hasil yang signifikan. Berkat penurunan emisi karbon dioksida sebesar 1,05 juta ton CO2 dan peningkatan produksi energi sebesar 1,04 terawatt-jam (TWh), angka tersebut meningkat sebesar 77 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *