Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

tarif ppn Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/tarif-ppn/ berita dari seluruh kalangan dunia Tue, 06 May 2025 02:45:10 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://jahangircircle.org/wp-content/uploads/2024/10/cropped-jc-32x32.png tarif ppn Arsip - Jahangir Circle News https://jahangircircle.org/tag/tarif-ppn/ 32 32 PPN Bakal Naik Jadi 12 Persen, Biznet Ungkap Belum Lakukan Penyesuaian Harga https://jahangircircle.org/ppn-bakal-naik-jadi-12-persen-biznet-ungkap-belum-lakukan-penyesuaian-harga/ https://jahangircircle.org/ppn-bakal-naik-jadi-12-persen-biznet-ungkap-belum-lakukan-penyesuaian-harga/#respond Tue, 06 May 2025 02:45:10 +0000 https://jahangircircle.org/ppn-bakal-naik-jadi-12-persen-biznet-ungkap-belum-lakukan-penyesuaian-harga/ Republic.co.id, Jakarta – Biznet, Layanan Internet Trovider dan Infrastruktur Digital, menemukan bahwa perusahaan tidak mengubah harga layanan. Jawaban ini untuk kekhawatiran pelanggan tentang 12 PPN. Manajer pemasaran senior Biznet Adriento Sullistyo mengatakan bahwa keputusan itu dibuat karena perusahaan masih menunggu...

Artikel PPN Bakal Naik Jadi 12 Persen, Biznet Ungkap Belum Lakukan Penyesuaian Harga pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
Republic.co.id, Jakarta – Biznet, Layanan Internet Trovider dan Infrastruktur Digital, menemukan bahwa perusahaan tidak mengubah harga layanan. Jawaban ini untuk kekhawatiran pelanggan tentang 12 PPN.

Manajer pemasaran senior Biznet Adriento Sullistyo mengatakan bahwa keputusan itu dibuat karena perusahaan masih menunggu keamanan ketika kebijakan itu dilaksanakan.

“Kami telah mengubah harga sekarang karena kami melihat bahwa kebijakan PPN 12 persen akan diterapkan oleh kartu Aeon Biznet di Jakarta, Kamis (12.12.2224).

Namun, Biznet berupaya meningkatkan nilai pelanggan dengan menawarkan saham yang menarik. Saham -saham ini diharapkan dapat membantu klien terus berlangganan layanan bisnis yang tidak dibebani dengan multiplikasi harga.

Selain itu, BizNet terus fokus pada peningkatan infrastruktur jaringan tidak hanya di kota -kota besar tetapi juga di daerah kecil. Dengan memperluas jaringan di Sumatra, Kalimantan dan kota -kota lain, Biznet berharap untuk meningkatkan pengalaman pelanggan lebih dari 15 persen pertumbuhan pada akhir tahun ini. Biznet saat ini melayani 3 juta pelanggan, berencana untuk terus memperluas pasar domestik mereka.

Sebelumnya, Menteri Finance Road Sri Mully Indravati menjelaskan bahwa meskipun PPN telah meningkat, hal -hal dasar seperti nasi, daging, ikan, telur, sayuran, susu dan layanan pemerintah akan tetap PPN.

Pemerintah berupaya melindungi kekuatan membeli orang, terutama kelas menengah ke bawah. Peningkatan PPN 12 persen dapat dipilih, terutama untuk barang -barang mewah yang tidak memiliki kelompok pembelian berkapasitas tinggi untuk meningkatkan program pemerintah untuk membiayai program pemerintah.

Sri Moltani menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang adil dan hati -hati untuk mendukung masyarakat dan pembangunan kesejahteraan, serta memastikan kekuatan ekonomi. Pemerintah juga akan mengurangi kebijakan penuh terkait dengan PPN 12 persen untuk penjelasan publik yang lebih rinci dalam waktu dekat.

Artikel PPN Bakal Naik Jadi 12 Persen, Biznet Ungkap Belum Lakukan Penyesuaian Harga pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/ppn-bakal-naik-jadi-12-persen-biznet-ungkap-belum-lakukan-penyesuaian-harga/feed/ 0
Beli Barang Tapi Kena PPN Kelebihan? Pembeli Berhak Minta Pengembalian Pajak https://jahangircircle.org/beli-barang-tapi-kena-ppn-kelebihan-pembeli-berhak-minta-pengembalian-pajak/ https://jahangircircle.org/beli-barang-tapi-kena-ppn-kelebihan-pembeli-berhak-minta-pengembalian-pajak/#respond Fri, 02 May 2025 19:05:20 +0000 https://jahangircircle.org/beli-barang-tapi-kena-ppn-kelebihan-pembeli-berhak-minta-pengembalian-pajak/ Republic.co.id, Jakarta – Pemerintah melalui Pajak Jenderal (DGT) telah mendisiplinkan pada 3 Januari pada 3 Januari. Menurut pernyataan tertulis, undang -undang ini mendorong pengantar dari staf masyarakat dan operator yang membutuhkan waktu untuk memodifikasi sistem manajemen pajak. Salah satu masalah...

Artikel Beli Barang Tapi Kena PPN Kelebihan? Pembeli Berhak Minta Pengembalian Pajak pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
Republic.co.id, Jakarta – Pemerintah melalui Pajak Jenderal (DGT) telah mendisiplinkan pada 3 Januari pada 3 Januari.

Menurut pernyataan tertulis, undang -undang ini mendorong pengantar dari staf masyarakat dan operator yang membutuhkan waktu untuk memodifikasi sistem manajemen pajak. Salah satu masalah terbesar adalah menggunakan tingkat PPN dalam 12 persen yang menimbulkan kekhawatiran terkait dengan kemungkinan kesalahan pemerintah dan dampak aktivitas komersial.

Untuk memberikan waktu perbaikan, pemerintah memperkenalkan tiga bulan transisi, dari Januari hingga 31 Januari hingga 3125.

Sementara musim transisi termasuk persetujuan pajak PPN lulusan, seperti PPN hingga 11 persen atau 12 persen dari harga jual masih dianggap sebagai faktur yang valid. Selain itu, pengusaha tidak akan menghadapi pembatasan pemerintah yang terkait dengan kesalahan ini selama amandemen.

Jika ada banyak pengumpulan PPN, misalnya, 5 persen harus 11 persen atau sekitar 11 persen, pembeli berhak membayar penjual kepada penjual. Penjual, yang merupakan operator pajak (PKP), diharuskan untuk mengganti aplikasi pajak yang telah dikeluarkan sesuai dengan peraturan praktis.

Operator juga menyarankan periode transisi ini untuk melakukan penyesuaian yang signifikan, dan pada akhir musim transisi, semua tarif mungkin kompatibel sesuai dengan kondisi.

Artikel Beli Barang Tapi Kena PPN Kelebihan? Pembeli Berhak Minta Pengembalian Pajak pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/beli-barang-tapi-kena-ppn-kelebihan-pembeli-berhak-minta-pengembalian-pajak/feed/ 0
Kemenkeu Siapkan Kategori Barang yang Kena PPN 12 Persen, Komisi XI: Harus Cermat https://jahangircircle.org/kemenkeu-siapkan-kategori-barang-yang-kena-ppn-12-persen-komisi-xi-harus-cermat/ https://jahangircircle.org/kemenkeu-siapkan-kategori-barang-yang-kena-ppn-12-persen-komisi-xi-harus-cermat/#respond Fri, 02 May 2025 11:45:14 +0000 https://jahangircircle.org/kemenkeu-siapkan-kategori-barang-yang-kena-ppn-12-persen-komisi-xi-harus-cermat/ Recubkan.co.d, Pemimpin Komisi Jakarta untuk Perwakilan XI Mero Koin Menurutnya, ini diperlukan bahwa kekuatan untuk membeli orang, terutama kelas menengah tidak tersinggung. “Interpretasi barang -barang tinggi harus dibuat dengan hati -hati dan tidak pantas untuk memeriksa kelas menengah.” Hanif berkata...

Artikel Kemenkeu Siapkan Kategori Barang yang Kena PPN 12 Persen, Komisi XI: Harus Cermat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
Recubkan.co.d, Pemimpin Komisi Jakarta untuk Perwakilan XI Mero Koin Menurutnya, ini diperlukan bahwa kekuatan untuk membeli orang, terutama kelas menengah tidak tersinggung.

“Interpretasi barang -barang tinggi harus dibuat dengan hati -hati dan tidak pantas untuk memeriksa kelas menengah.” Hanif berkata kepada Jakarta, Senin (12/23/23/224).

Angkatan Laut Lama Indonesia kuno dari Tugas 2014 tahun 2014 hingga 1509 diterima dan pengembalian pajak, saya akan menambahkan keterampilan pajak.

“Yang paling penting adalah kesatuan semua kelompok untuk mengkonfirmasi bahwa intinya berhasil, indah, dan sesuai, pengembangan tanpa melanggar area yang luas,” kata.

Menurutnya, kenaikan harga yang ditambahkan (PPN) hingga 12 persen dalam kombinasi pengumpul pajak (HPP), yang terbukti pada 7 Oktober.

Irisan jaminan tingkat PPN dimotivasi dalam beberapa bagian. PPN Messses diklaim dari 10 persen hingga 11 persen 1 April 2022, dan juga mempersiapkan 12 persen dari kebutuhan masyarakat.

Artikel Kemenkeu Siapkan Kategori Barang yang Kena PPN 12 Persen, Komisi XI: Harus Cermat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/kemenkeu-siapkan-kategori-barang-yang-kena-ppn-12-persen-komisi-xi-harus-cermat/feed/ 0
Ekonom Soroti Insentif Bansos Sebagai Bantalan Kenaikan PPN 12 Persen https://jahangircircle.org/ekonom-soroti-insentif-bansos-sebagai-bantalan-kenaikan-ppn-12-persen/ https://jahangircircle.org/ekonom-soroti-insentif-bansos-sebagai-bantalan-kenaikan-ppn-12-persen/#respond Thu, 28 Nov 2024 11:31:25 +0000 https://jahangircircle.org/ekonom-soroti-insentif-bansos-sebagai-bantalan-kenaikan-ppn-12-persen/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Eksekutif Center for Economic and Legal Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara menanggapi isu terkini Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pertama, pemerintah akan menerapkan PPN sebesar 12 persen mulai awal Januari tahun depan. Hal ini sesuai dengan ketentuan...

Artikel Ekonom Soroti Insentif Bansos Sebagai Bantalan Kenaikan PPN 12 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Eksekutif Center for Economic and Legal Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara menanggapi isu terkini Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pertama, pemerintah akan menerapkan PPN sebesar 12 persen mulai awal Januari tahun depan.

Hal ini sesuai dengan ketentuan UU No. 7 Tahun 2021 tentang Peraturan Harmonisasi Perpajakan (UU HPP). Akhir-akhir ini mungkin saja terjadi penundaan. Demikian pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.

Bhima mengingatkan masyarakat, pemerintah tidak membatalkan atau membatalkan begitu saja. Artinya, tarif PPN sebesar 12 persen akan terus berlaku pada tahun 2025.

Menurut dia, rencana pemerintah untuk memberikan bantuan sosial terlebih dahulu sebagai insentif atau subsidi kepada masyarakat menengah ke bawah masih merupakan kebijakan yang berisiko tinggi.

“Kalau dukungan diberikan, 2-3 bulan kemudian tarif PPN naik menjadi 12 persen, dampaknya terhadap perekonomian akan negatif. Dukungan tersebut hanya bersifat sementara, dan kenaikan tarif PPN sebesar 12 persen akan berdampak jangka panjang,” kata Bhima kepada Republika, Kamis (28/11/2024).

Ia menilai tidak semua kelompok masyarakat yang terdampak kenaikan PPN, khususnya masyarakat menengah, mendapat kompensasi. “Hampir tidak mungkin, jumlah masyarakat kelas menengah yang disebut kelas menengah yang hanya berkeinginan sebanyak 137,5 juta orang. Besaran alokasi dukungan sosialnya juga tidak jelas,” ujarnya.

Sementara itu, jelas Bhima, kenaikan inflasi terjadi bahkan sebelum kebijakan tarif PPN 12 persen berlaku pada Januari 2025. Situasi inflasi sebelum perjanjian atau inflasi sebelum tarif pajak baru. Pra-inflasi adalah akibat dari perilaku beberapa pengecer dan produsen yang mengubah label harga untuk mempertahankan margin keuntungan sebelum tarif PPN baru diterapkan.

Kekhawatiran terhadap pra-inflasi terlihat dari perkiraan kenaikan harga pada akhir tahun 2024 hingga triwulan I tahun 2025, serta laju musim libur Tahun Baru yang tercermin dari penerapan PPN 12 persen. . Inflasi preemptive akan membuat perkiraan inflasi lebih tinggi dibandingkan tahun 2024.

Direktur Kebijakan Publik CELIOS, Media Wahyu Askar pun turut angkat bicara. Menurutnya penundaan itu hanya tiga bulan. Ia menilai hal ini merupakan strategi pemerintah untuk meminimalisir kritik masyarakat.

“Tetapi pada dasarnya hanya mengubah waktu pelaksanaannya saja,” kata Wahyu.

Ia menjelaskan, bantuan sosial hibah yang diberikan sebagai kompensasi di awal penerapan kenaikan tersebut belum bisa sepenuhnya mengimbangi dampak negatif yang muncul terhadap masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah. Kenaikan PPN yang reaktif ini merupakan beban terbesar bagi kelompok rentan, karena sebagian besar pendapatannya dialokasikan untuk konsumsi kebutuhan pokok yang menyebabkan kenaikan harga.

Sebelumnya, Ketua DEN Luhut Pandjaitan mengatakan kenaikan PPN ditunda karena pemerintah berencana memberikan insentif kepada masyarakat terlebih dahulu. Lebih spesifiknya, berupa bantuan sosial kepada masyarakat menengah ke bawah. Kelompok inilah yang paling terkena dampak dari permasalahan ini.

Namun, dukungan sosial yang diberikan bukan berupa bantuan langsung finansial (BLT). Pemerintah ingin memberikan subsidi listrik.

Anggaran bansos ini disiapkan melalui APBN. Nantinya, rencana distribusinya akan segera siap. Dia mengerti ketika kesepakatan pro terjadi.

Kalangan menengah ke bawah dan berbagai elemen lainnya menolaknya. Menurut Luhut, hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mengetahui bagaimana pengendalian kenaikan PPN ini.

Direktur Pengembangan Big Data Institute for Economic Development and Finance (INDEF) Eko Listiyanto merasa perlu mengkritisi hal tersebut. Ia sudah sering menyampaikan pandangannya ke publik. Ia akan terus melakukan hal yang sama jika tidak ada perubahan.

Menurut Eko, saat ini situasi perekonomian sedang melemah. Dia terkejut bahwa pemerintah masih mempertahankan apa yang diputuskannya. Kenaikan PPN berdampak pada banyak orang.

“Ibaratnya turun tangga, dan yang lebih penting, di mana sensitivitas para pengambil kebijakan terhadap keadaan perekonomian,” kata Eko dalam debat yang digagas INDEF bertajuk “Tantangan Kabinet” Tanah: Tingkatkan Daya Beli, Dukung Dunia Usaha. ”, di Jakarta, Kamis (21/11/2024).

Sebagai seorang analis data besar, dia peduli dengan operasi jaringan. Banyak netizen yang menentang rencana kenaikan PPN karena berbagai alasan.

Artikel Ekonom Soroti Insentif Bansos Sebagai Bantalan Kenaikan PPN 12 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/ekonom-soroti-insentif-bansos-sebagai-bantalan-kenaikan-ppn-12-persen/feed/ 0
Sri Mulyani Bakal Naikkan Tarif PPN, Ekonom Usul Lebih Baik Tarik Pajak Orang Kaya https://jahangircircle.org/sri-mulyani-bakal-naikkan-tarif-ppn-ekonom-usul-lebih-baik-tarik-pajak-orang-kaya/ https://jahangircircle.org/sri-mulyani-bakal-naikkan-tarif-ppn-ekonom-usul-lebih-baik-tarik-pajak-orang-kaya/#respond Wed, 27 Nov 2024 08:26:25 +0000 https://jahangircircle.org/sri-mulyani-bakal-naikkan-tarif-ppn-ekonom-usul-lebih-baik-tarik-pajak-orang-kaya/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ekonom Bhima Yudhistira dan Direktur Pusat Ilmu Ekonomi dan Hukum (Celios) menilai sebelum menaikkan PPN (pajak penjualan), lebih baik menambah penghasilan wajib pajak daripada menambah penerimaan negara. pendapatan (tingkat 12 persen).   “Jika ingin menaikkan tarif pajak,...

Artikel Sri Mulyani Bakal Naikkan Tarif PPN, Ekonom Usul Lebih Baik Tarik Pajak Orang Kaya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ekonom Bhima Yudhistira dan Direktur Pusat Ilmu Ekonomi dan Hukum (Celios) menilai sebelum menaikkan PPN (pajak penjualan), lebih baik menambah penghasilan wajib pajak daripada menambah penerimaan negara. pendapatan (tingkat 12 persen).  

“Jika ingin menaikkan tarif pajak, tingkatkan wajib pajak berapa pun biayanya,” kata Bhima di Jakarta, Jumat (15/11/2024).

Menurut dia, pemerintah bisa mulai membahas pajak properti dengan potensi Rp 86 triliun per tahun. Pengecualian terhadap kebijakan PPN 12 persen dapat berupa penerapan pajak penghasilan abnormal (pajak laba inti) dan pajak karbon.

Sebab menurutnya, menaikkan tarif PPN dalam kondisi perekonomian saat ini bukanlah solusi yang tepat untuk meningkatkan penerimaan negara.

Jika persentase pertumbuhan yang terakumulasi dalam empat tahun terakhir adalah 12 persen, maka pertumbuhan tersebut dianggap 20 persen. “Dari 10 persen menjadi 11 persen, lalu menjadi 12 persen, kenaikannya besar yaitu 20 persen,” jelasnya.

Dengan perhitungan tersebut, kenaikan PPN lebih besar dibandingkan kenaikan inflasi tahunan. Akibat dari kenaikan PPN saat ini adalah kenaikan besaran sebesar 12 kali lipat yang dapat meningkatkan harga suatu barang.

Selain itu, kelas menengah yang merupakan kelompok utama penyumbang makan di rumah juga menghadapi berbagai permasalahan, seperti kenaikan harga bahan pangan dan lapangan kerja.

Jika PPN 12 persen diterapkan, daya beli dikhawatirkan menurun. Membeli produk sekunder seperti elektronik, mobil dan kosmetik atau perawatan pribadi bisa jadi lambat, mengingat target PPN perusahaan ini adalah kelas menengah.

Hal ini juga mempunyai dampak lain bagi pemilik bisnis. Perubahan harga akibat kenaikan pajak penjualan dapat berdampak pada omzet mereka yang pada akhirnya berdampak pada penyesuaian kapasitas produksi dan pengurangan jumlah karyawan yang dibutuhkan. Jika keadaan ini terus berlanjut, akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor.

“Sebaiknya pemerintah mempertimbangkan kembali rencana kenaikan besaran PPN sebesar 12 persen, karena mengancam pertumbuhan ekonomi yang berasal dari konsumsi rumah tangga,” kata Bhima.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen pada 1 Januari 2025 akan tetap berjalan sesuai ketentuan undang-undang (UU).

Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah Rekening dan Anggaran Negara (APBN) yang harus tetap menjaga kesehatan sekaligus mampu merespons permasalahan serupa.

Namun dalam pidatonya nanti, Menteri Keuangan (Kemenkeu) bersikap hati-hati dan berusaha memberikan penjelasan yang baik kepada publik.

“Undang-undangnya sudah ada. Kita harus siapkan agar bisa diterapkan (pajak penjualan 12 persen), tapi dengan penjelasan yang baik,” ujarnya.

Artikel Sri Mulyani Bakal Naikkan Tarif PPN, Ekonom Usul Lebih Baik Tarik Pajak Orang Kaya pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/sri-mulyani-bakal-naikkan-tarif-ppn-ekonom-usul-lebih-baik-tarik-pajak-orang-kaya/feed/ 0
Kemenkeu: Pertambahan Tarif PPN 1 Persen Sudah Dibahas Mendalam https://jahangircircle.org/kemenkeu-pertambahan-tarif-ppn-1-persen-sudah-dibahas-mendalam/ https://jahangircircle.org/kemenkeu-pertambahan-tarif-ppn-1-persen-sudah-dibahas-mendalam/#respond Tue, 26 Nov 2024 22:28:37 +0000 https://jahangircircle.org/kemenkeu-pertambahan-tarif-ppn-1-persen-sudah-dibahas-mendalam/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 100 persen memiliki alasan ekonomi dan sosial. Pemerintah akan menaikkan PPN dari 11% menjadi 12% pada tahun 2025. “Secara spesifik, keputusan penetapan tarif PPN 1 persen telah...

Artikel Kemenkeu: Pertambahan Tarif PPN 1 Persen Sudah Dibahas Mendalam pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 100 persen memiliki alasan ekonomi dan sosial. Pemerintah akan menaikkan PPN dari 11% menjadi 12% pada tahun 2025.

“Secara spesifik, keputusan penetapan tarif PPN 1 persen telah melalui pembahasan mendalam antara pemerintah dan DPR, dan tentunya mempertimbangkan berbagai aspek antara lain ekonomi, sosial, dan keuangan,” kata komunikasi tersebut. Kantor Biro Kementerian Keuangan Danny Sargenturo saat berada di Batavia, Kamis (21/10/2024), bisa dihubungi.

Denny menambahkan, dalam perdebatan untuk menetapkan tarif PPN dari 11 persen menjadi 12 persen, termasuk kajian ilmiah yang melibatkan akademisi dan dokter.

Kebijakan ini tertuang dalam Pasal 7 Ayat 1 UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Menteri Keuangan Sri Malani Indravati mengatakan, penyusunan pendapatan negara dilakukan dengan mempertimbangkan situasi berbagai pihak.

