Artikel Ekonom: Dividen Tinggi Himbara Berefek Positif untuk Danantara pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Marcus berkata, “Dan tentang sumber jawabannya baik untuk minat panjang dan statistik melaporkan bahwa itu dipimpin dan di tengah dapat dipercaya.”
Marcus mengatakan: Proposal investor adalah langkah yang baik, jika perusahaan memiliki uang yang mengatur uang dan perluasan tahun depan.
Hans berkata: “Jika Anda telah memberikan dana dan memperluas tahun depan, maka pembayaran bunga adalah yang terbaik untuk berinvestasi.”
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) cocok dengan manfaat 2024 atau 86,02 persen dari 2024 anggaran, serta Majelis Umum (3/24/2025).
Manfaat (DPR) Pada tahun 2024 adalah lima tahun terakhir tertinggi.
Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) TBK (BMRI) setuju untuk mendistribusikan manfaat RPP3.5
Jumlah BMRI DPR adalah jumlah kecil dibandingkan dengan DPR dalam lima tahun terakhir secara teratur 60%. Kontrol memiliki serangkaian Machinis BBRRI dan BMRI B S, dan Program Republik Indonesia (RI) di Pt Bireau (Pekt) atau masing -masing Pusat Pusat BPI dan Auntara.
Sementara itu seri BMRI B.533.333333333333333333333333333333333333333333 persen atau 52,00 persen, dan saham BBR adalah 80,610,976,9767775%.
Artikel Ekonom: Dividen Tinggi Himbara Berefek Positif untuk Danantara pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kemenkeu: Jamsos Jadi Salah Satu Cara Agar Pekerja Hidup Layak di Masa Tua pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Kita menjalani siklus kehidupan mulai dari sekolah, sepulang sekolah, bekerja dan bekerja. Sepulang kerja jangan khawatir karena ada jaminan sosial, kata Sudarto dalam keterangan yang diterima di Jakarta (27/11). /2024).
Di sisi lain, Sudarto menyoroti tingkat partisipasi jaminan sosial yang saat ini masih rendah. Diketahui, pada Oktober 2024, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan mencapai total 40,82 juta orang, dimana jumlah pekerja formal dan informal sekitar 150 juta orang.
“Sebenarnya saat ini yang ikut jaminan pensiun ada sekitar 14 juta orang, dari 140-145 juta pekerja sekitar 16 juta orang ikut jaminan JHT. Itu yang jadi kekhawatiran kita, jangan sampai kita dan teman-teman. berarti bansos, membebani APBN,” ujarnya.
Sudarto juga mendorong tersedianya skema yang cocok untuk lebih memperluas atau memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu, I Gede Dewa Karma Wisana, peneliti dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), juga menekankan pentingnya dividen atau penghasilan di hari tua.
“Kita sangat tertarik dengan siklus hidup demografi. Kita harus memikirkan dividen, menciptakan dividen dari bonus demografi yang ada,” ujarnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, I Gede mendorong para pekerja yang masih produktif dan memiliki penghasilan untuk mempersiapkan jaminan pensiun melalui pendapatan investasi atau jaminan sosial JHT.
Sebab ketika memasuki masa tua, besarnya pengeluaran akan jauh lebih besar dibandingkan dengan pendapatan, sehingga walaupun sudah tidak produktif lagi, bekal di hari tua akan sangat penting agar tetap dapat hidup layak dan berkecukupan.
Oleh karena itu, kami berencana menyusun strategi agar penduduk produktif saat ini tidak hanya memiliki pendapatan yang cukup dan hidup layak, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi hari tua. Sehingga konsumsinya tercukupi baik dari pendapatan yang dikumpulkannya maupun dari pendapatan investasi. mereka masih muda ketika itu,” kata I Gede.
Artikel Kemenkeu: Jamsos Jadi Salah Satu Cara Agar Pekerja Hidup Layak di Masa Tua pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Prabowo Rombak Struktur Organisasi Kemenkeu, BKF Dihapus pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pada saat yang sama, Badan Kebijakan Keuangan (BKF) dicopot dari struktur organisasi Kementerian Keuangan. Saat ini fungsi BKF diintegrasikan ke dalam Direktorat Jenderal Strategi Perekonomian dan Keuangan.
