Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Survei Inventure: Kelas Menengah Indonesia Dalam Krisis, Apa Solusinya? - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Sains

Survei Inventure: Kelas Menengah Indonesia Dalam Krisis, Apa Solusinya?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kondisi kelas menengah di Indonesia semakin parah. Survei yang dilakukan Eventure baru-baru ini menemukan bahwa 51 persen responden kelas menengah merasa daya beli mereka stabil, sementara 49 persen lainnya mengalami penurunan yang signifikan.

Youswohadi, Managing Partner Inventure, mengatakan penurunan daya beli belum merata di kalangan kelas menengah. Padahal, di antara 49 persen yang merasakan penurunan tersebut, kepentingan kelompok kelas menengahlah yang paling terdampak.

“67 persen di antaranya (responden kelas menengah) melaporkan adanya penurunan daya beli, sedangkan kelompok menengah angkanya hanya 47 persen,” ujarnya dalam konferensi pers Indonesia Industry Outlook 2025, ‘Middle Class Destroyed, Is Business Still Menurun?’ Pelacakan online, Selasa (22/10/2024).

Temuan ini menunjukkan bahwa kelas menengah bawah atau calon kelas menengah akan menghadapi tantangan yang lebih besar dalam mempertahankan daya belinya. Yuswhadi kemudian menjelaskan tiga penyebab utama menurunnya daya beli.

Pertama, kenaikan biaya kebutuhan pokok yang dialami 85 persen responden, kedua biaya pendidikan dan kesehatan sebesar 52 persen, dan ketiga karena stagnasi pendapatan yang diterima 45 persen responden. 

“Masyarakat kini memilih menunda pengeluaran besar seperti membeli mobil, 70% responden memilih itu. “Mereka merasa situasi ekonomi yang buruk membuat investasi pada aset mahal menjadi berbahaya,” jelasnya.

Situasi ini dibarengi dengan gelombang PHK di berbagai sektor, meningkatnya pengangguran, dan lemahnya permintaan domestik. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia mengalami penurunan sebesar 10 juta orang dalam lima tahun terakhir. Hal ini semakin mempertegas lemahnya posisi kelas menengah yang menjadi motor penggerak perekonomian negara. Oleh karena itu, diperlukan perhatian besar bagi pemerintahan baru untuk memulihkan daya beli masyarakat.

Kabinet baru yang dipimpin oleh Prabowo dan Gibran harus mengambil tindakan tegas untuk memastikan pemulihan ekonomi secara menyeluruh dan berkelanjutan, ujarnya. 

Ekonom senior Dr. Aviliani juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, pemerintahan baru sebaiknya fokus memberikan insentif kepada pelaku usaha, khususnya UMKM, agar daya beli masyarakat tetap terjaga. 

“Perekonomian kita sangat bergantung pada industri konsumen, jika daya beli turun maka perekonomian akan berubah,” kata Avillini.

Situasi ini mendesak pemerintah untuk tidak hanya mengembangkan tetapi juga membuat kebijakan terkait keselamatan masyarakat. Mengingat menyusutnya kelas menengah, diperlukan langkah-langkah strategis untuk mencegah gejolak yang lebih besar di masa depan. 

Dian Fath Risale

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *