Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

CIRCLE NEWS Praktik Kawin Tangkap Mengatasnamakan Budaya Diharap tak Terjadi Lagi di Indonesia - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Lifestyle

CIRCLE NEWS Praktik Kawin Tangkap Mengatasnamakan Budaya Diharap tak Terjadi Lagi di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menentang segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya adalah praktik nikah tertutup atas nama budaya di Kabupaten Sumba Barat. 

KemenPPPA dengan bangga mengumumkan Kesepakatan Bersama dengan Pimpinan Sumba Tengah untuk menghentikan praktik pernikahan tertutup. “Kesepakatan ini menjadi bukti keseriusan semua pihak mulai dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat, tokoh, tokoh agama, dan masyarakat untuk mengakhiri kawin paksa atas nama budaya,” kata Deputi. Ratna Susianawati dalam siaran persnya, Selasa (14/5/2024).  

Upaya perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan semakin diperkuat dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Kekerasan Terhadap Perempuan (CVS). UU TPKS menyebutkan pernikahan merupakan salah satu bentuk kekerasan seksual. Ratna merasa puas, kesepakatan bersama ini merupakan kelanjutan baik dari penandatanganan Kesepahaman pada tahun 2020 antara empat perwakilan negara Sumba. 

“Hal ini perlu kita jaga bersama agar setiap orang dapat berpartisipasi dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan, khususnya praktik perkawinan yang masih banyak terjadi,” kata Ratna.

Ratna mendorong pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (UPTD PPA) di negara bagian dan daerah berdasarkan UU TPKS. Dengan dibuatnya UPTD APP diharapkan para korban dapat menerima layanan yang mereka butuhkan secara cepat, tepat dan sukses.

Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani mengatakan pernikahan yang diawali dengan kekerasan akan berdampak buruk pada keluarga. Oleh karena itu, upaya perubahan budaya dan perubahan ideologi yang dicapai di Sumba Tengah patut diapresiasi dan terus didukung oleh semua pihak. 

Komnas Perempuan telah melakukan investigasi terhadap perjodohan. Kemudian melalui diskusi akan diberikan rekomendasi umum tentang cara menangani perjodohan dan kawin paksa yang dapat diterapkan kepada pihak berwenang ( LAO) dan pendamping. 

“Kami berharap masalah pernikahan tertutup tidak berlanjut di masa depan karena hal ini menimbulkan kerugian khusus bagi perempuan yang menjadi korban pelecehan serta laki-laki yang telah membantu menciptakan rumah dan mempengaruhi kehidupan mereka dalam jangka waktu yang lama,” kata Andy.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *