Artikel Peternak Yakini Perpres Bisa Lindungi Produksi Susu Nasional pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Menyikapi hal tersebut, pemerintah bergerak cepat dengan berencana mengeluarkan Keputusan Presiden (Prepress) yang mewajibkan industri susu menyerap produk peternak lokal.
Seperti diketahui, volume impor susu Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor susu meningkat 7,07 persen pada Januari-Oktober 2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap nasib petani lokal yang produknya kesulitan bersaing dengan produk impor.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah berkomitmen terhadap konservasi spesies asli. “Regulasinya akan kita ubah, Perpres yang ada saat ini akan kita ubah, konsekuensi dari ras lokal adalah tanggung jawab seluruh industri,” tegas Amran.
Keputusan itu diambil setelah mendengar pendapat para peternak dan industri pengolahan susu. Para peternak berharap dengan adanya perintah presiden ini, industri bisa lebih serius dalam berproduksi.
Salah satu perwakilan peternak, Bio Aji mengatakan, selama ini banyak industri yang menolak susu produksi lokal karena kualitasnya, padahal kualitas susu yang dihasilkan sudah sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
Baio mengatakan, Perpres ini sangat penting bagi kami. “Sampai saat ini kami menyadari bahwa pemerintah kurang memperhatikan hal tersebut. Dengan adanya inpres ini, kami berharap produksi susu dalam negeri dapat ditingkatkan dan swasembada susu dapat tercapai.”
Artikel Peternak Yakini Perpres Bisa Lindungi Produksi Susu Nasional pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Peternak Apresiasi Langkah Pemerintah Perketat Impor Susu, Fokus pada Produksi Lokal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kami sudah meminta koordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mengutamakan produksi dalam negeri. “Kalau belum cukup, impor,” kata Zulhas usai peresmian Pasar Natar, Lampung Selatan, Jumat (15/11/2024), demikian keterangan tertulis.
Zulkhas menegaskan, hanya industri yang bisa mengimpor susu yang bisa mengimpor susu dari peternakan lokal. Zulkhas mengingatkan agar hal serupa tidak terjadi lagi seperti di Boyolali.
Sebelumnya diketahui Kementerian Pertanian mengusulkan Keputusan Presiden (Perpres) yang mewajibkan industri pengolahan susu menyerap produksi susu dari peternak lokal. Rencana Perpres tersebut direspon sangat baik oleh para peternak lokal dan berharap Presiden Prabowo segera menandatanganinya.
Peternak sapi perah setempat, Bayu Aji Khandayanto Zulkifli mengapresiasi langkah Hassan dalam memperketat impor susu.
“Saya kira pengetatan impor ini akan menjadi angin segar bagi para penggembala di desa, ini bentuk harga pemerintah bagi kami para petani di desa,” kata Bayu.
Bayu juga mengatakan, hal ini merupakan bukti dukungan pemerintah terhadap peternak sapi perah dan pengutamaan industri susu lokal.
“Kami berharap pengetatan impor susu ini segera dilakukan sebagai solusi jangka pendek hingga Pak Prabowo Subianto menandatangani piagam presiden,” pungkas Bayu.
Sebagai tambahan informasi, sebelumnya pada Sabtu (9/11/2020), para produsen susu menggelar aksi demonstrasi di Tumpa Susu, Boyolali, Jawa Tengah dengan aksi simbolis mandi susu. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pembatasan pemberlakuan kuota susu pada pabrik atau industri pengolahan susu (DMI).
Para peternak terdampak pun melakukan aksi dengan membuang 50.000 liter atau 50 ton susu ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winong di Boyolali. Kemudian para penggembala di Pasuruan membuang 500.000 liter susu sapi karena kalah bersaing dengan susu impor.
Artikel Peternak Apresiasi Langkah Pemerintah Perketat Impor Susu, Fokus pada Produksi Lokal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Dukung Serapan Dalam Negeri, Menko Zulhas: Impor Susu Kita Perketat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Hal ini diutarakan Zulhas menanggapi perselisihan yang terjadi beberapa hari lalu, yakni peternak kehilangan ribuan liter susu di Boyolali karena barangnya tidak masuk ke pabrik.
“Kami minta berdiskusi dengan Kementerian Perdagangan untuk memprioritaskan layanan dalam negeri. Kalau kurang, kirimkan saja,” kata Zulhas dalam keterangan yang disetujui Kementerian Koordinator usai pembukaan pasar Natar di Lampung Selatan. Pangan, dilansir Sabtu (16/11/2024).
Ia secara khusus meminta agar susu yang dihasilkan peternak lokal bisa diserap susu impor.
“Saat ini kami sedang bernegosiasi dengan Kementerian Perdagangan. Tidak semuanya akan diaktifkan (diterapkan) nanti. Mereka yang mampu membeli susu dari luar negeri adalah para pelaku industri yang mulai menyerap susu produksi peternak lokal agar kejadian di Boyolali tidak terulang kembali,” tegas Zulhas.
Zulhas pun menegaskan pembelaannya terkait persoalan kualitas susu dalam negeri yang disinyalir kekurangan pasokan. Ia juga meminta perusahaan memberikan panduan bagaimana meningkatkan kualitas.
“Kalau soal perilakunya kurang baik, peternaknya bisa disuruh ya,” ujarnya.
Menko Pangan meresmikan Pasar Natar pada Jumat (15/11/2024). Zulhas berharap setelah dibangun kembali, tempat tersebut dapat membantu dunia usaha dan perekonomian masyarakat yang tinggal di Lampung Selatan.
Ia juga menjelaskan, proyek kebangkitan pasar Natar selesai dalam waktu satu tahun. Ia berharap pasar yang mampu menampung 779 pedagang ini dapat membantu dunia usaha dan perekonomian masyarakat yang tinggal di Lampung Selatan.
“Alhamdulillah dibangun, (berfungsi) siang malam. Dalam kurun waktu kurang dari setahun, alhamdulillah menerima 779 pengusaha. “Kami yakin, ini bisa membantu masyarakat Lampung Selatan untuk bisa berbisnis, berekonomi, bertani dan lain-lain,” kata Zulhas.
“Kami juga berterima kasih kepada Departemen Pelayanan Kemanusiaan dan Departemen Perdagangan atas kerja kerasnya,” lanjutnya.
Luas Pasar Natar 6.462 meter persegi, lantai dasar 3.735 meter persegi, dan lantai 2 3.104 meter persegi. Luas bangunan 6.839 meter persegi, jumlah pedagang 800 unit, jumlah tangga 496 unit, jumlah toko 18 unit, dan jumlah kios kecil 286 unit.
Artikel Dukung Serapan Dalam Negeri, Menko Zulhas: Impor Susu Kita Perketat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>