Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Sambut Investasi 18,5 Miliar Dolar AS, Dua Kementerian Ini Diminta Siapkan Calon Pekerja - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Sains

Sambut Investasi 18,5 Miliar Dolar AS, Dua Kementerian Ini Diminta Siapkan Calon Pekerja

REPUBLIKA.CO. Ekonom Profesor Didin S Damankhuri berpendapat, setidaknya ada dua hal yang bisa dilakukan menteri-menteri Prabowo untuk mematuhi rencana investasi asing.

Read More : BRI Insurance Sabet Indonesia Best General Insurance 2024

Pertama terkait sumber daya manusia (SDM) lokal. Prof. Didin berpendapat Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Penelitian harus segera mengelola proyeksi kebutuhan personel tersebut. Prof. dari Kementerian Tenaga Kerja. Didin, ia bisa melihat kebutuhan para pekerja yang sudah ada, para pekerja yang kehilangan pekerjaan, lalu menggambarkan kebutuhan yang akan datang dari investasi tersebut.

Prof. membutuhkan tenaga kependidikan di semua tingkatan.

“Ini harus segera diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pendidikan Tinggi dan melibatkan keduanya,” kata Profesor Didin.

Ia menambahkan bahwa perencana ketenagakerjaan harus mempertimbangkan kebutuhan pekerja yang lulus dari sekolah kejuruan, pekerja berketerampilan rendah yang saat ini bekerja, pekerja yang menganggur, lulusan yang masih menganggur, dan siswa yang akan datang. “Ada strategi yang jelas untuk mempersiapkan tenaga kerja,” imbuhnya.

Read More : Arteta Ungkap Declan Rice akan Absen Saat Arsenal Bertandang ke Markas Inter Milan

Akhirnya, Prof. Didin menambahkan, Kementerian Investasi harus memperhatikan dan berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Pendidikan Tinggi. Oleh karena itu, tidak ada kementerian yang bisa bekerja secara mandiri dalam melaksanakan penanaman modal asing.

Tak lupa, Didin mengingatkan pemerintah perlunya pembaharuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai pekerja kontrak, khususnya penciptaan lapangan kerja, yang saat ini dianggap menjadi persoalan mendesak bagi para pekerja. Didin mengatakan pemerintah harus mendukung pekerja Indonesia.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *