Artikel Stop Makan Gorengan Kebanyakan! Risiko Penyakit Jantung Hingga Stroke Mengancam pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Jika persetujuan dari persetujuan makanan harus ditandai (1/12/202/202/202/202/202/202/202525)
Suara -suara berlemak yang ditimbulkan, serta lanskap peralatan, serta anak -anak, tetapi HDL untuk mengurangi HDL atau dengan baik. Shovilhoses mengendarai tingkat tinggi dan mengangkat hati dan berdetak. Seiring dengan tetapi citra minum kematian, dengan kematian, bisa lebih dari apa pun dalam makanan siaran.
“Noneninet, seseorang mungkin terkait dengan semua hati dan beberapa penyakit serius dan penyakit berat lainnya.
Dampak kematian dapat menghasilkan NB atau zat sutra dengan warna kuning. Ini untuk menghasilkan jumlah minyak dan garis hitam. “Ini bisa lebih kasar dan obat -obatan dengan lemak kulit.
Juga tidak menyebutkan paket makanan atau koran atau surat kabar. Paket ini atau tidak karena makanan atau makanan bukan di bawah. “Sebagai hasil dari stasiun sejauh mana luas dan tubuh adalah nerchtobinbinding dan waktu. Lanelul.
Artikel Stop Makan Gorengan Kebanyakan! Risiko Penyakit Jantung Hingga Stroke Mengancam pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kejang Bukan Hanya Epilepsi, Kenali Penyebab Lainnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Profesor membuat Profus Profess Center di Profesor. The Ronset Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Ronat Reason.
Katanya.
Dia adalah risiko risiko bahaya untuk mengendalikan tingkat cahaya dan tidak memiliki risiko penyitaan. Jadi sihir, darah harus dikelola. Karena hewan tidak hanya dari kepala. Hanya dari kepala tidak lebih baik dari meta.
Menurutnya, ia memiliki masalah ginjal yang dijelaskan oleh tingkat urem-kreatinin yang sangat rendah dalam darah juga dapat memberikan kejang. Dia mengatakan bahwa minggu -minggu mengatakan gagal ginjal yang memiliki tingkat derajat besar yang signifikan, itu bisa menjadi kursi “
Selain itu, Anda membuat dokter atau memiliki kepatuhan dengan kota cedera jantung Suriah atau penyakitnya, itu bisa menjadi penyakit, atau mungkin melalui pesawat.
Jadi jika Anda bisa membantu. Jika orang miskin yang mengarang tanpa membantu.
Untuk mencegah cedera dan kompleksitas pertama sangat penting pada gadis -gadis gadis dapat membantu melindungi kepalanya dari kematian kematian dan mencegah tubuhnya.
Artikel Kejang Bukan Hanya Epilepsi, Kenali Penyebab Lainnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Jangan Sampai Anak Jadi Pecandu Gula, Orang Tua Harus Lakukan Ini pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Oleh karena itu, peran orang tua dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak kecil sangat penting. Dokter Spesialis Anak Siska Mayasari Lubis mengatakan, sebaiknya anak mencontohkan kebiasaan makan dan pola hidup sehat agar terhindar dari kelebihan gula yang dapat berdampak pada kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Siska mengatakan, banyak hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah anaknya kecanduan gula, seperti membatasi makanan manis di rumah, menganjurkan makan bersama untuk mengontrol makan, tidak makan terlalu banyak gula, dan menjalani pola hidup sehat. “Gaya hidup sehat saja tidak cukup dengan mengurangi gula atau membatasi kalori. Namun hal lain yang harus diperhatikan adalah pendidikan jasmani. Berdasarkan rekomendasi CDC, anak-anak diharapkan aktif secara fisik antara usia 3 hingga 5 tahun. hari untuk pertumbuhan dan perkembangan. – kata Siska, Selasa (26/11/2024).
Ia berharap para orang tua dapat mendorong anaknya untuk aktif saat bermain, seperti mengendarai sepeda atau menunggang kuda. Kemudian, pada usia 6-17 tahun, aktivitas fisik yang diharapkan mencakup aktivitas fisik sedang hingga berat selama 60 menit atau lebih per hari, termasuk aktivitas aerobik.
Ia juga merekomendasikan untuk membatasi asupan gula kurang dari 10 persen dari total energi. Saat itu, ia mengidentifikasi sejumlah risiko jangka pendek dan jangka panjang bagi anak-anak, mulai dari konsumsi gula yang tinggi hingga minuman berenergi, gangguan psikologis, dan diabetes.
Makan terlalu banyak gula dapat menyebabkan diabetes pada anak-anak dan orang dewasa karena menyebabkan berkurangnya resistensi insulin, katanya. Menurutnya, hal tersebut bisa menjadi cikal bakal beberapa penyakit kronis lainnya seperti sindrom metabolik, hipertensi, penyakit jantung, penyakit hati dan ginjal. Lalu ada penyakit gastrointestinal, lalu ada penyakit saraf, yang berhubungan dengan masalah mental dan masalah tulang atau masalah ortopedi.
Masalah jangka pendek termasuk peningkatan energi, kehilangan konsentrasi dan kerusakan gigi, kata dokter. Dalam jangka panjang, kelebihan gula dapat mengganggu kemampuan otak anak dan menyebabkan perubahan neurokimia, katanya. Menurutnya, jalur menuju otak mengarah pada perilaku abnormal.
Artikel Jangan Sampai Anak Jadi Pecandu Gula, Orang Tua Harus Lakukan Ini pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Menkes Kaget Banyak Anak Kena Diabetes Tipe 1 Sejak Kecil pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Menteri Kesehatan (Pria) Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya deteksi dini dan pengobatan diabetes pada anak, mengingat kekhawatiran akan peningkatan diabetes tipe 1 pada anak baik di Indonesia maupun global. Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan, mengatakan pada Hari Diabetes Sedunia: “Saya sangat terkejut karena banyak anak-anak di dunia, termasuk Indonesia, yang sejak kecil terdiagnosis diabetes tipe 1. Jika tidak segera ditangani, diabetes tipe 1 bisa bisa terjadi. menjadi fatal. menjadi.” Sehari di Rumah Sakit Dr. Sipto Mangunkuomo (RSCM), Jakarta, Minggu (24/11/2024).
Menteri Kesehatan Budi mengatakan, jika diabetes tipe 1 tidak ditangani dengan baik, bisa berakibat fatal hingga kemungkinan kematian. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Menkes mendukung inisiatif pemerintah yang diusung Presiden Prabowo Subianto, termasuk program pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, termasuk anak-anak.
“Saya memutuskan untuk memperkenalkan tes skrining diabetes pada anak-anak, sehingga masalah ini dapat dideteksi lebih dini dan diobati lebih cepat,” kata Menteri Kesehatan.
Menkes Budi juga mengapresiasi kerja sama IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan pihak terkait yang mengembangkan program PrimaKu yang terintegrasi dengan Satu Sehat. Program ini diharapkan dapat memudahkan pengendalian dan tindak lanjut anak penderita diabetes. Dalam paparannya, Menkes Budi menyampaikan, sebanyak 160.000 pengukuran dari 883 pasien telah terdaftar di sistem PrimaKu.
“Dengan terintegrasinya Primaku dan Satu Sehat, data pasien akan lebih bersih dan terintegrasi. Hal ini memungkinkan kita memantau anak penderita diabetes dengan lebih efektif dan memberikan pengobatan yang lebih baik,” kata Menkes.
Data yang ada menunjukkan bahwa lebih dari ribuan anak di bawah usia 18 tahun di Indonesia menderita diabetes, dan diperkirakan sebagian besar menderita diabetes tipe 1. Menteri Kesehatan Budi berharap integrasi program ini akan meningkatkan kualitas pemantauan dan pengobatan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan laju pengobatan dan menurunkan angka kematian anak akibat diabetes.
Menteri Kesehatan Budi mengatakan: “Mudah-mudahan dengan sistem yang lebih baik, kita dapat memastikan anak-anak penderita diabetes mendapatkan pengobatan yang tepat dan terjangkau. Dengan diagnosis dini dan pengobatan yang cepat, kita dapat meningkatkan peluang mereka untuk hidup sehat.”
Artikel Menkes Kaget Banyak Anak Kena Diabetes Tipe 1 Sejak Kecil pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel 7 Tanda Tersembunyi Anda Konsumsi Terlalu Banyak Gula Setiap Hari pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Sebotol 16 ons soda populer mengandung 51 gram gula, yaitu jumlah yang harus Anda konsumsi dalam satu hari,” kata spesialis penyakit dalam dan pediatri Audrey Hiltunen kepada Loyola Medicine.
Dikatakan minuman olahraga, minuman energi, jus buah, teh manis, dan minuman kopi manis juga tinggi gula. Kebanyakan orang tidak mengetahui secara pasti berapa banyak gula yang mereka konsumsi per hari.
“Saya selalu bertanya kepada pasien berapa banyak soda dan minuman manis lainnya yang mereka minum. Ini merupakan diskusi penting, bahkan untuk orang yang relatif sehat, karena terlalu banyak gula dapat menyebabkan masalah di kemudian hari,” katanya.
Seperti dilansir Best Life, Kamis (21/11/2024), berikut 7 tanda Anda mungkin mengonsumsi gula lebih banyak dari yang Anda kira:
1. Gula menambah berat badan
Mengonsumsi terlalu banyak gula bisa membuat berat badan sulit turun. “Secara umum, masalah dengan terlalu banyak gula berarti makanan tersebut mengandung banyak kalori (energi) dan dapat menyebabkan penambahan berat badan,” kata ahli gizi Victoria Taylor kepada British Heart Foundation.
“Kelebihan berat badan meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular,” katanya.
2. Sakit kepala
Sering sakit kepala bisa jadi merupakan tanda konsumsi gula berlebihan. “Mengonsumsi terlalu banyak gula sederhana dapat menyebabkan sakit kepala pada beberapa orang karena cepatnya gula sederhana atau gula olahan diserap sehingga menyebabkan gula darah naik dengan cepat dan kemudian turun dengan cepat,” kata ahli endokrinologi Dr. Rekha B Kumar kepada New York-Presbyterian Health Issues.
Pola gula darah yang tidak menentu ini, berbeda dengan konsumsi gula dari karbohidrat kompleks yang penyerapannya lebih lambat, bisa menyebabkan sakit kepala, tambahnya.
3. Tekanan darah tinggi
Gula darah tinggi adalah kemungkinan tanda lain dari konsumsi gula berlebihan. “Mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan peradangan kronis, yang keduanya merupakan jalur patologis yang menyebabkan penyakit jantung,” kata Harvard Health.
Menurut Harvard Health, mengonsumsi terlalu banyak gula, terutama pada minuman manis, mendorong penambahan berat badan dengan mematikan sistem pengontrol nafsu makan tubuh karena kalori cair tidak memuaskan dibandingkan kalori dari makanan padat. Oleh karena itu, lebih mudah bagi orang untuk menambahkan lebih banyak kalori ke dalam pola makannya yang biasa ketika mengonsumsi minuman manis.
Artikel 7 Tanda Tersembunyi Anda Konsumsi Terlalu Banyak Gula Setiap Hari pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Memutuskan Childfree? Ketahui Dampak Baik dan Buruknya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Keputusan untuk tidak memiliki anak dapat memberikan dampak tertentu terhadap kesehatan reproduksi perempuan, baik positif maupun negatif, tergantung kondisi fisik, mental, dan gaya hidupnya, kata Ngabila, Senin (18/11/2024).
Kepala Bagian Pelayanan Medis dan Keperawatan RS Tamansari ini mengatakan, keputusan pasangan untuk tidak memiliki anak sebenarnya tidak selalu berdampak buruk. Di sisi lain, keputusan ini membantu mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan persalinan.
Wanita yang belum pernah hamil atau melahirkan tentu akan terhindar dari risiko medis terkait seperti preeklamsia, diabetes gestasional, atau trauma kelahiran.
Hal positif berikutnya adalah pasangan mempunyai peluang lebih besar untuk menjaga kesehatan fisiknya. Tanpa kehamilan, tubuh tidak akan mengalami perubahan besar seperti penambahan berat badan secara drastis, perubahan hormonal saat hamil atau efek jangka panjang pada otot dasar panggul akibat melahirkan.
Pasangan juga lebih mampu memantau kesehatan reproduksinya. Ia menjelaskan, perempuan yang memilih untuk tidak memiliki anak seringkali lebih sadar akan pentingnya kesehatan reproduksinya.
Misalnya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, antara lain pap smear, tes HPV dan menghindari risiko infeksi menular seksual, kata Ngabila.
Namun dampak negatif dari keputusan tidak memiliki anak tidak bisa diabaikan. Menurut Ngabila, risiko kanker tertentu mungkin meningkat pada wanita.
Tidak hamil atau tidak menyusui dapat meningkatkan risiko kanker ovarium dan payudara karena kehamilan dan menyusui membantu menekan ovulasi dan mengurangi paparan hormon estrogen yang berhubungan dengan risiko kanker tersebut.
Wanita yang tidak hamil juga berisiko lebih besar terkena endometriosis karena ovulasi terus berlanjut setiap siklus menstruasi tanpa jeda seperti yang biasanya terjadi pada kehamilan. Belum lagi potensi masalah hormonal.
“Tidak mengalami kehamilan berarti tubuh tidak mengalami perubahan hormonal yang berhubungan dengan kehamilan, yang dalam beberapa kasus memberikan manfaat seperti menurunkan risiko sindrom ovarium polikistik (PCOS),” ujarnya.
Tidak mempunyai anak, kata Ngabila, juga berdampak secara psikologis. Meski keputusan ini memberikan kebebasan mental, bagi sebagian wanita, tekanan sosial atau penyesalan di kemudian hari dapat memengaruhi kesehatan mental. Hal ini penting untuk dipertimbangkan dengan matang, bersama pasangan Anda jika ada.
“Dampak tidak memiliki anak terhadap kesehatan reproduksi perempuan berbeda-beda tergantung gaya hidup dan keadaan individu. Perempuan yang memilih untuk tidak memiliki anak sebaiknya terus menjaga kesehatan reproduksinya melalui pola hidup sehat, olahraga teratur, pemeriksaan rutin, dan konsultasi dengan dokter, jika ada. perlu, pertahankan,” katanya.
Artikel Memutuskan Childfree? Ketahui Dampak Baik dan Buruknya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Penderita Diabetes Dewasa Diperkirakan Capai 800 Juta Orang, 2 Kali Lipat dari Sebelumnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Studi yang dipublikasikan di The Lancet menemukan bahwa prevalensi diabetes global meningkat dua kali lipat sejak tahun 1990 menjadi 14%, naik dari 7%. Para peneliti berpendapat bahwa peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan kasus di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
“Meskipun terjadi peningkatan kasus diabetes, angka pengobatan di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah hampir tidak meningkat. Sebaliknya, di beberapa negara berpendapatan tinggi, pengobatan mengalami kemajuan. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam pengobatan,” kata para peneliti. . dilansir Reuters, Senin (18/11/2024).
Pada tahun 2022, diperkirakan terdapat 828 juta orang berusia 18 tahun ke atas yang mengidap diabetes tipe 1 dan tipe 2 di seluruh dunia, menurut penelitian tersebut. Di antara orang dewasa berusia 30 tahun ke atas, 445 juta, atau 59 persen, tidak menerima pengobatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya memperkirakan sekitar 422 juta orang menderita diabetes, penyakit metabolik kronis yang melibatkan kadar gula darah tinggi yang dapat merusak jantung, pembuluh darah, saraf, dan organ tubuh lainnya jika tidak diobati. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa peningkatan yang didokumentasikan dalam penelitian ini mengkhawatirkan.
“Untuk mengendalikan epidemi diabetes global, negara-negara harus mengambil tindakan segera, termasuk kebijakan yang mendukung pola makan sehat dan aktivitas fisik, serta sistem kesehatan yang dapat mencegah, mendeteksi, dan mengobati penyakit tersebut,” kata Tedros.
Profesor di Universitas Yaoundé I, Kamerun, menambahkan, di beberapa wilayah Afrika Sub-Sahara, hanya 5-10 persen penderita diabetes yang mendapat pengobatan. Mengobati diabetes, baik dengan insulin atau pengobatan, merupakan beban keuangan yang sangat besar bagi banyak orang.
“Sejumlah besar orang (berisiko) mengalami komplikasi kesehatan yang serius,” kata Yaounde.
Penelitian ini dilakukan oleh Kolaborasi Faktor Risiko NCD dan WHO, dan merupakan analisis global pertama yang memasukkan tingkat pengobatan dan perkiraan untuk semua negara. Penelitian ini didasarkan pada lebih dari 1.000 penelitian yang melibatkan lebih dari 140 juta orang.
Para peneliti mendefinisikan diabetes sebagai peningkatan kadar glukosa plasma puasa, hemoglobin terglikasi tinggi, atau penggunaan obat diabetes. Mereka menggunakan kedua tes tersebut untuk menghindari kemungkinan kesalahan, terutama di Asia Selatan, di mana penggunaan glukosa plasma puasa saja dapat menghilangkan banyak kasus.
Meskipun penelitian ini tidak dapat memisahkan kasus tipe 1 dan tipe 2, bukti sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian besar diabetes pada orang dewasa adalah tipe 2, yang berhubungan dengan obesitas dan pola makan yang buruk.
