Artikel BI Tegaskan Dolar AS Cukup, Pasar Diminta Tetap Tenang pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Kalau bicara nilai tukar, bulan November ini pengaruh dunia luar biasa. Namun, rumahnya masih bagus. Perusahaan masih menjual dalam dolar AS dan kami masih melakukannya dengan baik. Sertifikat Devisa Bank Indonesia (SVBI) mencatatkan peningkatan yang signifikan,” kata Destry dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (20/11/2024).
SVBI, alat yang digunakan untuk mengcover simpanan valuta asing di Bank Indonesia, menunjukkan tren positif. Pada bulan Oktober, uang yang disimpan di SVBI tercatat sebesar 3 miliar dolar, dan pada bulan November ini meningkat menjadi 3,4 miliar dolar. Hal ini menunjukkan dolar AS masih stabil.
Destry juga mengatakan Bank Indonesia masih memiliki cadangan devisa yang besar yakni sebesar 151 miliar dolar AS, sehingga memberikan rasa aman dan stabilitas perekonomian dalam negeri. Kami berharap situasi ini hanya sementara. Bank Indonesia tetap berada di pasar untuk memberikan kepercayaan kepada pasar, tambahnya.
Meski ada tekanan terhadap rupiah, Destry menilai permasalahan ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Tren global mungkin mempengaruhi pasar, namun hal ini tidak mengubah kepercayaan Bank Indonesia terhadap perekonomian India. Ia juga menyoroti respon positif yang diterima pemerintah terhadap penerbitan Sukuk Global senilai US$2,75 miliar baru-baru ini.
“Respon positif terhadap sukuk internasional ini menunjukkan bahwa asing masih memiliki kepercayaan terhadap Indonesia. Hal ini juga akan memberikan kepercayaan terhadap perekonomian kita dan nilai tukar rupiah,” kata Destry.
Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan, meski melemah 0,84 persen pada November 2024, namun masih terkendali jika dibandingkan dengan penurunan nilai mata uang nasional lainnya seperti Dolar Taiwan, Peso Filipina, dan Won Korea. Penurunan nilai tukar rupiah diperparah dengan penguatan dolar AS di seluruh dunia dan alokasi dana investor yang kembali ke AS pasca pemilu di sana. Namun, meski ada tekanan terhadap rupiah, BI bersedia mengambil kebijakan moneter yang adil dan jujur untuk menjaga laju inflasi.
Artikel BI Tegaskan Dolar AS Cukup, Pasar Diminta Tetap Tenang pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel LPEM UI: BI Perlu Pertahankan Suku Bunga Sebesar 6 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Dengan kondisi inflasi yang relatif terkendali dan tren depresiasi rupiah yang terjadi saat ini, sebaiknya Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan sebesar 6 persen pada November ini,” kata Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefki di Jakarta, Rabu (20/11/2024). .
Riefki mengatakan, bulan November menunjukkan kondisi perekonomian dipengaruhi oleh kombinasi faktor domestik dan global. Dari dalam negeri, inflasi masih berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia, meskipun masih terdapat tren deflasi pada beberapa komponen.
Dinamika perdagangan terus menunjukkan ketahanannya, meski terjadi penurunan surplus. Pada bulan Oktober 2024, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar $2,48 miliar, turun 23,22 persen secara bulanan dan tahunan, dibandingkan surplus sebesar $3,23 miliar pada bulan September 2024. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 28,53 persen. Pada bulan Oktober 2023, surplus sebesar $3,47 miliar sepanjang tahun.
Meski mengalami penurunan, surplus ini menandai surplus perdagangan Indonesia selama 54 bulan berturut-turut. Pada Oktober 2024, baik impor maupun ekspor mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi, namun pertumbuhan impor yang lebih tajam menyebabkan surplus perdagangan menyempit.
Secara global, ketidakpastian akibat pemilu AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik telah memberikan tekanan pada aliran masuk modal sehingga mempengaruhi stabilitas rupee.
Mengingat depresiasi nilai tukar rupiah baru-baru ini dan tidak adanya risiko inflasi jangka pendek, Riefki berpendapat bahwa Bank Indonesia harus mempertahankan BI rate pada angka 6 persen untuk memastikan bahwa penyesuaian di masa depan bersifat strategis dan tepat waktu untuk menjaga stabilitas harga.
Antara pertengahan Oktober dan pertengahan November 2024, Indonesia mengalami arus masuk modal bersih sebesar $1,46 miliar, yang mana $0,58 miliar berasal dari pasar obligasi dan $0,88 miliar dari pasar ekuitas.
“Aliran ini terutama disebabkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan meningkatnya ketidakpastian mengenai pemilihan presiden AS,” ujarnya.
Menjelang hasil pemilu, investor mengambil sikap hati-hati dan mengalihkan portofolionya ke aset-aset safe-haven. Setelah hasil pemilu, seiring dengan janji Presiden terpilih Donald Trump mengenai kebijakan yang pro-bisnis, banyak investor memindahkan aset mereka keluar dari pasar negara berkembang.
Akibatnya, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Indonesia meningkat, dengan imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun sebesar 6,94 persen dari 6,73 persen dan obligasi pemerintah bertenor satu tahun sebesar 6,34 persen dari 6,20 persen. dalam periode yang sama.
Antara pertengahan Oktober hingga pertengahan November 2024, aliran modal masuk menyebabkan rupiah terdepresiasi sebesar 1,38 persen per bulan, melemah dari Rp15.555 per dolar AS pada pertengahan Oktober menjadi Rp15.770 per dolar AS pada pertengahan November.
Hingga saat ini, nilai tukar rupiah berkinerja buruk terhadap mata uang lainnya, dan menunjukkan ketahanan yang relatif terhadap rubel Rusia, lira Turki, real Brasil, dan peso Argentina. Per 15 November 2024, rupee sudah terdepresiasi 3,26 persen secara year-to-date.
Artikel LPEM UI: BI Perlu Pertahankan Suku Bunga Sebesar 6 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Mirae Asset: Ekonomi RI Tetap Stabil di Tengah Sentimen Kemenangan Trump pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Hal ini akan berdampak signifikan terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah di Indonesia yang meliputi kebijakan moneter dan kebijakan ekonomi serta kebijakan perdagangan internasional.
Namun perekonomian Indonesia menunjukkan stabilitas dan ketahanan meskipun suku bunga tinggi, kata Darma dalam konferensi pers, Selasa (12/11/2024).
Ia mengatakan, daya beli masyarakat Indonesia yang berkelanjutan merupakan salah satu aset utama perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, jika exitnya lambat maka pasar Indonesia akan diuntungkan.
Dari sisi komoditas, Darma mengatakan pasar komoditas di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan peluang pada kuartal IV 2024. Ia memperkirakan harga komoditas ke depan akan lebih berubah dibandingkan sebelumnya karena sangat bergantung pada opini negara.
Menurutnya, para pedagang pasar dapat memanfaatkan volatilitas yang tinggi ini untuk melakukan perdagangan kecil-kecilan dengan harga tinggi dan saham perusahaan yang bisnisnya terkait dengan saham.
Ia mencatat, anjloknya harga global berdampak langsung pada sektor energi dan logam dasar, terutama harga minyak mentah dan beberapa bahan kimia.
“Beberapa sektor baja, seperti logam dasar yang digunakan dalam industri kelistrikan dan otomotif, terus mengalami pertumbuhan yang stabil seiring dengan kuatnya permintaan industri,” jelas Darma.
Secara khusus, harga minyak mentah berfluktuasi akibat ketidakpastian pasar global dan kebijakan ekonomi AS, yang diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan harga energi.
Ia memperkirakan harga minyak masih berada dalam tekanan hingga akhir tahun sehingga berdampak pada pendapatan sektor energi dalam negeri. Di sisi lain, logam dasar seperti nikel dan tembaga terus menunjukkan kekuatan yang baik, terutama karena perannya dalam produksi baterai kendaraan listrik di Asia Tenggara.
