Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Pengamat: Naturalisasi Pemain Adalah Sebuah Keniscayaan dalam Sepak Bola - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Olahraga

Pengamat: Naturalisasi Pemain Adalah Sebuah Keniscayaan dalam Sepak Bola

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengamat sepak bola sekaligus koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali mengatakan, nasionalisme tidak bisa dihindari dalam sepak bola dunia. Semua negara akan melakukannya karena FIFA juga mengizinkan semua negara melakukannya sendiri. 

Hal tersebut disampaikan Akmal saat menjadi pembicara pada paparan Kajian Indikator Terkait Kinerja PSSI. Dalam studi ini, Indikator menemukan bahwa 54,5 persen responden tidak memiliki masalah dengan banyaknya pemain alami. Sedangkan 31,5 persen responden yang setuju dengan naturalisasi tidak setuju dengan banyaknya pemain yang dinaturalisasi.

“Dengan melonjaknya timnas di ranking FIFA, mayoritas masyarakat mengapresiasi peningkatan level performa timnas. Mayoritas sebesar 80,3 persen mengatakan level timnas saat ini sudah bagus dan sangat bagus. Mereka merasa level timnas sudah jauh meningkat,” kata Direktur Indikator, Burhanuddin Muhatadi. pada Selasa (5/11/2024). 

Menanggapi hal tersebut, Akmal menyebut naturalisasi merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam dunia sepak bola. Karena diperbolehkan oleh FIFA.

Pasal 19 aturan FIFA menjelaskan syarat naturalisasi adalah pemain lahir di negara yang benar, ayah atau ibu kandungnya lahir di negara yang benar, kakek atau neneknya lahir di negara yang benar, pemain mempunyai hidup di negara yang bersangkutan selama 5 tahun ketika ia mencapai umur 18 tahun. 

“Jadi dari 4 kondisi alam tersebut, jika salah satu kondisi tersebut terpenuhi maka FIFA akan mengizinkan proses asimilasi,” ujarnya. 

Akmal menjelaskan, sepak bola merupakan permainan yang dibuat oleh alam. Ada rekor 108 pemain sepak bola naturalisasi sejak zaman Cristian Gonzalez hingga sekarang. Ini belum termasuk pemain era 50-an. 

Jadi saat kita bermain di Piala Dunia 1938 itu pertama kali alami, ada yang berdarah Indonesia, ada yang berdarah Tionghoa, ada yang berdarah Belanda, dan ada yang berdarah Belanda, kata Akmal.

Namun, Akmal mengingatkan, jika performa timnas turun, bisa jadi bom waktu. Ketika keberhasilan ini gagal, menurutnya naturalisasi akan dikritisi banyak pihak. 

“Sebenarnya kita mengikuti strategi Jepang, dulu mereka juga melakukan ekologis tapi hanya sebentar untuk meningkatkan performa timnas Jepang. Karena dulu Jepang adalah tim kosong,” ujarnya.

Akmal menduga PSSI ingin mencontoh Jepang agar cepat meningkatkan kualitas timnas Indonesia, dan jangka panjang melahirkan ikon sepak bola. 

“Oleh karena itu menurut saya penting kita mempersiapkan pembinaan pemuda ini agar berjalan secara sistematis. “Saya berharap ASprov lain bisa bekerja lebih baik lagi agar kita bisa menemukan pemain-pemain yang berkualitas, semoga sepak bola kita lebih sukses dari kendala-kendalanya,” ujarnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *