Artikel Viral Video Pemukulan Siswa Saat Tanding Basket, KemenPPPA Tekankan Soal Sportivitas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Keterampilan olahraga mengajarkan anak -anak tentang kejujuran, kerja sama, lawan dan protes dengan serangkaian saingan. Semoga bagi pengembangan anak -anak untuk mengembangkan anak -anak untuk anak -anak, yang kedua (2/200/2025) kami berharap nilainya sporty, selalu nilai -nilai yang sporty.
Dia mengatakan ini.
Pada titik ini, dianggap bahwa ia dapat mengobati serangan dalam pengembangan olahraga dalam pengembangan olahraga. Karena ini mungkin menjadi bagian dari alam semesta dan ini mungkin masalah serius dalam mempersiapkan atlet profesional di masa depan.
Hampir diatur dengan Papa dalam Layanan Wanita dan Anak -anak (SAAPA) dan memastikan bahwa korban telah didukung. Salah satu peserta, kami sedang dibangun kembali dengan Marti Walio Cbuong Mymoong antara Marpn 1.
Berpartisipasi dalam kontes bola basket di Amerika Serikat. Dalam waktu yang tepat, RC ditangkap di kamera.
Selain Amerika Serikat, pemain lain di perusahaan SMPN 1 juga terpengaruh dalam pertandingan, tetapi mereka belum terdaftar di kamera. Puisi itu terjadi pada posisi yang sesuai dan pemain dan grup segera terdaftar.
Hakim segera menghapus RC dengan menghapus RC dari Bush dan menghalangi permainan. Aplikasi tersebar di media sosial.
Artikel Viral Video Pemukulan Siswa Saat Tanding Basket, KemenPPPA Tekankan Soal Sportivitas pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Veronica Tan: Passion dan Ketangguhan Jadi Kunci Berbisnis untuk Perempuan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Bagi perempuan, hal pertama yang perlu dimiliki saat memulai bisnis adalah passion. Jika kita menyukai apa yang kita lakukan, setiap hari akan menyenangkan. “Itu membuat kami tetap termotivasi,” kata Veronica saat ditemui di Jakarta, Selasa (19/11/2024).
Ia juga mengingatkan, perjalanan bisnis tidak selalu berjalan mulus. Menurutnya, wirausaha sering kali menghadapi tantangan, namun semangat menyerahlah yang menentukan kesuksesan.
“Jangan pernah menyerah. Setiap kali usaha Anda menghadapi kendala atau bahkan gagal, jadikan itu sebagai pelajaran untuk bangkit kembali. Kegagalan adalah bagian dari menjadi wirausaha sejati,” ujarnya Veronica.
Veronica juga mengimbau para perempuan untuk tidak ragu mengambil langkah baru jika dirasa bisnis yang dijalankan kurang sesuai. “Jika bisnis yang Anda jalankan kurang cocok, jangan takut untuk berhenti dan mencoba hal lain. Yang paling penting adalah melangkah maju dengan percaya diri, tambahnya.
Selain resiliensi, Veronica menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan. Menurutnya, dunia usaha selalu dinamis sehingga para wirausaha harus selalu memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya.
“Sebagai perempuan, kita harus terus belajar. Jangan berhenti mencari solusi dan inovasi baru. “Belajar 24 jam 7 hari seminggu penting dalam menghadapi segala tantangan,” tegasnya.
Veronica pun mengapresiasi semakin banyaknya perempuan yang berani terjun ke dunia bisnis. Ia menegaskan, perempuan memiliki peluang besar untuk sukses menjadi wirausaha jika mendapat dukungan yang tepat.
“Wanita memiliki fleksibilitas alami dan kemampuan multitasking yang luar biasa. “Dengan semangat dan pelatihan yang tepat, perempuan dapat memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi lokal dan nasional,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para perempuan agar selalu percaya diri dalam menjalankan usahanya. “Jangan takut mencoba hal baru, jangan takut gagal, dan yang terpenting jangan pernah berhenti bermimpi. “Dengan semangat dan kerja keras, perempuan bisa mencapai apa yang diinginkannya,” harapnya.
Artikel Veronica Tan: Passion dan Ketangguhan Jadi Kunci Berbisnis untuk Perempuan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS Cegah Kekerasan Seksual, Orang Tua dan Sekolah Diminta Lebih Awasi Anak pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Orang tua dan pimpinan sekolah, kepala sekolah, guru dan staf harus lebih memantau anak-anak dalam kegiatan belajar dan belajar karena anak-anak rentan sehingga sering menjadi sasaran pelecehan seksual,” kata Wakil Direktur Departemen Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA . . , Siang. , saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (28 Mei 2024).
Baru-baru ini ada kasus pelecehan seksual terhadap dua anak yang dilakukan oleh seorang guru olahraga di Pariaman, Sumatera Barat. Kasus tersebut kini ditangani kepolisian Paris.
Pelaku ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan kedua korban mendapat layanan dari Unit Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Pariaman. Nahar mengatakan: “Kami sangat prihatin dan mengutuk perilaku kekerasan guru olahraga di Kota Pariaman. Kekerasan terhadap anak merupakan pelanggaran hak anak yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.”
Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Pariaman sedang melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya korban lainnya. Nahar juga mendorong agar proses hukum terhadap pelaku kejahatan harus dilakukan secara cepat dan adil.
KemenPPPA akan mengawal penanganan kasus ini hingga anak korban mendapatkan keadilan yang setimpal. “KemenPPPA akan menindaklanjuti kasus ini hingga tuntas, apalagi korbannya masih anak-anak. Semua anak adalah anak kita dan harus kita jaga dan lindungi bersama-sama,” kata Nahar.
Artikel CIRCLE NEWS Cegah Kekerasan Seksual, Orang Tua dan Sekolah Diminta Lebih Awasi Anak pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS Praktik Kawin Tangkap Mengatasnamakan Budaya Diharap tak Terjadi Lagi di Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>KemenPPPA dengan bangga mengumumkan Kesepakatan Bersama dengan Pimpinan Sumba Tengah untuk menghentikan praktik pernikahan tertutup. “Kesepakatan ini menjadi bukti keseriusan semua pihak mulai dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat, tokoh, tokoh agama, dan masyarakat untuk mengakhiri kawin paksa atas nama budaya,” kata Deputi. Ratna Susianawati dalam siaran persnya, Selasa (14/5/2024).
Upaya perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan semakin diperkuat dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Kekerasan Terhadap Perempuan (CVS). UU TPKS menyebutkan pernikahan merupakan salah satu bentuk kekerasan seksual. Ratna merasa puas, kesepakatan bersama ini merupakan kelanjutan baik dari penandatanganan Kesepahaman pada tahun 2020 antara empat perwakilan negara Sumba.
“Hal ini perlu kita jaga bersama agar setiap orang dapat berpartisipasi dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan, khususnya praktik perkawinan yang masih banyak terjadi,” kata Ratna.
Ratna mendorong pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (UPTD PPA) di negara bagian dan daerah berdasarkan UU TPKS. Dengan dibuatnya UPTD APP diharapkan para korban dapat menerima layanan yang mereka butuhkan secara cepat, tepat dan sukses.
Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani mengatakan pernikahan yang diawali dengan kekerasan akan berdampak buruk pada keluarga. Oleh karena itu, upaya perubahan budaya dan perubahan ideologi yang dicapai di Sumba Tengah patut diapresiasi dan terus didukung oleh semua pihak.
Komnas Perempuan telah melakukan investigasi terhadap perjodohan. Kemudian melalui diskusi akan diberikan rekomendasi umum tentang cara menangani perjodohan dan kawin paksa yang dapat diterapkan kepada pihak berwenang ( LAO) dan pendamping.
“Kami berharap masalah pernikahan tertutup tidak berlanjut di masa depan karena hal ini menimbulkan kerugian khusus bagi perempuan yang menjadi korban pelecehan serta laki-laki yang telah membantu menciptakan rumah dan mempengaruhi kehidupan mereka dalam jangka waktu yang lama,” kata Andy.
Artikel CIRCLE NEWS Praktik Kawin Tangkap Mengatasnamakan Budaya Diharap tak Terjadi Lagi di Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>