Artikel Mirae Asset: Ekonomi RI Tetap Stabil di Tengah Sentimen Kemenangan Trump pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel KPR BRI Property Expo Goes to Sinarmas Land: Miliki Hunian Idaman dengan Penawaran Menarik pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pengunjung dapat memanfaatkan penawaran khusus suku bunga KPR mulai 1,29% untuk tahun pertama. Tak hanya itu, BRI juga menggandeng Sinarmas Land menghadirkan 24 proyek terbaik yang ditampilkan pada acara tersebut antara lain Eonna, Asatti, Tanakayu, Blizfield, Teravia, New Alesha, Tresor, Enchante, Asanna dan masih banyak lagi, dengan harga mulai dari Rp. 1,3 miliar.
Chief Customer Officer BRI Khandayani mengatakan, program ini merupakan upaya BRI dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan rumah idaman: “Kami berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan industri real estate melalui program-program inovatif seperti KPR BRI Properti. Pameran. Bersama Sinarmas Land, kami membantu masyarakat memiliki rumah yang tidak hanya terjangkau, namun juga ramah lingkungan. “Program ini sejalan dengan visi BRI untuk mendorong pembiayaan yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya. dikatakan.
BRI juga membantu masyarakat dari kota lain yang ingin berinvestasi properti di Sinarmas Land melalui platform KPR digital Homespot.id. Acara ini diharapkan dapat menarik banyak pengunjung untuk mendongkrak kredit properti BRI.
Sebagai bentuk dukungan komprehensif, BRI juga menawarkan anak perusahaan seperti BRLife, BRIFinance, Brins dan BRI Danareksa yang menawarkan beragam produk premium.
Salah satu penawaran menarik dari BRIFinance adalah pembiayaan BYD EV dengan bunga 2,75 persen per tahun ditambah tambahan voucher bensin Rp1 juta untuk pembelian selama acara berlangsung.
Pengunjung acara ini juga berkesempatan memenangkan hadiah utama menarik antara lain smartphone Samsung terbaru, perhiasan, voucher belanja, tabungan dan masih banyak hadiah menarik lainnya.
Inisiatif “KPR BRI Property Expo Goes to Sinarmas” tidak hanya menawarkan beragam promosi menarik, namun juga mendukung kampanye peningkatan perumahan ramah lingkungan dan efisiensi energi, sejalan dengan misi BRI untuk mempromosikan konsep green real estate.
Artikel KPR BRI Property Expo Goes to Sinarmas Land: Miliki Hunian Idaman dengan Penawaran Menarik pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR NEWS BI: Ruang Penurunan BI-Rate Bergantung Prospek Inflasi dan Nilai Tukar pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Masih ada ruang untuk penurunan suku bunga. “Berapa, tanggal berapa, kita lihat prospek inflasi dan pertumbuhan ekonominya,” kata Perry dalam konferensi pers hasil rapat interim Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV tahun 2024 di Gedung Bank Indonesia. , Jakarta, Jumat (18/10/2024).
BI tidak menurunkan BI rate pada bulan ini karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap nilai tukar.
BI saat ini mempertahankan BI rate sebesar 6 persen, suku bunga deposito sebesar 5,25 persen, dan suku bunga pinjaman sebesar 6,75 persen.
Oleh karena itu, kebijakan moneter jangka pendek difokuskan pada stabilitas nilai tukar rupee akibat meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global.
BI terus memperkuat serangkaian responsnya, termasuk kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Memperhatikan dinamika global serta perlunya kerja sama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, maka sikap atau arah kebijakan moneter mulai seimbang antara menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Penguatan strategi operasi moneter yang pro pasar untuk menarik aliran masuk modal asing secara berkelanjutan guna meningkatkan stabilisasi nilai tukar rupee dan efektifitas transmisi kebijakan moneter dicapai dengan menjaga struktur suku bunga pasar uang rupee untuk menarik return portofolio inflow asing pada aset keuangan dalam negeri .
Selain itu, BI juga mengoptimalkan Surat Berharga Bank Indonesia Rupiah (SRBI), Surat Berharga Asing Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Bank Indonesia Valas Asing (SUVBI).
BI juga memperkuat strategi forward repo dan swap valuta asing yang kompetitif serta memperkuat perannya sebagai dealer utama (PD) untuk lebih meningkatkan jumlah transaksi SRBI di pasar sekunder dan transaksi repo (repo) antar pelaku pasar.
Artikel JAHANGIR NEWS BI: Ruang Penurunan BI-Rate Bergantung Prospek Inflasi dan Nilai Tukar pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Keputusan BI Pertahankan Suku Bunga 6 Persen Dinilai Tepat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Keputusan RDG BI yang menetapkan BI rate sebesar 6% pada hari ini, Rabu (16/10/2024) merupakan keputusan yang bijaksana, wajar, terukur dan hati-hati dengan tujuan utama menjaga stabilitas nilai tukar rupee. Sinyal kuat pertumbuhan adalah ketidakpastian global,” kata analis ekonomi Ryan Crianto, Rabu (16/10/2024).
Ryan mengatakan setidaknya sinyal itu terlihat pada indeks dolar AS yang berada di atas angka 100 (sekitar 103) dan tekanan terhadap mata uang emerging Asia, termasuk Rupee, dalam beberapa pekan terakhir.
“Mempertahankan BI rate akan mencegah atau mencegah pelemahan rupiah lebih lanjut di masa depan, namun The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan November dan Desember 2024,” imbuhnya. dikatakan.
Ryan mengatakan BI telah bertindak hati-hati dan taktis, menjaga kebijakan moneter tidak berubah dan menjaga stabilitas, sehingga perekonomian dapat bergerak melalui kebijakan makroprudensial untuk terus mendorong pertumbuhan.
Bauran kebijakan BI diharapkan didukung oleh sistem pembayaran yang semakin efisien dan relevan dengan sektor riil dan industri perbankan, sehingga penyampaian bauran kebijakan tersebut tetap memberikan manfaat bagi pasar dan dunia usaha. “Dengan demikian, respons sektor keuangan dan dunia usaha untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif tetap optimis dan ekspansif,” ujarnya.
Diketahui, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga acuan (BI Rate) dari level saat ini sebesar 6,00%. Hal tersebut disampaikan Gubernur BI Perry Vargio pada rapat Dewan Direksi (RDG) Oktober 2024, Rabu (16/10/2024).
Berdasarkan pembahasan RDG pada 15-16 Oktober 2024, kami memutuskan untuk mempertahankan BI rate pada 6,00%, ujarnya. Begitu pula dengan suku bunga deposito yang tetap sebesar 5,25% dan suku bunga pinjaman sebesar 6,75%. dikatakan. Perry pada konferensi pers RDG di Gedung BI, Rabu (16/10/2024).
Artikel JAHANGIR CIRCLE Keputusan BI Pertahankan Suku Bunga 6 Persen Dinilai Tepat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 6,00 Persen untuk Stabilitas Ekonomi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Berdasarkan hasil pembahasan RDG pada 15-16 Oktober 2024, kami memutuskan untuk mempertahankan suku bunga BI pada level 6,00%. Demikian pula suku bunga fasilitas simpanan dipertahankan pada 5,25% dan suku bunga pinjaman dipertahankan. dipertahankan di 6,75%,” kata Perry, Rabu (16 Oktober 2024) dalam konferensi pers RDG yang digelar di Kompleks BI.
Perry menyatakan keputusan ini konsisten dengan kebijakan moneter dan bertujuan untuk mengendalikan inflasi antara tahun 2024 hingga 2025 menjadi 2,5±1 persen dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ia menambahkan, fokus kebijakan jangka pendek adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupee di tengah ketidakpastian pasar global.
Perry juga menegaskan BI akan terus memantau lokasi penurunan suku bunga dengan tetap fokus pada prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Ia mengatakan kebijakan makroprudensial akan tetap mendukung bidang-bidang prioritas seperti usaha kecil, menengah, mikro dan ekonomi hijau, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.
Untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan, BI merekomendasikan beberapa langkah. Pertama, memperkuat layanan moneter dengan mempertahankan produk-produk menarik di pasar uang rupiah untuk menarik aliran modal asing dan mengoptimalkan surat berharga yang diterbitkan Bank Indonesia. ,
Kedua, menstabilkan nilai tukar dengan melakukan intervensi di pasar valuta asing dan transaksi keamanan nasional. Ketiga, kebijakan makroprudensial memperkuat insentif likuiditas, mendorong kredit bagi sektor korporasi yang menciptakan lapangan kerja, dan mempertahankan tingkat penyangga modal yang sesuai. Keempat, digitalisasi pembayaran dan penerapan kebijakan QRIS 0% pada transaksi pedagang kecil dan mikro untuk mendukung daya beli masyarakat.
“Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk mencapai stabilitas makroekonomi melalui program pengendalian inflasi pangan di berbagai bidang dan koordinasi kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas dan merangsang pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
,
Artikel JAHANGIR CIRCLE BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 6,00 Persen untuk Stabilitas Ekonomi pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Gubernur BI Sampaikan Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Triwulan IV 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Investasi tetap kuat, terutama seiring dengan selesainya berbagai investasi Proyek Strategis Nasional (PSN). Konsumsi, terutama oleh rumah tangga kelas menengah atas, juga tetap tinggi.” kata Perry dalam jumpa pers RDG di Kompleks BI, Rabu (16/10/2024).
Perry menambahkan, meski terjadi perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas, ekspor di luar migas tumbuh positif. Dari sisi sektor usaha, pertumbuhan ditopang oleh sektor industri pengolahan, konstruksi, serta perdagangan besar dan eceran.
“Secara lokal, indikator perekonomian di seluruh wilayah tetap terjaga. Pada kuartal keempat tahun 2024, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan didorong oleh peningkatan investasi, konsumsi rumah tangga yang lebih baik, dan belanja pemerintah yang lebih tinggi di akhir tahun.” katanya.
Perry memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berkisar antara 4,7 dan 5,5 persen pada tahun 2024, dan diharapkan dapat meningkat pada tahun 2025. Berbagai upaya harus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan baik dari sisi permintaan maupun penawaran.
“Bauran kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi akan kami perkuat dengan koordinasi yang erat dengan kebijakan stimulus fiskal pemerintah,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kebijakan reformasi struktural untuk mendorong sektor ekonomi yang menyerap tenaga kerja. Upaya tersebut didukung dengan optimalisasi insentif kebijakan makroprudensial dan percepatan digitalisasi transaksi pembayaran yang dilaksanakan BI.
Namun, Perry memperingatkan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global, khususnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan konvergensi kebijakan moneter di negara-negara maju. “Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat menjadi 3,2 persen pada tahun 2024, dengan tren inflasi global yang cenderung lebih rendah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perkembangan ini memerlukan kehati-hatian dalam membentuk respons kebijakan untuk memitigasi dampak limpahan global. Hal ini termasuk mendorong masuknya modal asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Artikel JAHANGIR CIRCLE Gubernur BI Sampaikan Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Triwulan IV 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS BI Rate Ditahan, Ekonom: Keputusan Tepat, Terukur, dan Antisipatif pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Hal ini juga diharapkan dengan pertimbangan utama untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah semakin kuatnya tanda-tanda ketidakpastian global, kata Ryan kepada Republika.co.id di Batavia, Rabu (16/10/2024).
Ryan mencontohkan, sinyal tersebut terlihat dari indeks dolar AS yang berada di atas ambang batas 100, sekitar 103, dan tekanan terhadap mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah, dalam beberapa pekan terakhir. Ryan memperkirakan dengan memegang suku bunga acuan BI akan mencegah atau memoderasi posisi rupee agar tidak melemah lebih lanjut.