Artikel Penderita Diabetes Dewasa Diperkirakan Capai 800 Juta Orang, 2 Kali Lipat dari Sebelumnya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Stres Disebut Bisa Memperburuk Diabetes, Ini Penjelasannya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Rulli Rosandi, dokter spesialis penyakit dalam spesialis endokrinologi dan metabolisme, mengatakan: “Data IDF menunjukkan bahwa tiga dari empat penderita diabetes (yang mengalami kecemasan) dan depresi terkait diagnosisnya menderita kelelahan dan 5 “4 dari 10 orang menderita kelelahan. , “katanya. Menurut data International Diabetes Federation beberapa waktu lalu.
“Oleh karena itu, kondisi mental bisa berdampak,” kata lulusan UB ini pada acara diskusi dalam rangka Hari Diabetes.
Ia menjelaskan, gangguan kesehatan mental seperti stres merangsang produksi hormon kortisol dalam tubuh. Hormon kortisol bertindak tidak seperti insulin, hormon yang membantu tubuh menggunakan glukosa untuk menghasilkan energi dan mengatur kadar gula darah.
“Stres melepaskan hormon kortisol. Cara kerja kortisol berlawanan dengan insulin. Jadi gula darah Anda akan jauh lebih tinggi karena kortisol lebih tinggi,” kata dr Rulli.
Saat Anda stres, kortisol dilepaskan, yang meningkatkan kadar gula darah dan membantu tubuh mengatasi stres. Hormon ini merangsang hati untuk memproduksi lebih banyak glukosa dan menurunkan sensitivitas sel terhadap insulin.
Akibatnya, kadar gula darah meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu resistensi insulin, yaitu kondisi yang membuat tubuh sulit menggunakan insulin secara efektif.
Pada penderita diabetes tipe 2, stres kronis dan kadar kortisol yang tinggi memperburuk resistensi insulin. Bagi penderita diabetes tipe 1, yang tubuhnya tidak dapat memproduksi insulin, stres dapat menyebabkan kadar gula darah berfluktuasi lebih drastis.
Rulli menjelaskan, obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental, seperti antipsikotik, juga dapat memperburuk diabetes. “Jika Anda memiliki gangguan jiwa yang serius, mengonsumsi obat antipsikotik dapat menyebabkan gula darah Anda meningkat,” ujarnya.
Oleh karena itu, pasien gangguan kesehatan jiwa yang menderita diabetes atau memiliki riwayat keluarga diabetes sebaiknya berkonsultasi dengan psikiater untuk memilih obat yang tepat, ujarnya. “Pilihlah obat antipsikotik generasi baru yang tidak menyebabkan kenaikan gula darah,” ujarnya.
Artikel Stres Disebut Bisa Memperburuk Diabetes, Ini Penjelasannya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dokter RSCM: Ada Pergeseran Pola Penyakit Akibat Gaya Hidup tidak Sehat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Wafa menjelaskan, perubahan pola penyakit ini disebabkan pola hidup manusia yang semakin dipandang kurang sehat.
“Ada perubahan pola penyakit, pada tahun 1990an banyak penyakit menular, namun seiring berjalannya waktu penyakit yang dominan kini adalah stroke, diabetes, dan penyakit lain yang berhubungan dengan gaya hidup,” kata Wafa dalam keterangannya, Sabtu di Jakarta. 11/2024).
Wafa menambahkan, perubahan ini mencerminkan peralihan penyakit menular ke penyakit akibat pola hidup tidak sehat. Menurutnya, beberapa contoh penyakit gaya hidup yang umum ditemui antara lain obesitas, diabetes melitus tipe 2, dislipidemia, hipertensi, jantung, ginjal, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, kanker, dan sirosis hati.
Wafa berkata: “Penting bagi kita untuk mengetahui semua ini. Mari kita bersama-sama mengubah pola hidup sehat untuk mencegah penyakit. »
Artikel Dokter RSCM: Ada Pergeseran Pola Penyakit Akibat Gaya Hidup tidak Sehat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Rutin Olahraga Kurangi Risiko Stroke, Mulai Sekarang Jangan Mager! pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Aktivitas fisik ternyata berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah sehingga menurunkan risiko stroke. Pakar kedokteran olahraga Caleb Leonardo Halim mengatakan aktivitas fisik dan olahraga teratur secara tidak langsung dapat menurunkan risiko stroke.
Ia mengatakan, aktivitas fisik ringan yang dibarengi dengan latihan fisik dapat membantu mengontrol gula darah untuk mencegah berkembangnya diabetes, serta membantu meningkatkan tekanan darah. Semua ini dapat mengarah pada upaya untuk mengurangi risiko stroke di masa depan.
“Stroke merupakan penyakit pada pembuluh darah. Penyakit pembuluh darah seringkali disebabkan oleh penyakit lain yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik,” kata Caleb dalam diskusi online Kementerian Kesehatan. (Kemenkes) di Jakarta pada Senin 11/2024).
Ia menjelaskan, aktivitas fisik dan olah raga memiliki arti yang berbeda. Secara teori, aktivitas fisik merupakan upaya sederhana menggerakkan tubuh dengan berjalan naik dan turun tangga. Sedangkan latihan fisik artinya tidak hanya ditandai dengan keluarnya keringat, tetapi juga dilakukan dengan program yang terukur dan diulang secara rutin.
“Misalnya naik turun tangga. Kalau hanya sesekali, ini berarti aktivitas fisik. Namun jika Anda memiliki kebiasaan naik turun tangga setiap hari, itu bisa menjadi latihan fisik. Jadi ada kemajuan, ujarnya.
Caleb sempat mengingatkan kita akan pentingnya gerak tubuh, baik seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari hanya dengan duduk dan menatap layar komputer atau laptop. Ia menyarankan untuk istirahat dari aktivitas layar (istirahat duduk) dengan berdiri dan berjalan-jalan setidaknya setiap satu hingga dua jam sekali. Dengan begitu, peredaran darah menjadi baik dan otot tidak kaku.
“Faktanya, penelitian mengatakan lebih baik berjalan kaki berapa pun lamanya. Kalaupun hanya jalan kaki 5-10 menit, misalnya cari makan siang di luar, tidak apa-apa. Sore atau malam hari, jalan kaki lagi selama 5-10 menit. Lalu pulang kantor, jalan kaki 5-10 menit. “Total 30 menit sehari,” katanya.
Mengenai latihan fisik, Caleb mengatakan ada rumusan yang perlu diingat dan diikuti masyarakat untuk mendapatkan manfaat yang efektif, yaitu FITT yang terdiri dari frekuensi, intensitas, timing (waktu atau durasi) dan Type (jenis latihan fisik). ) adalah untuk. Formula ini berlaku untuk latihan kardio dan otot.
Untuk latihan kardio, frekuensi yang disarankan adalah tiga hingga lima kali per minggu. Bagi pemula, latihan kardio bisa dimulai seminggu sekali dan kemudian ditingkatkan.
Intensitas atau tingkat kesulitan latihan fisik yang dianjurkan bagi pemula berkisar dari rendah hingga sedang (low to medium). Menurut Caleb, jalan santai sambil ngobrol saja sudah cukup bagi pemula.
Durasi yang dibutuhkan untuk latihan kardio yang efektif minimal 150 menit. Caleb mengatakan, jika latihan kardio dilakukan selama 30 menit setiap hari dan diulang secara rutin selama lima hari, maka upaya ini sangat baik.
Jenis atau tipe latihan kardio yang direkomendasikan untuk pemula adalah yang termasuk dalam kategori low impact. Jika persendian Anda dalam kondisi baik, Calem mengajak orang untuk menggabungkan latihan kardio low impact dengan high impact cardio.
Rumus FITT juga bisa diterapkan pada latihan otot atau latihan beban, meski dengan sedikit perbedaan dibandingkan latihan kardio. Untuk latihan otot, frekuensi yang disarankan adalah dua hingga tiga kali seminggu per kelompok otot dan intensitasnya berkisar dari sedang hingga berat.
Calem mengatakan sebenarnya tidak ada batasan khusus mengenai durasi latihan otot, asalkan tidak terlalu lama atau terlalu intens. Jenis latihan ototnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi, baik menggunakan barbel maupun tanpa barbel, seperti push up, sit up, dan lain-lain.
“Sedangkan dalam aktivitas fisik sebenarnya hanya ada satu (rumus). Kurangi waktu duduk. Jangan duduk terlalu lama. Sekalipun Anda sedang duduk, Anda perlu istirahat dari duduk. Belum ada konsensus mengenai durasi sidang. Ada yang bilang maksimal enam jam sehari, ada pula yang bilang delapan jam sehari. Tapi tetap jangan duduk lebih dari itu. “Perlu lebih banyak berdiri, lebih banyak gerakan,” kata Caleb.
Artikel Rutin Olahraga Kurangi Risiko Stroke, Mulai Sekarang Jangan Mager! pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>