Artikel BPS: Seluruh Lapangan Usaha Tumbuh Positif pada Kuartal III 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kalau dari dunia usaha, pada triwulan III tahun 2024 semua sektor usaha akan positif,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adingar Widyasanti dalam jumpa pers, Selasa (5/11/2024).
Sektor ekonomi utama yang memberikan kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) adalah manufaktur; perdagangan pertanian Amalija mengatakan konstruksi dan pertambangan.
“Total partisipasi lima sektor ekonomi sebesar 64,94 persen terhadap PDB,” jelasnya.
Bidang usaha yang terus ditingkatkan Amalia antara lain peningkatan lalu lintas barang, termasuk pengangkutan dan pergudangan seiring dengan peningkatan jumlah penumpang, serta makanan dan minuman dalam negeri seiring pertumbuhan negara. dan acara di tingkat internasional. Seperti ajang Moto GP Mandalika dan Senin XXI.
Dilihat dari sumber pertumbuhannya, bisnis operasional akan menjadi sumber pertumbuhan terbesar pada kuartal III 2024 sebesar 0,96 persen, kata Amalija. Selain itu, tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 0,71 persen; Sektor ekonomi seperti konstruksi dan informasi dan komunikasi memberikan kontribusi perdagangan sebesar 0,63 persen dan pembangunan sebesar 0,45 persen.
“Jika dicermati sumber pertumbuhan dan perkembangan pembangunan ekonomi terbesarnya, pertama, industri makanan dan minuman yang tumbuh berkat pembelian dalam dan luar negeri, tumbuh sebesar 5,82 persen berkat dukungan dalam negeri; Ekspor produk makanan dan minuman mengalami peningkatan,” jelasnya.
Kemudian, industri logam dasar tumbuh sebesar 12,36 persen seiring dengan meningkatnya permintaan investasi asing khususnya besi dan baja. Selain itu, metalurgi komputer, produk elektronik; Peralatan penerangan dan kelistrikan tumbuh 7,29 persen berkat pembelian material konstruksi logam dan komponen elektronik asing.
“Selain itu, kegiatan konstruksi akan ditingkatkan melalui pengembangan proyek infrastruktur sektor publik dan swasta. “Pembangunan ini akan sejalan dengan terus berkembangnya IKN (ibukota nusantara) dan kegiatan pembangunan infrastruktur lainnya seperti jalan, jalan, dan jembatan,” ujarnya.
Pada saat yang sama, perdagangan besar dan eceran, Sektor Ekonomi tumbuh seiring dengan peningkatan produksi dan impor dalam negeri oleh industri reparasi mobil dan sepeda motor. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan produk dalam negeri dan impor, khususnya nonmigas.
“Saat itu, perekonomian sektor informasi dan komunikasi tumbuh seiring dengan pertumbuhan aktivitas telekomunikasi, seperti peningkatan trafik data Internet,” kata Amalija.
Artikel BPS: Seluruh Lapangan Usaha Tumbuh Positif pada Kuartal III 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CORE: Industri Pengolahan Perlu Didorong Guna Kejar Ekonomi 8 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Jika dilihat dari dunia usaha, meskipun industri pengolahan mampu tumbuh 4,72 persen per tahun, dibandingkan 5,20 persen pada periode yang sama tahun lalu, namun hal ini tentunya perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. mesin perekonomian, dan ketika pertumbuhan industri ini menurun maka totalnya juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,” kata Yusuf di Jakarta, Selasa (4/11/2024).
Jika Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, ia memperkirakan industri pengolahan akan semakin maju di masa depan.
Menanggapi rilis data BPS mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia, Yusuf mengatakan terdapat tren penurunan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2024. Pada triwulan I tahun 2024, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11 persen (yoy). Sebesar 5,05 persen (yoy) pada triwulan II 2024, dan 4,95 persen (yoy) pada triwulan III.
“Melihat kinerja pertumbuhan ekonomi pada triwulan III, perlu ditegaskan bahwa setiap tahunnya terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I hingga triwulan III,” ujarnya.
Namun perekonomian Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,03 persen pada periode Januari hingga September 2024.
Dari sisi belanja, pertumbuhan ekonomi masih banyak ditopang oleh konsumsi rumah tangga, lapor BPS. Sektor perumahan tumbuh sebesar 4,91 persen (yoy) pada triwulan III dan memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 53,08 persen. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga sedikit melambat dibandingkan triwulan II tahun 2024 yaitu sebesar 4,93 persen.
“Hal ini sebenarnya sejalan dengan situasi triwulan III yang mengalami deflasi, kemudian data PMI manufaktur kurang baik dan mencerminkan situasi daya beli masyarakat yang lesu terutama pada triwulan tersebut,” tuturnya. Dijelaskan.
Lebih lanjut Yusuf menambahkan, untuk memulihkan dan meningkatkan daya beli masyarakat, pemerintah harus melakukan kerja sama kebijakan yang efektif.
Artikel CORE: Industri Pengolahan Perlu Didorong Guna Kejar Ekonomi 8 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>