Artikel Sosialisasi Manfaat QRIS di Kalangan UMKM Diharap Lebih Maksimal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Harmavati berpendapat, sosialisasi tentang QRIS harus dijelaskan secara detail kepada pelaku UKM. Misalnya saja tentang manfaat penggunaan QRIS bagi merchant dan konsumen. “Diseminasi Edukasi Detail Mengenai QRIS. Selain itu, manfaatnya juga harus terus disosialisasikan kepada konsumen agar penjual dan konsumen mengetahui manfaatnya,” kata Harmavati, Senin (25/11/2024).
Harmavati mengatakan sosialisasi juga perlu melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti perbankan, swasta, pemerintah, dan asosiasi. Penting juga untuk meningkatkan pemahaman mengenai literasi digital agar UKM juga terhindar dari penipuan. “Kita perlu melakukan edukasi terhadap produk itu sendiri. Kita perlu memahami literasi, sehingga edukasi dan literasi perlu ditingkatkan,” kata Harmavati.
Direktur Utama PTTDC Indira mengamini edukasi mengenai digitalisasi transaksi harus dilakukan sebaik-baiknya oleh seluruh pemangku kepentingan. Ia mencontohkan, digitalisasi transaksi membuat semua jenis usaha menjadi lebih transparan dan akurat dalam pencatatan keuangan.
Ia mencontohkan produk aplikasi POSCO Lite milik perusahaannya yang dirancang khusus untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) beralih dari registrasi manual ke sistem digital yang lebih modern dan efisien.
“Berfokus pada kecepatan dan keakuratan pencatatan penjualan, POSKU Lite menawarkan sejumlah fitur canggih untuk mendukung operasional UKM sehari-hari,” kata Indra.
Indra menjelaskan, POSCO Lite dapat diunduh secara gratis di Google Play Store dan pengelolaan akun tunggalnya dapat digunakan atau digunakan oleh banyak pengguna. Sehingga pemilik UKM dapat berbagi pengelolaan akun aplikasi dengan karyawan atau cabang toko yang ada.
“Pemilik UKM bisa memantau seluruh transaksi sesuai keinginannya. “Jadi dia bisa melihat keuntungan atau kebutuhan stok harian, mingguan dan sejenisnya,” ujarnya.
Setiap transaksi akan otomatis menghasilkan invoice, tambah Indira. Struk dapat dicetak menggunakan printer Bluetooth. Tak hanya itu, struk juga dapat dikirimkan ke WhatsApp atau email pelanggan. Selain itu, pengembangan fitur POSCO Lite juga diperbarui secara berkala berdasarkan saran dan kebutuhan pasar.
Berbagai metode pembayaran, QRIS, transfer bank dan tunai. Sedangkan pengembalian dilakukan setiap 24 jam sekali. “Oh iya, kami juga menyediakan fitur diskon di sana,” kata Indira.
Satu hal yang membuat aplikasi POSCO Lite berbeda dari yang lain adalah pemberian label putih/kustomisasi pada aplikasi. Aplikasi Posku Lite dapat dikemas ulang (rebranding) dengan menggunakan nama dan identitas mitra (nama POS, logo dan warna pada tampilan aplikasi).
“Tim kami akan mendaftarkan POSKU Lite versi mitra komunitas di Google Play. Indira menyimpulkan: “Sekali lagi, ini sangat cocok untuk UKM karena membuat transaksi sehari-hari menjadi cepat, akurat, dan merupakan solusi sederhana dan efisien untuk dikelola secara transparan.”
Artikel Sosialisasi Manfaat QRIS di Kalangan UMKM Diharap Lebih Maksimal pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel QRIS Dinilai Bantu Transaksi Lebih Aman, Ekosistem Perlu Diperkuat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Sekretaris Jenderal Inaplas Fajar Budiono mengatakan pihaknya banyak berdiskusi dengan Bank Indonesia, khususnya terkait penggunaan QRIS. Media sosial terus meningkatkan kesadaran masyarakat setempat terhadap penggunaan QRIS.
Apalagi dari segi produk jadi plastik, banyak lapangan pekerjaan yang menggunakan digital. Pekerjaannya besar,” kata Fajar, Rabu (13/11/2024).
Menurut Fajar, olefin, parfum, dan plastik digunakan di pasar komersial. Fajar mengatakan, pemanfaatan toko ini sangat membantu dari segi kenyamanan. “Lebih aman dan efisien. Maka tidak perlu khawatir untuk menukarkan uang,” jelas Fajar.
Fajar mengatakan, penggunaan QRIS juga mencakup pasar tradisional. Saat ini banyak sekali transaksi dari pembeli ke penjual yang menggunakan QRIS. Namun jumlah nilai komersial melalui QRIS terbatas.
Fajar menjelaskan, saat ini QRIS lebih banyak digunakan untuk single digit. Di sisi lain, informasi mengenai penggunaan QRIS harus disosialisasikan kepada masyarakat. Sehingga kedepannya masyarakat tidak lagi mengetahui cara menggunakan QRIS.
Presiden PT TDC Indra setuju untuk memperluas bisnis ke perusahaan. Ia mencontohkan produk aplikasi perusahaannya Posko Lite yang memiliki menu yang dirancang untuk membantu transisi usaha mikro kecil dan kecil (UMKM) dari akses manual ke sistem digital yang baru dan lebih baik.
“Fokus pada kecepatan dan keakuratan pencatatan pembelian. POSKU Lite menawarkan fitur-fitur penting untuk menunjang aktivitas UKM sehari-hari,” kata Indra.
Indra menjelaskan, Posku Lite dapat diunduh secara gratis di Google Play Store dan dapat digunakan serta digunakan oleh banyak pengguna dalam satu akun.
Memungkinkan pemilik UMKM untuk berbagi pengelolaan akun dengan karyawan atau petugas tokonya. “Pemilik UMKM bisa memantau semua aktivitas yang ada di pikirannya. Jadi dia bisa melihat kebutuhan pendapatan atau keuntungan harian, mingguan dan seterusnya,” ujarnya.
Indra telah mengintegrasikan setiap transaksi untuk segera menghasilkan invoice. Makalah dapat dicetak dengan printer Bluetooth. Tak hanya itu, invoice bisa dikirimkan ke WhatsApp atau email pelanggan.
Selain itu, pengembangan fitur Posku Lite terus diperbarui sesuai kebutuhan dan harapan pasar.
“Metode pembayarannya beda-beda, QRIS, transfer uang, dan tunai. Saat ini penarikan dilakukan 24 jam sekali. Ya, kami juga menawarkan opsi diskon di sana,” kata Indra.
Satu hal yang membuat aplikasi Posku Lite berbeda dari yang lain adalah White Label/Kustomisasi Aplikasi. Aplikasi Posku Lite dapat dilakukan rebranding dengan menggunakan nama dan identitas mitra (nama POS, logo dan warna pada tampilan aplikasi).
“Perusahaan kami akan mendaftarkan POSKU Lite versi komunitas di Google Play. Ini merupakan peluang baru bagi UKM karena merupakan solusi sederhana dan efektif untuk mengelola transaksi sehari-hari dengan cepat, lugas, dan jelas,” kata Indra.
Artikel QRIS Dinilai Bantu Transaksi Lebih Aman, Ekosistem Perlu Diperkuat pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Transaksi Digital Dinilai Menghemat Biaya Operasional Perusahaan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Arief Wisnu Cahyono, CEO Perpamsi, menjelaskan, di lingkungan perusahaan air minum, kini banyak pelanggan yang mengandalkan transaksi digital, termasuk QRIS yang memiliki fitur keamanan kuat sehingga membantu mengurangi risiko penipuan dan pencurian data, serta biaya pengelolaan beban minum, manfaat. Pengguna air,” kata Arief di Jakarta.
Menurutnya, transaksi melalui QRIS lebih cepat dibandingkan metode pembayaran tradisional. Namun, penggunaan QRIS masih memerlukan koneksi internet yang stabil, yang masih menjadi tantangan di beberapa wilayah. “QRIS juga harus bersaing dengan berbagai sistem pembayaran yang ada di pasaran saat ini, seperti kartu kredit dan dompet digital lainnya,” jelas Arif.
Di sisi lain, masih banyak konsumen air minum yang masih belum memahami cara kerja QRIS sehingga perlu adanya edukasi lebih lanjut. Meski memiliki fitur keamanan, namun tetap terdapat risiko seperti penyalahgunaan kode QRIS untuk tujuan penipuan sehingga perlu pemantauan dan pengendalian lebih ketat.
Arif mengatakan transaksi digital membawa banyak keuntungan bagi pelanggan PAM karena dapat menyelesaikan transaksi pembayaran tagihan dan membeli layanan lainnya tanpa batasan geografis.
Arief menambahkan, “Hal ini akan membantu PAM memperluas layanan dan meningkatkan penjualan. Transaksi digital juga akan memudahkan PAM dalam mengelola keuangan dengan lebih efisien.”
Dengan transaksi digital, biaya operasional seperti biaya pengiriman dan tenaga kerja dapat ditekan. Hal ini membantu PAM menjadi lebih efisien dan menghemat biaya.
Indra, seorang dokter sekaligus CEO PT TDC, perusahaan keuangan digital, membenarkan efisiensi dan manfaat yang didapat dari digitalisasi dan penggunaan QRIS. Ia menilai salah satu manfaat digitalisasi adalah kemudahan akses terhadap sistem keuangan, pembiayaan, investasi, dan lain-lain.
“Kami memiliki produk Posku Lite yang memiliki fitur Kasirku yang memiliki manfaat untuk mencatat transaksi, keluar masuknya barang atau uang sehingga menjalankan usaha lebih aman dan terpercaya. Sehingga pengusaha bisa memasukkan barang,” ujarnya. dan mengendalikan uang serta mengantisipasi kebutuhan investasi.
Dijelaskannya, dengan menggunakan fitur Kasirku pada aplikasi Posku Lite, pengguna dapat secara fleksibel menerima pembayaran melalui uang tunai, QRIS, dan transfer bank. Sehingga baik pelanggan yang ingin membayar secara tunai maupun yang lebih menyukai transaksi digital dapat dilayani dengan mudah. Ia menambahkan: “Fitur ini memungkinkan pedagang untuk mengubah atau menambahkan informasi mengenai harga produk.
Soal kemudahan pelaporan keuangan (cash flow), Indra mengatakan fungsi Kasirku menyediakan history transaksi penjualan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Data setiap transaksi dicatat dan disimpan secara sistematis, sehingga pengguna dapat dengan mudah meninjau aktivitas penjualannya.
“Proses penarikan selesai dalam waktu 24 jam setelah pembayaran diterima. Dana otomatis terkirim ke rekening yang terdaftar. Aplikasi Posku Lite juga menyediakan layanan QRIS. “Aplikasi ini tidak perlu berbayar untuk diunduh, gratis dan fitur-fiturnya mudah dipelajari,” ujarnya.
Indira mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengembangkan PPOB atau Payment Point Online Bank, yakni sistem pembayaran online dengan menggunakan fasilitas perbankan. Dalam hal ini pembayaran yang diinginkan bisa bermacam-macam, mulai dari PLN, BPJS, PDAM, telepon, pulsa, internet, paket data, asuransi, kartu kredit, multifinance hingga voucher gaming.
“Semakin banyak manfaatnya, semakin mudah dan gratis penggunaannya, masyarakat pasti akan tertarik. Transaksi digital adalah sebuah kebutuhan, mau tidak mau siklus perekonomian Indonesia saat ini,” ujarnya hari demi hari.”
Artikel Transaksi Digital Dinilai Menghemat Biaya Operasional Perusahaan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Penggunaan QRIS Dinilai Bisa Buat Bisnis Lebih Transparan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Pakar AGI Yadi Yusriadi Di kalangan pengusaha gula, transaksi digital mulai marak karena membuat bisnis menjadi lebih transparan. Yadi menjelaskan, transaksi digital merupakan kebutuhan saat ini. Selain itu, dengan berkembangnya transaksi di dunia saat ini, penggunaan sistem pembayaran cashless atau non tunai semakin mudah.
“Di industri gula dimulai dari penjualan gula dan hasil giling tebu oleh petani ke pabrik gula. Seluruh proses transaksinya dilakukan secara digital,” kata Yadi, Senin (11/11/2024).
Misalnya saja menggunakan QRIS.
Sistem ini memungkinkan pembayaran digital lebih cepat dan efisien bagi banyak merchant di seluruh Indonesia. Saat ini, berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem pembayaran digital berupaya menjaga kualitas layanan dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. “Penggunaan QRIS umumnya untuk “pertukaran pembayaran fisik langsung,” ujarnya.
Di industri gula, menurut Yadi, ada “bar code” yang dikenakan oleh pengemudi truk yang memasuki pabrik. Begitu pula dengan truk pengisian solar bersubsidi yang menggunakan QRIS dalam transaksinya.
CEO PT TDC Indra mengamini digitalisasi transaksi membuat bisnis semakin transparan. “Karena sering ada informasi uang masuk dan keluar. Dan dapat dilihat kapan saja sesuai keinginan pengguna. Jadi Anda tidak memikirkan apakah Anda mendapat untung atau tidak. “Semuanya sudah tertulis,” katanya.
Ia mencontohkan aplikasi Posku Lite yang memiliki fitur Kasir. Fitur ini menyediakan riwayat penjualan, harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Data pada setiap transaksi dicatat dan disimpan secara legal, memungkinkan pengguna melacak aktivitas penjualan dengan mudah.
“Proses pengurusan uang selesai paling lambat 24 jam setelah uang diterima. Dana akan otomatis ditransfer ke rekening Anda yang terdaftar.
Di Posku Lite, lanjut Indra, pengguna dapat menerima pembayaran melalui uang tunai, QRIS, dan transfer bank. Oleh karena itu, baik pelanggan yang ingin membayar secara tunai maupun yang menyukai transaksi digital dapat dilayani dengan mudah. Fitur ini memudahkan untuk mengubah atau menambahkan informasi harga jual.
“Pengusaha dapat mengontrol arus barang dan uang serta memprediksi kebutuhan investasi,” lanjutnya.
Indra memaparkan beberapa hal yang perlu diketahui pengusaha saat bekerja sama dengan penyedia layanan keuangan digital. Misalnya, perusahaan keuangan digital harus memiliki ISO 9001:2015 untuk manajemen mutu, ISO 37001:2016 untuk sistem manajemen antikorupsi, dan ISO 27001:2022 untuk sistem keamanan informasi.
“Untuk sistem keamanan informasi ISO, sebuah perusahaan mencakup beberapa langkah seperti menetapkan kebijakan keamanan informasi, merancang dan menerapkan kontrol keamanan yang sesuai, penilaian dan pemantauan risiko. “Perusahaan kami memiliki alat untuk melakukan ini, dan kami adalah anggota dari Indonesia Asosiasi Fintech (AFTECH),” kata Indra.
Artikel Penggunaan QRIS Dinilai Bisa Buat Bisnis Lebih Transparan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel APDI dan PT TDC Sepakat Penting Peningkatan Ekosistem Transaksi Digital pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Sekretaris APDI DKI Jakarta, Mufti Bankit Sanjaya menekankan pentingnya perbaikan ekosistem transaksi digital. Karena saat ini terjadi inflasi harga pangan, tentunya transaksi di pasar tradisional akan mengalami penurunan omzet yang signifikan. Di sisi lain, kata Mufti, para pedagang senang menggunakan QRIS.
Mufti di Jakarta, Selasa (22), mengatakan, “Tentu saja kami sepakat untuk menggunakan QRIS milik pemerintah dalam transformasi transaksi dari tunai ke digital, tapi harus asli pemerintah sendiri. Semoga permintaan itu dipenuhi.” /10/2024).
Selain itu, pemerintah harus melibatkan semua pihak untuk menciptakan ekosistem dan memperlancar sistem transaksi pasar, tambah Mufti.
Keterlibatan ini, lanjutnya, khusus bagi pelaku pasar di pasar tradisional dan UMKM karena banyak pelaku usaha yang menerapkan pembatasan penggunaan transaksi digital. “Saya berharap dengan hadirnya Kementerian yaitu Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kita dapat menyempurnakan sistem transaksi digital dengan berbagai kemudahan yang bermanfaat bagi para pelaku usaha khususnya perdagangan di pasar tradisional.” katanya. mufti
Indra, seorang praktisi dan juga direktur perusahaan keuangan digital PT TDC, menekankan bahwa ekosistem digital harus terus berbenah baik dari segi manusia, bisnis, dan sistem.
Dikatakannya: “Ketiga bagian tersebut merupakan tahapan penting dalam perkembangan ekosistem digital. Oleh karena itu, ketiga bagian tersebut harus saling terhubung, membentuk satu kesatuan yang terhubung dalam satu teknologi. Namun teknologi itu harus sederhana, efektif. dan hemat biaya.” dikatakan
Ia mencontohkan perdagangan daging di pasar. Transaksi jual beli yang tadinya manual kini bisa diubah menjadi transaksi digital. Sistem digital yang tersedia menawarkan fitur-fitur yang membantu memudahkan transaksi.
Ia mencontohkan fitur MyCashier di aplikasi perusahaannya, Posco Lite, yang merupakan fitur utama dalam penjualan. Dengan fitur My Cashier, pengguna dapat dengan mudah menerima pembayaran melalui uang tunai, QRIS, dan transfer bank. Jadi, pelanggan yang ingin membayar tunai atau memilih transaksi digital bisa dilayani dengan mudah.
Ia menambahkan: “Dengan fitur ini, pedagang dapat mengubah atau menambahkan informasi harga produk, misalnya harga daging dinamis harian, informasi diskon, dan pengembalian termasuk jika digunakan secara tunai sehingga mengurangi kesalahan dalam pengembalian.”
Terkait fasilitas pelaporan keuangan (cash flow), Indra mengatakan fitur Kasirco menyediakan riwayat transaksi penjualan, harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Data dari setiap transaksi dicatat dan disimpan secara sistematis, sehingga pengguna dapat dengan mudah meninjau aktivitas penjualan. Ia mengatakan keunggulan sistem POSCO Lite berbasis Android dengan mengutamakan kecepatan dan kenyamanan dari sisi pengguna.
“Poskulite dapat diunduh gratis, transaksi cepat dan akurat kurang dari 1 menit, dan Poskulite menggunakan QRIS dinamis dengan waktu penyelesaian 2 menit. Proses penyelesaian pembayaran selesai dalam waktu maksimal 24 jam setelah pembayaran diterima.” Akan ada dana. otomatis terkirim ke akun yang terdaftar,” ujarnya.
Kini mereka sedang mengembangkan PPOB atau Point of Payment Online Bank, yaitu sistem pembayaran online dengan menggunakan fasilitas perbankan, kata Indra. Dalam hal ini pembayaran yang dimaksud bisa berbeda-beda, mulai dari PLN, BPJS, PDAM, telepon, pulsa, internet, paket data, asuransi, kartu kredit, multifinance, voucher game.
“Semakin besar manfaatnya, semakin mudah dan gratis penggunaannya, masyarakat pasti akan tertarik. Transaksi digital adalah sebuah kebutuhan, mau tidak mau siklus perekonomian Indonesia akan semakin digital,” ujarnya.
Artikel APDI dan PT TDC Sepakat Penting Peningkatan Ekosistem Transaksi Digital pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel Fitur Pembayaran Jadi Daya Tarik UMKM Manfaatkan Transaksi Digital pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Ady Sasmita, Direktur Utama Aspin, mengatakan transaksi digital menjadi solusi dan mempermudah sistem pembayaran. Menurut Ady, anggota Aspin terbantu karena konsumennya adalah generasi muda. “Generasi muda banyak yang punya hewan peliharaan digital,” kata Ady saat dihubungi. Digitalisasi sangat berguna bagi kami.”
Transaksi digital membuat pengusaha tidak perlu mengeluarkan uang receh, kata Ady. Ini juga lebih aman karena mengurangi kemungkinan penipuan. Kemudian para pengusaha bisa lebih mudah melihat arus kas melalui transaksi digital.
Ady menambahkan: “Anda bisa melihat arus kasnya, arus kasnya, dalam perjalanan bisnis, bukan? Ya, melihat arus kas dengan cepat juga sangat mudah.”
Ia mencontohkan, penggunaan QRIS kini semakin populer karena konsumen tidak lagi membutuhkan kartu ATM sebagai alat pembayaran. Pengusaha juga tidak harus menggunakan alat yang rumit.
Ady mengatakan: “QRIS bisa langsung membaca barcode dan selesai. Tidak perlu mengisi kode pin ATM atau menggunakan alat lain. Tren saat ini adalah pemilik hewan peliharaan berusia muda. Mereka lebih suka menggunakan transaksi digital.”
Indra, seorang praktisi dan presiden PT TDC, sebuah perusahaan keuangan digital, membenarkan efektivitas dan manfaat yang dirasakan pengguna QRIS. Misalnya, produk Poskulite yang dimiliki perusahaan menyediakan sistem point of sale (POS).
“Sistem POS seringkali dilengkapi dengan printer resi. “Sistem POS dibangun dengan teknologi untuk membantu akuntansi dan penjualan otomatis untuk efisiensi,” jelasnya.
Ia mengatakan, keunggulan sistem Poskulite adalah berbasis Android, mengedepankan kecepatan dan kenyamanan pengguna. “Poskulite gratis diunduh, transaksi cepat dan akurat kurang dari 1 menit, dan Poskulite menggunakan QRIS dinamis dengan batas waktu 2 menit,” lanjutnya.
Indra juga mengatakan salah satu daya tarik yang ditawarkan sistem pembayaran digital adalah fitur-fitur yang dimilikinya.
Ia kembali mencontohkan, layanan Poskulite Kasirku menjadi ciri utama penjualan. Dengan fitur Kasirku, pengguna dapat secara fleksibel menerima pembayaran baik tunai, QRIS, dan transfer bank. Fitur ini membantu merchant dengan mudah mengubah atau menambahkan informasi harga produk.
Terkait kemudahan pelaporan keuangan (cash flow) yang diungkap APIN saat digitalisasi, Indra pun membenarkan hal tersebut. Layanan Kasirku menyediakan history transaksi penjualan harian, mingguan, bulanan dan tahunan.
Data setiap transaksi dicatat dan disimpan secara sistematis, sehingga pengguna dapat dengan mudah meninjau aktivitas penjualannya.
“Proses pembayaran akan selesai dalam waktu 24 jam setelah pembayaran diterima. “Uang tersebut otomatis masuk ke rekening yang terdaftar,” tegasnya.
Indra mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengerjakan pengembangan PPOB atau Payment Point Online Banking, lebih tepatnya sistem pembayaran online dengan menggunakan fasilitas perbankan. Dalam hal ini pembayaran yang dimaksud bisa bermacam-macam, mulai dari PLN, BPJS, PDAM, telepon, pulsa, internet, paket data, asuransi, kartu kredit, diversifikasi pembiayaan hingga voucher gaming.
“Semakin besar manfaatnya, semakin mudah penggunaannya dan semakin gratis, maka semakin besar kemungkinan masyarakat akan tertarik. “Transaksi digital itu perlu, mau tidak mau siklus perekonomian Indonesia semakin digital,” ujarnya.
Artikel Fitur Pembayaran Jadi Daya Tarik UMKM Manfaatkan Transaksi Digital pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE BI Tegaskan Merchant Dilarang Menolak Uang Tunai pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Sesuai dengan Pasal 21 UU Devisa Nomor 7 Tahun 2011, setiap orang dilarang menolak penerimaan rupiah sebagai alat pembayaran di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.” -tunai itu cara pembayaran yang sah, tapi pada dasarnya masih dalam bentuk rupee,” kata Donny dalam konferensi pers RDG di Kompleks BI, Rabu (16/10/2024).
Ia menekankan pentingnya pedagang untuk terus menerima uang tunai meskipun Bank Indonesia aktif mendorong digitalisasi sistem pembayaran. “Kami terus mendorong para pedagang untuk menerima rupee dalam bentuk fisik. Ini sangat penting,” imbuhnya.
Donny juga menginformasikan, meski sudah beralih ke digitalisasi, Bank Indonesia tetap mencetak uang berkualitas yang tumbuh 6-7%. “Kami berharap seluruh pedagang memahami kewajiban ini dan tetap menerima uang tunai sebagai pilihan pembayaran,” tegasnya.
Dengan semakin meningkatnya adopsi pembayaran digital, terdapat kekhawatiran bahwa sebagian konsumen akan kesulitan berbelanja di tempat yang hanya menerima pembayaran non-tunai. Oleh karena itu, pernyataan Bank Indonesia ini bertujuan untuk melindungi hak konsumen dan menjamin inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Donny juga menekankan bahwa penerimaan uang tunai harus tetap menjadi bagian integral dari sistem pembayaran di Indonesia meskipun teknologi terus berkembang. “Kami berharap para pedagang memahami tanggung jawabnya untuk memberikan pelayanan kepada seluruh konsumen,” harapnya.
Artikel JAHANGIR CIRCLE BI Tegaskan Merchant Dilarang Menolak Uang Tunai pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Pembayaran Digital Bantu Pencatatan Keuangan UMKM pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Pembayaran Digital Bantu Pencatatan Keuangan UMKM pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR CIRCLE Transaksi Perbankan Digital Tumbuh 34,43 Persen di Kuartal III 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Eksekusi transaksi ekonomi dan keuangan digital akan terus meningkat pada triwulan III tahun 2024, didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” kata Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI Oktober 2024. Di Jakarta, Rabu (16/10/2024).
Dari sisi nilai tinggi, transaksi BI-RTGS tumbuh 16 persen year-on-year (Y/Y) mencapai Rp45,252 triliun. Di sisi ritel, volume transaksi BI-FAST meningkat 61,10 persen (year/year) mencapai 924,89 juta transaksi.
Sementara itu, jumlah transaksi uang elektronik (UE) meningkat sebesar 29,11 persen (y/y) mencapai 4.001,11 juta transaksi. Jumlah transaksi pembayaran kartu ATM/D turun 8,59 persen (year/year) menjadi 1.738,53 juta transaksi.
Transaksi kartu kredit meningkat 14,84 persen year-on-year mencapai 116,97 juta transaksi. Transaksi QRIS terus tumbuh pesat sebesar 209,61 persen (YoY), dengan pengguna mencapai 53,3 juta dan merchant mencapai 34,23 juta. Sementara uang beredar (UYD) dari pengelolaan uang rupiah meningkat sebesar 9,96 persen (y/y) menjadi Rp1.057,4 triliun.
Menurut Perry, stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga didukung oleh perbaikan struktur dan infrastruktur yang fleksibel. Dari sisi infrastruktur, kelancaran dan keandalan sistem pembayaran Bank Indonesia (SPBI) tetap terjaga dengan baik.