Saat itu, pemerintah mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kebutuhan khusus masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

Artinya, ketika kita membuat rencana perpajakan, termasuk LAKE, tidak dilakukan secara asal-asalan, dan seolah-olah kita tidak ada kepastian atau fokus pada sektor lain, seperti kesehatan, kemudian sembako. Termasuk, kata Sri Mullaney. Sempena Rapat Komisi DPR RI ke-11 di Batavia, Rabu (13/11).

Ia mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dijaga agar tetap sehat, sekaligus mampu bekerja dalam merespons berbagai krisis.

“Seperti yang terjadi saat krisis keuangan global dan pandemi, kita menggunakan APBN,” imbuhnya.

Namun nantinya dalam prosesnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan berusaha memberikan penjelasan yang cermat dan baik kepada masyarakat.

Katanya, undang-undangnya sudah ada, perlu dipersiapkan agar bisa dilaksanakan (PPN 12 persen), tapi dengan penjelasan yang baik.

Artikel Kemenkeu: Pertambahan Tarif PPN 1 Persen Sudah Dibahas Mendalam pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/kemenkeu-pertambahan-tarif-ppn-1-persen-sudah-dibahas-mendalam/feed/ 0
Tarif PPN Bakal Naik Tahun Depan, Pemerintah Diminta Prioritaskan Kelompok Rentan https://jahangircircle.org/tarif-ppn-bakal-naik-tahun-depan-pemerintah-diminta-prioritaskan-kelompok-rentan/ https://jahangircircle.org/tarif-ppn-bakal-naik-tahun-depan-pemerintah-diminta-prioritaskan-kelompok-rentan/#respond Tue, 26 Nov 2024 14:14:51 +0000 https://jahangircircle.org/tarif-ppn-bakal-naik-tahun-depan-pemerintah-diminta-prioritaskan-kelompok-rentan/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Rencana pemerintah menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen mulai Januari 2025 diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara untuk mendukung pembangunan. Namun, agar kebijakan tersebut tidak menekan daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan ekonomi,...

Artikel Tarif PPN Bakal Naik Tahun Depan, Pemerintah Diminta Prioritaskan Kelompok Rentan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Rencana pemerintah menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen mulai Januari 2025 diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara untuk mendukung pembangunan. Namun, agar kebijakan tersebut tidak menekan daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan ekonomi, diperlukan langkah-langkah strategis untuk mengurangi dampaknya.

Ekonom Departemen Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas Syafrudin Karimi mengatakan kenaikan PPN merupakan keputusan yang tidak bisa dihindari dalam upaya memperkuat keuangan negara. Namun dampaknya terhadap daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan rendah, harus diminimalisir.

“Pemerintah harus memastikan kebijakan ini tidak terlalu membebani mereka,” ujarnya kepada Republika, Senin, 25 November 2024.

Syafrudin mengusulkan beberapa langkah untuk memaksimalkan dampak kenaikan PPN. Pertama, kenaikannya dilakukan secara bertahap, misalnya 0,5 persen per tahun, untuk memberikan waktu bagi masyarakat dan perekonomian untuk melakukan penyesuaian.

“Pertumbuhan yang lebih lambat akan membantu mengurangi guncangan langsung terhadap konsumsi rumah tangga yang merupakan komponen utama produk domestik bruto (PDB),” jelasnya.

Kedua, mengecualikan barang-barang kebutuhan pokok seperti makanan, obat-obatan, dan kesehatan dari kenaikan pajak pertambahan nilai. Hal ini penting untuk melindungi kelompok masyarakat rentan dan mencegah inflasi yang tidak terkendali.

Ketiga, pemerintah harus memberikan manfaat langsung kepada kelompok berpenghasilan rendah melalui bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dengan demikian, daya beli kelompok tersebut tetap terjaga meski terjadi kenaikan harga produk.

Selain mengandalkan kenaikan pajak pertambahan nilai, pemerintah diharapkan bisa mengoptimalkan peluang pajak lain seperti pajak penghasilan (PPh) dan cukai. Reformasi perpajakan yang fokus pada peningkatan kepatuhan dan transparansi wajib pajak merupakan langkah penting untuk memaksimalkan pendapatan pemerintah tanpa menambah beban masyarakat secara signifikan.

“Digitalisasi sistem perpajakan harus terus digalakkan. “Dengan teknologi yang tepat, pemerintah dapat mengurangi kebocoran dan memastikan kebijakan seperti kenaikan PPN berdampak maksimal terhadap pendapatan negara,” kata Syafrudin.

Syafrudin juga mengingatkan stabilitas makroekonomi, khususnya inflasi dan nilai tukar mata uang mahkota, harus dijaga agar kenaikan pajak pertambahan nilai tidak memberikan dampak negatif yang lebih besar. “Bank Indonesia perlu menyediakan likuiditas, sedangkan pemerintah perlu memastikan kebijakan moneter dan fiskal saling mendukung,” tambahnya.

Lebih lanjut beliau menekankan bahwa kenaikan pajak pertambahan nilai merupakan langkah penting untuk memperkuat pendapatan Pemerintah, namun dampaknya akan dikelola secara hati-hati. Melalui penerapan bertahap, pengecualian terhadap bahan pokok, kompensasi bagi kelompok rentan dan optimalisasi perpajakan lainnya, maka dampak negatif dari kebijakan ini dapat diminimalisir.

“Jika langkah-langkah tersebut dilakukan, maka kenaikan PPN tidak hanya akan meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif,” kata Syafrudin.

Artikel Tarif PPN Bakal Naik Tahun Depan, Pemerintah Diminta Prioritaskan Kelompok Rentan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/tarif-ppn-bakal-naik-tahun-depan-pemerintah-diminta-prioritaskan-kelompok-rentan/feed/ 0
PPN 12 Persen, Ekonom: Kelas Menengah Kian Terhimpit https://jahangircircle.org/ppn-12-persen-ekonom-kelas-menengah-kian-terhimpit/ https://jahangircircle.org/ppn-12-persen-ekonom-kelas-menengah-kian-terhimpit/#respond Tue, 26 Nov 2024 07:44:25 +0000 https://jahangircircle.org/ppn-12-persen-ekonom-kelas-menengah-kian-terhimpit/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Eksekutif Center for Economic Reform (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025 akan berdampak signifikan terhadap daya beli. orang. , khususnya kelas menengah. Faisal memperkirakan kebijakan...

Artikel PPN 12 Persen, Ekonom: Kelas Menengah Kian Terhimpit pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Eksekutif Center for Economic Reform (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025 akan berdampak signifikan terhadap daya beli. orang. , khususnya kelas menengah. Faisal memperkirakan kebijakan tersebut juga dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

“Kenaikan PPN sebenarnya menyasar transaksi barang dan jasa yang terdaftar pada perusahaan sektor formal yang umumnya dilakukan oleh masyarakat kelas menengah dan atas. Namun dampaknya akan lebih parah pada masyarakat kelas menengah,” kata Faisal saat dihubungi Republik. co id di Jakarta, Senin (18/11/2024).

Faisal menilai pertumbuhan tersebut masih bisa ditanggung oleh masyarakat kelas atas, namun tidak demikian halnya dengan masyarakat kelas menengah yang daya belinya menurun signifikan. Menurut Faisal, kelas menengah mempunyai kontribusi besar terhadap konsumsi rumah tangga di Indonesia, mencapai 84 persen, termasuk kelompok calon kelas menengah. 

Oleh karena itu, Faisal menilai kenaikan PPN akan semakin menekan daya beli yang pada akhirnya dapat memperlambat laju konsumsi dalam negeri. Faisal berharap kebijakan kenaikan PPN dapat dievaluasi agar tidak terlalu berdampak negatif terhadap perekonomian, terutama terhadap kelompok masyarakat yang menjadi penggerak utama konsumsi.

“Jika konsumsi melemah maka pertumbuhan ekonomi juga akan melambat. Yang paling tertekan juga adalah kelompok yang memiliki kontribusi terbesar terhadap konsumsi domestik,” lanjut Faisal. 

Faisal juga menegaskan, tekanan terhadap masyarakat kelas menengah bukan hanya dari kenaikan PPN saja, melainkan kombinasi berbagai kebijakan lain, seperti kenaikan pajak lainnya dan rencana kenaikan tarif BPJS Kesehatan. Di sisi lain, kenaikan upah kelas menengah dinilai tidak signifikan, bahkan di beberapa sektor mengalami penurunan. 

“Kondisi ini diperparah karena sektor yang paling banyak menciptakan lapangan kerja justru menghasilkan upah yang cenderung stagnan atau menurun. Kombinasi kebijakan ini dapat semakin membatasi ruang perekonomian kelas menengah,” kata Faisal. 

Artikel PPN 12 Persen, Ekonom: Kelas Menengah Kian Terhimpit pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/ppn-12-persen-ekonom-kelas-menengah-kian-terhimpit/feed/ 0
Legislator Minta Pemerintah Kaji Kenaikan Tarif PPN https://jahangircircle.org/legislator-minta-pemerintah-kaji-kenaikan-tarif-ppn/ https://jahangircircle.org/legislator-minta-pemerintah-kaji-kenaikan-tarif-ppn/#respond Mon, 25 Nov 2024 15:55:46 +0000 https://jahangircircle.org/legislator-minta-pemerintah-kaji-kenaikan-tarif-ppn/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Utama 

Artikel Legislator Minta Pemerintah Kaji Kenaikan Tarif PPN pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Utama 

Artikel Legislator Minta Pemerintah Kaji Kenaikan Tarif PPN pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/legislator-minta-pemerintah-kaji-kenaikan-tarif-ppn/feed/ 0
DPR Minta Tunggu Kepastian dari Prabowo Terkait Kenaikan Tarif PPN Jadi 12 Persen https://jahangircircle.org/dpr-minta-tunggu-kepastian-dari-prabowo-terkait-kenaikan-tarif-ppn-jadi-12-persen/ https://jahangircircle.org/dpr-minta-tunggu-kepastian-dari-prabowo-terkait-kenaikan-tarif-ppn-jadi-12-persen/#respond Sun, 24 Nov 2024 20:38:25 +0000 https://jahangircircle.org/dpr-minta-tunggu-kepastian-dari-prabowo-terkait-kenaikan-tarif-ppn-jadi-12-persen/ REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI Addis Kadir meminta masyarakat menunggu konfirmasi resmi dari Presiden RI Prabowo Subianto terkait penerapan nilai tambah tersebut. pajak (PPN) naik menjadi 12 persen pada Januari 2025. “Belum (mungkin), kita tunggu saja. Tentu kalau...

Artikel DPR Minta Tunggu Kepastian dari Prabowo Terkait Kenaikan Tarif PPN Jadi 12 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI Addis Kadir meminta masyarakat menunggu konfirmasi resmi dari Presiden RI Prabowo Subianto terkait penerapan nilai tambah tersebut. pajak (PPN) naik menjadi 12 persen pada Januari 2025.

“Belum (mungkin), kita tunggu saja. Tentu kalau begitu nanti juga ada pembahasan dengan DPR, kita tunggu saja,” kata Addis di Kompleks Parlemen Senayan. Jakarta, Selasa (19/11/2024).

Ia meminta masyarakat bersabar menunggu Presiden Prabowo kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke sejumlah negara.

“PPN masih dalam pembahasan, masih usulan, tentunya masih dalam pembahasan dan pasti kita tunggu kedatangan Presiden kembali.” Oleh karena itu, kita harus menunggu kembalinya presiden,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat tidak terlalu berspekulasi terhadap wacana kenaikan PPN 12 persen.

“Jangan berasumsi, jangan berasumsi akan ada kenaikan, bagaimanapun caranya,” ujarnya.

Sebab, menurutnya, pemerintah dalam mengambil kebijakan tentu berangkat dari motif-motif tertentu dan diatur sedemikian rupa agar tidak membebani masyarakat.

“Tentu saja, kalau Menteri Keuangan mengajukan usulan ke Presiden, dia punya dasar. Tidak akan menimbulkan masalah bagi masyarakat, kan,” ujarnya

Ia lalu berkata, “Jadi kalaupun ada kenaikan, pasti diselesaikan dengan baik, tapi (pasti) belum menunggu presiden. Jadi kita hanya perlu menunggu dan melihat bagaimana kelanjutannya, dan jika akan ada peningkatan, maka akan terjadi peningkatan.”

Sebelumnya pada Rabu (13/11/2024), Menteri Keuangan Shri Mulyani Indrawati menyampaikan rencana kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen pada 1 Januari 2025. akan tetap dilaksanakan berdasarkan kewenangan UU. . (UU).

Wacana PPN 12 persen tertuang dalam Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (HE) yang dirancang pada tahun 2021.

Artinya, ketika kita mengambil kebijakan di bidang perpajakan, termasuk PPN, tidak dilakukan secara membabi buta dan seolah-olah kita tidak memperhatikan sektor lain seperti kesehatan, itupun termasuk pangan pokok, katanya

Artikel DPR Minta Tunggu Kepastian dari Prabowo Terkait Kenaikan Tarif PPN Jadi 12 Persen pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.

]]>
https://jahangircircle.org/dpr-minta-tunggu-kepastian-dari-prabowo-terkait-kenaikan-tarif-ppn-jadi-12-persen/feed/ 0