“Namun kita mengetahui bahwa H rate akan meningkat masing-masing sebesar 25 bps pada pertemuan bulan November dan Desember,” kata Ryan.
Ryan mengatakan BI mengambil langkah prudent dan strategis serta tidak mengubah sikap terhadap keuangan yang masih stabil. Hal ini memungkinkan perekonomian untuk bergerak melalui kebijakan makroekonomi yang mendukung pertumbuhan.
“Strategi bauran BI yang didukung sistem pembayaran yang lebih efisien diharapkan dapat beradaptasi baik pada sektor real estate maupun perbankan,” lanjut Ryan.
Ryan berharap transmisi bauran kebijakan ini pro pasar dan pro bisnis. Jadi, pendapat Ryan terhadap BI meyakini BI akan mendapat respon positif dari sebagian besar pihak
“Pelaku industri keuangan dan dunia usaha akan terus menjadi yang terbaik dan terluas di dunia demi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif,” kata Ryan.
Artikel CIRCLE NEWS BI Rate Ditahan, Ekonom: Keputusan Tepat, Terukur, dan Antisipatif pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel CIRCLE NEWS LPEM FEB UI Perkirakan Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“BI sebaiknya mempertahankan suku bunga acuan pada 6,00 persen untuk sementara waktu,” kata Riefky dalam keterangannya, Rabu (16/10/2024).
Ia menjelaskan, BI sebaiknya fokus pada peningkatan permintaan agregat, terutama mengingat potensi melemahnya permintaan domestik. Riefky juga mengatakan, tekanan inflasi pada Oktober 2024 kemungkinan besar berasal dari imported inflasi akibat melemahnya rupee.
“Tekanan ini akibat melemahnya rupee sejak awal Oktober,” ujarnya.
Ada sedikit optimisme konsumen pada September 2024. Indeks sentimen Bank Indonesia turun menjadi 123,5 dari 124,4 pada bulan Agustus. Penurunan ini terkait deflasi yang terjadi selama lima bulan terakhir. Meski demikian, Bank Indonesia yakin inflasi akan tetap berada pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.
Pada bulan September 2024, baik The Fed maupun BI akan mulai melakukan pelonggaran kebijakan moneter pada waktu yang hampir bersamaan. Penurunan suku bunga yang dilakukan bank sentral menyebabkan aliran modal asing masuk ke Indonesia mencapai $1,93 miliar, terutama ke pasar obligasi yang mencapai $1,51 miliar. Akibatnya imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun dari 6,62 persen menjadi 6,51 persen, sedangkan dalam setahun turun dari 6,43 persen menjadi 6,08 persen.
Namun, dalam dua pekan terakhir, aliran modal mulai keluar dari pasar keuangan Indonesia. Volatilitas tersebut terlihat dari imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun yang naik menjadi 6,73 persen dan obligasi pemerintah bertenor 1 tahun yang naik menjadi 6,21 persen. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global dan ketidakpastian menjelang pemilu AS.
Rupiah juga turun 1,20 persen secara bulanan, dari sekitar Rp15.300 per dolar AS pada pertengahan September menjadi sekitar Rp15.660 pada minggu kedua bulan Oktober. Pelemahan ini menunjukkan normalisasi nilai rupee setelah sebelumnya naik tajam sebesar 7 persen dalam waktu kurang dari sebulan.
Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia turun untuk pertama kalinya dalam lima bulan menjadi $149,9 miliar pada bulan September, turun dari $150,2 miliar. Meskipun mengalami penurunan, cadangan devisa masih cukup untuk menutupi impor selama 6,6 bulan, yang menunjukkan ketahanan eksternal yang kuat dalam beberapa bulan mendatang.
Meski terdapat tantangan di sisi permintaan dan nilai tukar, stabilnya nilai rupiah dalam sepekan terakhir dan cadangan devisa yang besar memberikan harapan bagi ketahanan perekonomian Indonesia di masa depan.
Artikel CIRCLE NEWS LPEM FEB UI Perkirakan Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>