Menurut Kepala Kantor Komunikasi dan Informatika Kementerian Keuangan Deni Surjantoro saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (7/11/2024), penggabungan tersebut bertujuan untuk memperkuat fungsi dan fungsi penanggung jawab BKF. Merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang strategi ekonomi dan keuangan.
Dalam Pasal 14 Keputusan Presiden No. 158/2024, dijelaskan bahwa: tugas Departemen Strategi Ekonomi-Keuangan meliputi pembuatan dan pelaksanaan kebijakan; Penyusunan standar, standar, prosedur dan praktik; Memberikan nasihat dan bimbingan teknis; serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan bidang makro, sektor, pendapatan, belanja dan strategi keuangan. Departemen Kepolisian ini juga melaksanakan tugas administratif Departemen Kepolisian dan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Menteri.
Pada saat yang sama, peran Komite Keamanan Sektor Keuangan (KSSK) diserahkan kepada Komite Keamanan Sektor Keuangan. Pak Deni menjelaskan, “Sekretariat KSSK masih ada, namun dari segi administrasi berada di bawah Komisioner Keamanan dan Pembangunan Bidang Keuangan.”
Secara umum tugas dan tanggung jawab Departemen Manajemen Keamanan dan Pengembangan Sektor Keuangan serupa dengan Departemen Strategi Ekonomi dan Keuangan. Namun kepala departemen ini bertanggung jawab di bidang keuangan, spesialisasi keuangan, dan kerja sama internasional di bidang keuangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 45-46.
Sementara itu, Organisasi Teknologi Informasi dan Teknologi Finansial mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi serta pengelolaan informasi dan keuangan.
Artikel Prabowo Rombak Struktur Organisasi Kemenkeu, BKF Dihapus pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kemenkeu Terbitkan PMK 78/2024 Sederhanakan Aturan Bea Meterai pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kemenkeu Terbitkan PMK 78/2024 Sederhanakan Aturan Bea Meterai pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Perkuat Energi Panas Bumi, Geo Dipa Setor Rp 200 Miliar per Tahun ke Negara pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Secara umum setoran ke pemerintah untuk tahun ini sekitar Rp 200 miliar,” Direktur Pengembangan, Perdagangan dan Penemuan GDE, Ilen Kardani, dalam tur pers Kementerian Keuangan untuk Pers bertajuk “Bantuan Finansial Pemerintah dalam mendorong ketahanan energi dan meningkatkan pendapatan negara” di Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/11/2024).
GDE, lanjut Ilen, berkomitmen tidak hanya fokus pada keuntungan, namun juga memberdayakan masyarakat sekitar proyek. “Kami memberikan hasil positif melalui lapangan kerja, pelatihan, pendidikan dan peluang bisnis lokal bagi masyarakat sekitar proyek,” kata Ilen.
Meski setiap proyek seringkali dihadapkan pada tantangan sosial, GDE selalu mengedepankan prinsip transparansi dan komunikasi terbuka dengan masyarakat. Pendekatan ini terbukti efektif, dan GDE berhasil menjaga hubungan baik dengan masyarakat Dieng selama lebih dari 20 tahun tanpa masalah sosial yang besar. Salah satu contoh komunikasi yang transparan adalah menjelaskan potensi bahaya, seperti uap air yang dikeluarkan saat pengeboran, untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat menimbulkan ketegangan.
Selain itu, PLTP Patuha Unit 1 yang telah beroperasi selama 10 tahun juga berkontribusi terhadap bauran energi sebesar 3,98 persen di sistem Jawa-Bali. Pembangkit berkapasitas 59,88 MW ini telah menghasilkan lebih dari 4 juta kWh listrik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi di Jawa Barat dan sekitarnya.
Dalam acara yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Rionald Silaban mengatakan GDE merupakan “anak” Kementerian Keuangan yang sebelumnya diambil alih pemerintah setelah timbul perselisihan. Kini, GDE terus menjadi perusahaan yang membanggakan.
“Komitmen pemerintah terhadap transisi energi sudah selesai dan kami akan terus mendukung GDE, baik dalam bentuk dukungan finansial maupun dukungan dari lembaga internasional, karena apa yang dilakukan GDE merupakan bagian dari upaya energi hijau,” kata Ronald.
Meski dalam beberapa tahun terakhir GDE belum menerima Penyertaan Modal Negara (PMN), namun perusahaan ini berhasil menyumbangkan bagi hasil kepada pemerintah. Pemerintah juga terus memberikan dukungan terhadap pengembangan proyek GDE, termasuk di Ciwidey.
