Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Penderita Diabetes Dewasa Diperkirakan Capai 800 Juta Orang, 2 Kali Lipat dari Sebelumnya - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Kesehatan

Penderita Diabetes Dewasa Diperkirakan Capai 800 Juta Orang, 2 Kali Lipat dari Sebelumnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menurut penelitian terbaru, lebih dari 800 juta orang dewasa menderita diabetes di seluruh dunia, hampir dua kali lipat perkiraan sebelumnya. Parahnya, lebih dari separuh penderita diabetes yang berusia di atas 30 tahun tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.

Studi yang dipublikasikan di The Lancet menemukan bahwa prevalensi diabetes global meningkat dua kali lipat sejak tahun 1990 menjadi 14%, naik dari 7%. Para peneliti berpendapat bahwa peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan kasus di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

“Meskipun terjadi peningkatan kasus diabetes, angka pengobatan di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah hampir tidak meningkat. Sebaliknya, di beberapa negara berpendapatan tinggi, pengobatan mengalami kemajuan. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam pengobatan,” kata para peneliti. . dilansir Reuters, Senin (18/11/2024).

Pada tahun 2022, diperkirakan terdapat 828 juta orang berusia 18 tahun ke atas yang mengidap diabetes tipe 1 dan tipe 2 di seluruh dunia, menurut penelitian tersebut. Di antara orang dewasa berusia 30 tahun ke atas, 445 juta, atau 59 persen, tidak menerima pengobatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya memperkirakan sekitar 422 juta orang menderita diabetes, penyakit metabolik kronis yang melibatkan kadar gula darah tinggi yang dapat merusak jantung, pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh lainnya jika tidak diobati. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa peningkatan yang didokumentasikan dalam penelitian ini mengkhawatirkan.

“Untuk mengendalikan epidemi diabetes global, negara-negara harus mengambil tindakan segera, termasuk kebijakan yang mendukung pola makan sehat dan aktivitas fisik, serta sistem kesehatan yang dapat mencegah, mendeteksi, dan mengobati penyakit tersebut,” kata Tedros.

Profesor di Universitas Yaoundé I, Kamerun, menambahkan, di beberapa wilayah Afrika Sub-Sahara, hanya 5-10 persen penderita diabetes yang mendapat pengobatan. Mengobati diabetes, baik dengan insulin atau pengobatan, merupakan beban keuangan yang sangat besar bagi banyak orang.

“Sejumlah besar orang (berisiko) mengalami komplikasi kesehatan yang serius,” kata Yaounde.

Penelitian ini dilakukan oleh Kolaborasi Faktor Risiko NCD dan WHO, dan merupakan analisis global pertama yang memasukkan tingkat pengobatan dan perkiraan untuk semua negara. Penelitian ini didasarkan pada lebih dari 1.000 penelitian yang melibatkan lebih dari 140 juta orang.

Para peneliti mendefinisikan diabetes sebagai peningkatan kadar glukosa plasma puasa, hemoglobin terglikasi tinggi, atau penggunaan obat diabetes. Mereka menggunakan kedua tes tersebut untuk menghindari kemungkinan kesalahan, terutama di Asia Selatan, di mana penggunaan glukosa plasma puasa saja dapat menghilangkan banyak kasus.

Meskipun penelitian ini tidak dapat memisahkan kasus tipe 1 dan tipe 2, bukti sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian besar diabetes pada orang dewasa adalah tipe 2, yang berhubungan dengan obesitas dan pola makan yang buruk.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *