Artikel Dokter Bedah Jantung Ungkap Cara Terbaik Tetap Tenang Saat ‘Tertekan’ pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Dalam situasi seperti ini, sulit untuk menjaga pernapasan dan detak jantung tetap stabil, atau bahkan tetap tenang. Namun ahli bedah jantung Jeremy London memiliki beberapa saran untuk tetap tenang dalam situasi stres ini.
Dalam video TikTok baru-baru ini, London, seorang ahli bedah kardiotoraks di Savannah, Georgia, membagikan apa yang secara pribadi dia lakukan untuk tetap tenang selama momen-momen hidup yang lebih penuh tekanan. Yang terpenting, yang terpenting adalah bersiap.
Nomor satu: persiapan, ujarnya, Senin (18/11/2024), mengutip laman Best Life.
Jika Anda tidak mempersiapkan diri, katanya, Anda sedang “menyiapkan diri” untuk kegagalan. Meskipun Anda tidak menghadapi kondisi serius setiap hari, ada baiknya Anda membekali diri dengan keterampilan untuk menangani situasi stres, kata London.
Artikel Dokter Bedah Jantung Ungkap Cara Terbaik Tetap Tenang Saat ‘Tertekan’ pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Psikiater Beberkan Tips Cegah Kecanduan Judi Online untuk Anak-Anak pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Mencegah mereka yang tidak terpapar perjudian online dengan memberikan informasi dan pemahaman tentangnya,” kata dr Made Wedastra SpKJ, psikiater di Denpasar, Bali, Senin (18 November 2024).
Psikiater Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali Kabupaten Bangli mengatakan, masyarakat khususnya generasi muda perlu memahami sejak dini iming-iming jackpot besar yang ditawarkan judi online. Pada proses awal transaksi, peserta judi online akan diminta untuk menang agar dapat menarik lebih banyak peserta dan membuat mereka terus menerus memasang taruhan.
Meski sederhana, aktivitas berulang ini dapat membuat ketagihan dan mungkin berimplikasi pada gangguan mental berupa kecemasan, khususnya gangguan obsesif-kompulsif (OCD) dan depresi. Dr SpKJ lulusan Universitas Udayana (Unud) Denpasar ini menambahkan, seseorang bisa terjerumus dalam perjudian online karena berbagai faktor lingkungan pribadi (internal) atau eksternal.
Secara internal, katanya, orang-orang yang narsis, histrionik, dan ketergantungan dapat dengan mudah terjerumus ke dalam daya pikat perjudian online. “Orang narsisis merasa dirinya pintar dan cakap, sehingga mereka menggunakan perjudian untuk mempertahankan diri, sedangkan pelaku suka menggunakan penampilan yang berlebihan untuk mencari perhatian. “Untuk menjaga penampilan, mereka bisa berjudi dan mengandalkan orang lain, atau terlalu mengandalkan yang lain. orang-orang,” katanya.
Sementara itu, dari luar, lingkungan dan pola asuh juga berperan besar dalam membuat seseorang terjerumus dalam perjudian, karena pola asuh yang suka membanding-bandingkan akan membuat psikologis anak menjadi rapuh ketika sudah besar nanti. Oleh karena itu membuat anak tidak memiliki norma atau superego yang kuat dalam dirinya dan hanya mengikuti apa yang dianggap benar, salah satunya melalui judi online karena dapat menghasilkan uang dengan cepat.
Faktor stres juga turut berperan, imbuhnya, terutama mereka yang kehilangan pekerjaan dan terlilit hutang, sehingga langsung memikirkan perjudian online. Made Wedastra menjelaskan penanganan korban perjudian online melalui pengobatan farmakologis dan nonfarmakologis atau psikoterapi.
Pengobatan, jelasnya, melibatkan penggunaan antipsikotik atau antidepresan generasi kedua untuk menurunkan kadar dopamin. Ada pula cara pengobatan terhadap korban perjudian online yang mirip dengan kecanduan narkotika. Secara biologis, peningkatan dopamin di nukleus accumbens atau pusat kesenangan di otak, menyebabkan pecandu menjadi lebih gemar berjudi dan menjadi lebih bahagia.
Sedangkan pengobatan non farmakologi dilakukan bersamaan dengan terapi perilaku yaitu menghentikan segala media atau apapun yang berhubungan dengan perjudian online. Terapi perilaku kognitif kemudian melibatkan penanaman pemahaman baru tentang perjudian online dengan melihat aspek negatif dan positifnya.
“Dengan membiarkan dia melihat apa saja dampak negatif dari perjudian online sehingga dia mengerti, kami memberinya sudut pandang baru tentang perjudian online yang akan selalu dia ingat. “Dengan pemahaman yang baik maka perilaku pun berubah sehingga menjauhkannya dari perjudian online,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan perjudian online merupakan bencana sosial karena diperkirakan ada 8,8 juta orang yang menjadi korban atau pelakunya.
Artikel Psikiater Beberkan Tips Cegah Kecanduan Judi Online untuk Anak-Anak pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Stres Disebut Bisa Memperburuk Diabetes, Ini Penjelasannya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Rulli Rosandi, dokter spesialis penyakit dalam spesialis endokrinologi dan metabolisme, mengatakan: “Data IDF menunjukkan bahwa tiga dari empat penderita diabetes (yang mengalami kecemasan) dan depresi terkait diagnosisnya menderita kelelahan dan 5 “4 dari 10 orang menderita kelelahan. , “katanya. Menurut data International Diabetes Federation beberapa waktu lalu.
“Oleh karena itu, kondisi mental bisa berdampak,” kata lulusan UB ini pada acara diskusi dalam rangka Hari Diabetes.
Ia menjelaskan, gangguan kesehatan mental seperti stres merangsang produksi hormon kortisol dalam tubuh. Hormon kortisol bertindak tidak seperti insulin, hormon yang membantu tubuh menggunakan glukosa untuk menghasilkan energi dan mengatur kadar gula darah.
“Stres melepaskan hormon kortisol. Cara kerja kortisol berlawanan dengan insulin. Jadi gula darah Anda akan jauh lebih tinggi karena kortisol lebih tinggi,” kata dr Rulli.
Saat Anda stres, kortisol dilepaskan, yang meningkatkan kadar gula darah dan membantu tubuh mengatasi stres. Hormon ini merangsang hati untuk memproduksi lebih banyak glukosa dan menurunkan sensitivitas sel terhadap insulin.
Akibatnya, kadar gula darah meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu resistensi insulin, yaitu kondisi yang membuat tubuh sulit menggunakan insulin secara efektif.
Pada penderita diabetes tipe 2, stres kronis dan kadar kortisol yang tinggi memperburuk resistensi insulin. Bagi penderita diabetes tipe 1, yang tubuhnya tidak dapat memproduksi insulin, stres dapat menyebabkan kadar gula darah berfluktuasi lebih drastis.
Rulli menjelaskan, obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental, seperti antipsikotik, juga dapat memperburuk diabetes. “Jika Anda memiliki gangguan jiwa yang serius, mengonsumsi obat antipsikotik dapat menyebabkan gula darah Anda meningkat,” ujarnya.
Oleh karena itu, pasien gangguan kesehatan jiwa yang menderita diabetes atau memiliki riwayat keluarga diabetes sebaiknya berkonsultasi dengan psikiater untuk memilih obat yang tepat, ujarnya. “Pilihlah obat antipsikotik generasi baru yang tidak menyebabkan kenaikan gula darah,” ujarnya.
Artikel Stres Disebut Bisa Memperburuk Diabetes, Ini Penjelasannya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Jangan Sampai Anak Jadi Korban, Ayah-Ibu Perlu ke Psikolog Ketika Alami Gangguan Mental pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Orang tua yang merasakan perubahan perilaku terutama saat berkomunikasi dengan pasangan atau anak, mudah marah atau cenderung sakit hati, berkurangnya rasa empati, sangat lelah secara emosional, sangat disarankan untuk menghubungi psikolog yaitu. Pelayanan Tol (Pusat Belajar Keluarga),” kata Deputi Khusus Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Nahar, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (17/4/2024).
Nahar mengatakan, orang tua juga bisa melibatkan keluarga inti jika dirasa proses pengasuhan anak mengalami kendala. Dengan demikian ayah dan ibu akan mendapat dukungan dari lingkungan terdekatnya.
Nahar mengingatkan, gangguan jiwa bisa disebabkan oleh banyak faktor dan bisa menimpa siapa saja, termasuk orang tua. Ia juga mendorong perusahaan atau tempat kerja juga menyediakan tenaga kesehatan mental.
Nahar juga menilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental. Ia juga mengingatkan betapa pentingnya mengurangi stigma orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anak.
“Pelaku kekerasan dengan gangguan jiwa dapat mendapatkan rehabilitasi serta penanganan fisik dan psikis agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya.
Selain itu, Nahar menilai perlunya penanaman nilai-nilai agama pada orang tua. Oleh karena itu, upaya mengetahui kesiapan orang tua, calon orang tua, dan calon pasangan untuk mengasuh anaknya secara optimal juga penting.
Sebelumnya, seorang ayah bernama Rendra Adi Prasetyo (29) menganiaya anak tunggalnya dengan huruf M (3). Korban kemudian meninggal dunia di Tulungagung, Jawa Timur pada Minggu malam (12/05/2024).
Pembunuhan itu dilakukan setelah tersangka kembali dari Taiwan. Tersangka diduga mengalami depresi saat bekerja sebagai buruh migran dan tega membunuh anaknya.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Jangan Sampai Anak Jadi Korban, Ayah-Ibu Perlu ke Psikolog Ketika Alami Gangguan Mental pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>