“Kami berharap pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia terus berbenah. Meski tarif listrik yang dijual GDE bisa dibilang murah, namun perseroan tetap berhasil memproduksi listrik dengan tingkat efisien,” kata Rionald.
Artikel Perkuat Energi Panas Bumi, Geo Dipa Setor Rp 200 Miliar per Tahun ke Negara pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kemenkeu di Bawah Presiden, Ekonom: Tak Berdampak Signifikan ke Pasar pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Sebenarnya masih belum diketahui hasilnya seperti apa, dan menurut saya pribadi tidak akan membawa banyak perubahan dalam waktu singkat, kata Rully saat dihubungi melalui telepon di Jakarta, Rabu (23/10/2024).
Menurutnya, keputusan sentimen pasar selama ini ditentukan oleh citra Sri Mulyani Indrawati. Dengan diangkatnya kembali mantan Direktur Bank Dunia tersebut menjadi Menteri Keuangan pada Kabinet Merah Putih, pelaku pasar semakin yakin terhadap situasi keuangan negara.
“Dan tentunya dalam jangka pendek juga banyak faktor internasional yang berdampak besar,” imbuhnya.
Rully menilai, yang harus menjadi fokus Presiden RI Prabowo Subianto saat ini adalah membahas secara detail tujuan 100 hari pertama menjabat dalam upaya mencapai pertumbuhan 8 persen.
Prabowo juga disebut perlu memperjelas strategi peningkatan pendapatan pemerintah, mengingat target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dipatok sebesar Rp3.005,1 triliun.
Perubahan mengenai kedudukan Kementerian Keuangan terdapat dalam Keputusan Presiden (Perpres) Nomor 139 Tahun 2024 tentang Penataan Kegiatan dan Fungsi Kementerian Negara pada Kabinet Merah Putih Periode 2024-2029.
Pasal 26 Pasal 1 aturan tersebut menyebutkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengoordinasikan tujuh kementerian teknis yang tidak termasuk dalam Kementerian Keuangan.
Kepala Kantor Pelayanan Komunikasi dan Informasi Kementerian Keuangan Deni Surjantoro menjelaskan, posisi Kementerian Keuangan di pemerintahan Prabowo berada di bawah perintah langsung presiden.
Perubahan tersebut fokus pada ruang lingkup kegiatan dan tugas kementerian yang dipimpin Sri Mulyani. “Dan kewenangannya sudah melakukan koordinasi dan pengendalian dari berbagai bagian,” ujarnya.
Artikel Kemenkeu di Bawah Presiden, Ekonom: Tak Berdampak Signifikan ke Pasar pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Kemenkeu Diminta Siapkan Anggaran untuk Pertebal Jaminan Sosial Hingga Kelas Menengah pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Anggota DPR RI terpilih periode 2024-2029, Edy Wuryanto, menyoroti fenomena kelas menengah yang mengalami tren penurunan sebanyak 9,48 juta orang dalam lima tahun terakhir, menurut Badan Pusat Statistik. (BPS). AD meminta pemerintah segera mengambil tindakan terhadap tren tersebut.
Laporan BPS ini harus segera direspon pemerintah. Jaminan sosial harus diberikan pada sektor ketenagakerjaan dan kesehatan, kata AD di Jakarta.
Aspek jaminan sosial ketenagakerjaan AD menekankan bahwa kelas menengah memerlukan perlindungan dari berbagai skema seperti jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), dan jaminan hari tua (JHT).
Selain itu, pemerintah juga diminta merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2021 tentang Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Aturan tersebut menyebutkan bahwa peserta JKP akan mendapatkan bantuan keuangan, akses informasi ketenagakerjaan, dan pelatihan kerja selama maksimal enam bulan untuk mempersiapkan mereka kembali bekerja di sektor formal.
Dalam konteks ini, Edy meminta adanya penyederhanaan persyaratan mitra JKP dan perluasan cakupannya. “Sama seperti pekerja kontrak yang seharusnya mendapat manfaat JKP,” imbuhnya.
Edy juga meminta pemerintah membuka lapangan kerja formal untuk menghindari kekurangan tenaga kerja.
Menurut AD, Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teku Rifki juga menegaskan, jangkauan kebijakan jaminan sosial sebaiknya diperluas ke kelas menengah. Kelompok ini cenderung memiliki daya beli yang menurun.
“Alokasi anggarannya bisa diperluas, terutama untuk masyarakat menengah karena daya belinya sedang menurun. “Pada saat yang sama, pemerintah sedang menyusun strategi yang lebih terstruktur dan berjangka panjang seperti penciptaan lapangan kerja,” kata Rifki.
Terkait bidang kesehatan, Keputusan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 2023-2024, Rencana Jaminan Sosial Tahun 2023-2024, bertujuan untuk menambah kuota peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) PBI menjadi 113 juta orang pada tahun 2024. Sedangkan realisasi Agustus mencapai 96,7 juta orang pada tahun 2024. Edy berharap pemerintah mampu mencapai tujuan yang ditetapkan Presiden tersebut.
Untuk itu, dia menilai perlu penambahan anggaran dari Rp48,78 triliun menjadi Rp56,85 triliun. “Peningkatan alokasi menjadi Rp56,85 triliun diharapkan dapat memberikan jaminan kesehatan dan sosial bagi kelas menengah yang menurun,” kata AD.
Artikel Kemenkeu Diminta Siapkan Anggaran untuk Pertebal Jaminan Sosial Hingga Kelas Menengah pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS Kemenkeu Diminta Siapkan Anggaran untuk Pertebal Jaminan Sosial pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Anggota DPR RI terpilih periode 2024-2029, Eddie Vuriento menyoroti fenomena kelas menengah yang mengalami penurunan jumlah 9,48 juta jiwa dalam lima tahun terakhir menurut Badan Pusat Statistik. (BPS). AD meminta pemerintah merespons cepat perubahan ini.
“Pemerintah harus segera merespons laporan DDB ini. “Jaminan sosial harus terjamin dari segi pekerjaan dan kesehatan,” kata AD di Jakarta, Kamis (17/10/2024).
Terkait jaminan sosial di tempat kerja, Eddy menekankan, masyarakat kelas menengah perlu dilindungi dari berbagai program, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), dan Program Jaminan Hari Tua (JHT).
Selain itu, pemerintah juga diminta mengubah Kebijakan Publik (PP) No. 37 Tahun 2021 tentang Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Sesuai undang-undang, peserta JKP dapat menerima bantuan keuangan, informasi pekerjaan, dan pelatihan kerja selama maksimal enam bulan untuk mempersiapkan mereka kembali bekerja di sektor formal.
Terkait hal itu, AD meminta agar persyaratan peserta JKP disederhanakan dan cakupannya diperluas. “Selama kontrak pekerja kontrak masih ada, mereka akan mendapat manfaat JKP,” imbuhnya.
AD juga meminta pemerintah membuka lapangan kerja formal untuk menghindari penurunan angkatan kerja.
Mengenai bidang kesehatan, Keputusan Presiden (Niat) No. 36 Tahun 2023 tentang Peta Jalan Jaminan Sosial 2023-2024 menambah kuota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) peserta PBI mencapai 113 juta orang pada tahun 2024. Sebaliknya, konfirmasi hanya mencapai 96,7 juta orang pada Agustus 2024. Eddy berharap agar pemerintah dapat mencapai target yang ditetapkan dalam Perpres tersebut.
Untuk itu, dia menilai perlu adanya penambahan anggaran dari alokasi Rp48,78 triliun menjadi Rp56,85 triliun. “Dengan menambah alokasi sebesar Rp56,85 triliun diharapkan jaminan sosial kesehatan dapat terjamin bagi kelompok kelas menengah yang menyusut,” kata Eddy.
Senada dengan Edy, Teku Rifki, Ekonom Lembaga Penelitian Ekonomi dan Sosial, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), juga menekankan perlunya peningkatan jangkauan kebijakan jaminan sosial kepada masyarakat kelas menengah. . Sebab, daya beli kelompok ini cenderung menurun.
Alokasi anggaran bisa ditingkatkan, terutama untuk melayani masyarakat kelas menengah yang daya belinya terus menurun. “Di sisi lain, pemerintah sedang menyusun strategi struktural dan jangka panjang, seperti penciptaan lapangan kerja,” kata Rifki.
Artikel CIRCLE NEWS Kemenkeu Diminta Siapkan Anggaran untuk Pertebal Jaminan Sosial pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>