Artikel Angka Pernikahan di Indonesia Turun, Apa Penyebabnya? pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Profesor Rose Mini Agos Salim, psikolog Universitas Indonesia, mengatakan banyak faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk menikah, khususnya generasi Z. Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah masalah ekonomi.
Ia mengatakan, bagi Generasi Z, pernikahan bukan lagi sekedar menyambung ikatan cinta, melainkan sebuah langkah besar yang membutuhkan perencanaan keuangan yang matang. Oleh karena itu, generasi muda memilih untuk menunda pernikahan karena sulitnya mendapatkan pekerjaan dan harga kebutuhan pokok yang terus meningkat.
“Banyak anak muda yang melihat kondisi perekonomian negara kita belum stabil dan baik, sehingga mereka beranggapan, sulitnya mereka mendapatkan pekerjaan, atau pekerjaan mereka saat ini tidak menjamin masa depan mereka. Masalah ekonomi ini mempengaruhi pengambilan keputusan. generasi muda untuk tidak segera menikah,” kata Profesor Rose saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (5/11/2024).
Ketika persaingan kerja semakin ketat, banyak generasi Z yang memilih terjun ke dunia wirausaha. Profesor Rose mengatakan bahwa membangun bisnis membutuhkan etos kerja, ketekunan dan kerja keras yang membutuhkan waktu lebih lama. Situasi ini akhirnya menjadi alasan tambahan untuk menunda pernikahan anak muda.
Artikel Angka Pernikahan di Indonesia Turun, Apa Penyebabnya? pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS Beli atau Sewa Rumah, Mana yang Lebih Baik buat Pasutri di Awal Pernikahan? pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pertanyaan ini seringkali membingungkan. Selain itu, kedua opsi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keputusan ini tidak hanya akan mempengaruhi situasi keuangan Anda, tetapi juga kenyamanan dan rencana jangka panjang keluarga Anda.
Berikut beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan keluarga baru saat memutuskan apakah akan membeli atau menyewa rumah.
1. Pahami kebutuhan tipe keluarga Anda.
Langkah pertama yang harus Anda lakukan ketika memutuskan untuk membeli atau menyewa rumah adalah menentukan keluarga seperti apa yang Anda inginkan. Jika pasangan baru berencana untuk memulai sebuah keluarga besar dalam waktu dekat, ada baiknya mempertimbangkan untuk membeli rumah dengan ruang yang cukup.
Sebaliknya, jika Anda masih dalam tahap penyesuaian dan belum memiliki rencana jelas mengenai jumlah anggota keluarga, menyewa rumah bisa menjadi solusi sementara yang lebih fleksibel.
2. Pertimbangkan kemampuan finansial Anda
Memutuskan antara membeli dan menyewa rumah sangat bergantung pada situasi keuangan Anda. Membeli rumah membutuhkan banyak uang untuk uang muka, pembayaran, dan biaya lainnya, seperti biaya notaris dan pajak. Belum lagi biaya awal perawan.
Namun, rumah yang Anda beli bisa menjadi investasi jangka panjang yang nilainya bisa meningkat seiring berjalannya waktu. Sebaliknya, menyewa rumah mungkin tidak memerlukan modal awal yang besar. Namun dalam jangka panjang, biaya sewa dapat menguras anggaran Anda meski Anda bukan pemilik properti tersebut.
Pengantin baru harus mengumpulkan dan merencanakan keluarga mereka. Diskusikan pendapatan, pengeluaran, dan tujuan keuangan Anda secara terbuka. Jadi Anda bisa memutuskan untuk membeli atau menyewa rumah berdasarkan keadaan keuangan Anda.
3. Pahami pro dan kontra membeli versus menyewa rumah.
Membeli atau menyewa rumah, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Berikut kelebihan dan kekurangan membeli rumah:
Kelimpahan:
– Investasi jangka panjang. Membeli rumah merupakan salah satu bentuk investasi yang cenderung meningkat nilainya. Selain itu, pasangan ini tetap memegang kendali penuh atas rumah tersebut untuk renovasi dan penjualan kembali di masa mendatang.
– Stabilitas dan kepastian. Membeli rumah memberikan rasa aman dan stabilitas, terutama bagi tipe keluarga yang mencari rumah jangka panjang.
– Anda bebas mengelola properti Anda. Tidak ada batasan untuk menata atau merenovasi rumah sendiri, sehingga memungkinkan pasangan mendesain rumahnya sesuai keinginan.
Kekurangan:
– Biaya awalnya besar. Membeli rumah membutuhkan uang muka yang besar dan biaya tambahan lainnya.
– Anggaran angsuran. Jika memilih mencicil, pasangan harus melakukan pembayaran bulanan. Hal ini dapat membebani anggaran keluarga Anda, terutama jika situasi keuangan Anda berubah.
– ikuti terus. Anda bertanggung jawab atas semua biaya perbaikan dan pemeliharaan rumah.
Selanjutnya mari kita lihat kelebihan dan kekurangan menyewa rumah.
Kelimpahan:
– Fleksibilitas, menyewa rumah memberi Anda kebebasan bergerak kapan saja. Pilihan ini sangat cocok untuk pasangan yang selalu mencari tempat ideal atau yang memiliki pekerjaan yang sering berpindah-pindah.
– Biaya awal rendah. Penyewaannya tidak memerlukan deposit yang besar. Karena Anda hanya membayar sewa dan deposit, hal ini tidak membebani keuangan Anda secara langsung.
– Tidak ada biaya pemeliharaan. Biaya perbaikan atau pemeliharaan biasanya ditanggung oleh pemilik.
Kekurangan:
– Tidak ada investasi. Menyewa rumah tidak memberikan nilai investasi jangka panjang. Sewa yang Anda bayarkan setiap bulan hanya akan hilang jika Anda tidak menyerahkan properti itu.
– Terikat kontrak. Penyewa harus mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pemilik dan tidak boleh merombak atau mengubah interior sesuai keinginannya.
– Kenaikan sewa. Biaya sewa dapat meningkat seiring waktu dan mempengaruhi anggaran rumah tangga Anda.
Setelah Anda mengetahui ketiga hal tersebut, Anda bisa memutuskan pasangan mana yang terbaik untuk Anda, apakah Anda akan membeli atau menyewa rumah sebelum menikah. Jika Anda dan pasangan memutuskan untuk membeli rumah, Anda bisa menggunakan KPR BRI.
KPR BRI memberikan kemudahan bagi pengantin baru untuk memiliki rumah. Untuk mencari rumah, Anda bisa menggunakan lamanhomespot.id. Di halaman ini, Anda dapat mencari rumah di berbagai kota, memilih tipe dan kisaran budget sesuai keinginan Anda. Selain itu, Anda juga bisa melakukan simulasi KPR dan mengajukan KPR BRI.
Jadi tunggu apa lagi? Kini Saatnya Bangun Rumah Pertama Anda dengan KPR BRI.
Artikel CIRCLE NEWS Beli atau Sewa Rumah, Mana yang Lebih Baik buat Pasutri di Awal Pernikahan? pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Tips Pilih Wedding Organizer yang Tepat Agar Terhindar dari Penipuan Seperti di Bekasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Namun, tidak semua wedding planner bisa dipercaya. Sebenarnya mereka adalah wedding planner abal-abal yang mengelabui korbannya dengan menjanjikan harga palsu. Baru-baru ini penipuan WO palsu terjadi di Bekasi.
Selasa (10/8/2024), 56 calon pengantin asal Bekasi hingga Yabudtabek melapor ke Polres Metro Bekasi bahwa pemilik Bisnis Harmony Wedding adalah penipu. Para korban melaporkan bahwa meskipun mereka telah membayar sejumlah uang untuk upacara pernikahan, mereka tidak dapat menghubungi atau kehilangan kontak dengan WTO. Korban mengaku menggunakan jasa Harmony WO karena tergiur dengan berbagai promosi seperti diskon dan bonus pembayaran mobil Mercedes.
Saat mempertimbangkan hal ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih WO. Memilih BS yang tepat dan andal adalah hal yang penting. Menurut pakar pernikahan Sophie Darling dilansir dari laman Wedding Dress, berikut beberapa tips menghindari penipuan WO.
1. Selalu lakukan riset sebelum memilih WO
Sophie menyarankan calon pengantin untuk memeriksa berbagai iklan baris atau iklan yang menawarkan layanan atau kebutuhan pernikahan berbeda, termasuk perencana pernikahan. Menurut Sophie, di era digital saat ini, para penipu sangat mudah memikat korbannya dengan menyebarkan iklan, promosi, dan komentar di media sosial.
2. Jangan tergiur dengan harga murah
Diskon atau promosi seringkali menarik calon pengantin, kata Sophie. Namun, menurut Sophie, calon pengantin juga harus mewaspadai vendor yang menawarkan harga di bawah pasar, termasuk wedding planner.
“Industri pernikahan seringkali menawarkan diskon. Ini normal. “Tetapi jika dia menawarkan harga di bawah rata-rata, dia harus curiga,” kata Sophie.
3. Pastikan Anda memiliki kontrak tertulis
Semua vendor, termasuk WO tepercaya, harus menggunakan kontrak tertulis. Jadi berhati-hatilah jika ada yang tidak bersedia menuliskan syaratnya. Bahkan ketika bekerja dengan vendor yang sah, bacalah detail kemitraan.
4. Cerdas dalam membayar
Jarang terdengar wedding planner mencuri uang calon pengantin sebelum hari besar. Mengantisipasi hal tersebut, Sophie berpesan kepada calon pengantin untuk memperhatikan biaya vendor. Untuk memastikannya, mintalah penjual untuk mengkonfirmasi pembayaran Anda dan memastikan sudah dibayar.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Tips Pilih Wedding Organizer yang Tepat Agar Terhindar dari Penipuan Seperti di Bekasi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS Praktik Kawin Tangkap Mengatasnamakan Budaya Diharap tak Terjadi Lagi di Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>KemenPPPA dengan bangga mengumumkan Kesepakatan Bersama dengan Pimpinan Sumba Tengah untuk menghentikan praktik pernikahan tertutup. “Kesepakatan ini menjadi bukti keseriusan semua pihak mulai dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat, tokoh, tokoh agama, dan masyarakat untuk mengakhiri kawin paksa atas nama budaya,” kata Deputi. Ratna Susianawati dalam siaran persnya, Selasa (14/5/2024).
Upaya perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan semakin diperkuat dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Kekerasan Terhadap Perempuan (CVS). UU TPKS menyebutkan pernikahan merupakan salah satu bentuk kekerasan seksual. Ratna merasa puas, kesepakatan bersama ini merupakan kelanjutan baik dari penandatanganan Kesepahaman pada tahun 2020 antara empat perwakilan negara Sumba.
“Hal ini perlu kita jaga bersama agar setiap orang dapat berpartisipasi dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan, khususnya praktik perkawinan yang masih banyak terjadi,” kata Ratna.
Ratna mendorong pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (UPTD PPA) di negara bagian dan daerah berdasarkan UU TPKS. Dengan dibuatnya UPTD APP diharapkan para korban dapat menerima layanan yang mereka butuhkan secara cepat, tepat dan sukses.
Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani mengatakan pernikahan yang diawali dengan kekerasan akan berdampak buruk pada keluarga. Oleh karena itu, upaya perubahan budaya dan perubahan ideologi yang dicapai di Sumba Tengah patut diapresiasi dan terus didukung oleh semua pihak.
Komnas Perempuan telah melakukan investigasi terhadap perjodohan. Kemudian melalui diskusi akan diberikan rekomendasi umum tentang cara menangani perjodohan dan kawin paksa yang dapat diterapkan kepada pihak berwenang ( LAO) dan pendamping.
“Kami berharap masalah pernikahan tertutup tidak berlanjut di masa depan karena hal ini menimbulkan kerugian khusus bagi perempuan yang menjadi korban pelecehan serta laki-laki yang telah membantu menciptakan rumah dan mempengaruhi kehidupan mereka dalam jangka waktu yang lama,” kata Andy.
Artikel CIRCLE NEWS Praktik Kawin Tangkap Mengatasnamakan Budaya Diharap tak Terjadi Lagi di Indonesia pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>