Dari sisi struktur industri, interkoneksi sistem pembayaran dan perluasan ekosistem ekonomi keuangan digital (DEC) terus tumbuh. Jumlah transaksi pembayaran berdasarkan National Open API Payment Standard (SNAP) juga semakin meningkat seiring dengan meluasnya adopsi SNAP.
Bank Indonesia terus menjaga kecukupan kualitas peredaran uang rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk di wilayah perbatasan, wilayah terluar dan terluar (3T).
Artikel JAHANGIR CIRCLE Transaksi Perbankan Digital Tumbuh 34,43 Persen di Kuartal III 2024 pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>Artikel JAHANGIR NEWS Transaksi Digital Dinilai Tingkatkan Inklusi Keuangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>“Gapkindo melihat dorongan pemerintah untuk memanfaatkan QRIS sebagai langkah positif dalam pengembangan ekonomi digital Indonesia, termasuk industri karet,” kata Erwin di Jakarta, Selasa (14/10/2024).
Erwin menilai perkembangan transaksi digital turut mendorong dan mempermudah proses bisnis industri karet di kancah internasional. Komitmen pemerintah dalam penggunaan QRIS akan membantu meningkatkan inklusi keuangan, khususnya bagi petani karet dan usaha kecil yang mungkin belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam sistem perbankan konvensional.
“Dengan QRIS, petani dan pengusaha dapat menerima pembayaran digital, memudahkan transaksi dan mengurangi ketergantungan pada uang tunai,” lanjutnya.
Menurut Irwin, kemajuan tersebut didorong oleh peningkatan adopsi teknologi, peningkatan akses internet, dan kebijakan pemerintah yang mendukung digitalisasi. “Transaksi digital pada industri karet akan mempermudah proses perdagangan dan komunikasi antara produsen, eksportir, dan konsumen internasional,” kata Erwin.
Sistem pembayaran digital biasanya memiliki lapisan keamanan untuk melindungi dari penipuan dan mengurangi risiko kesalahan manusia. Digitalisasi juga mengurangi kebutuhan dokumen fisik dan biaya administrasi lainnya, sehingga mengurangi biaya operasional.
Di sisi lain, menurut Irwin, transaksi digital di industri karet bisa lebih maksimal. Misalnya, akses internet yang adil dan jaringan yang andal sangat penting untuk mendukung transaksi digital, terutama di daerah penghasil karet yang infrastrukturnya masih terbatas. “Meskipun transaksi digital menawarkan banyak manfaat, keamanan siber harus terus ditingkatkan untuk melindungi data sensitif dan informasi komersial,” kata Erwin.
Gapkindo kemudian juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi pelaku industri, khususnya petani dan pengusaha kecil, mengenai penggunaan teknologi digital yang efektif dan aman, yang masih perlu diperkuat.
“Kebijakan dan regulasi yang jelas dalam mendukung transaksi digital harus diperkuat untuk memastikan kejelasan hukum dan perlindungan bagi seluruh peserta,” tambah Erwin.
CEO Trans Digital Cemerlang (TDC) Indra Gapkindo mengamini pernyataan QRIS u tentang kemudahan penggunaan QRIS secara internasional. “QRIS Cross Border merupakan sebuah inovasi yang memungkinkan pengguna melakukan pembayaran di luar negeri tanpa perlu menukarkan uang tunai,” ujarnya.
QRIS Cross Border dapat digunakan di berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Brunei Darussalam, Jepang dan Korea Selatan.
Indra juga sepakat bahwa QRIS akan membantu UKM dan pedagang kecil menjadi cash-less. Namun kemudahan pengunduhan, penggunaan, dan fitur yang disediakan sangat menonjolkan apakah pemilik usaha kecil akan menggunakan aplikasi tersebut atau tidak.
“Seperti aplikasi Poskulite kami, gratis diunduh, transaksi cepat dan akurat kurang dari satu menit, serta menggunakan QRIS dinamis dengan latensi 2 menit yang berguna untuk mengantisipasi aktivitas penipuan,” ujarnya.
Indra mengatakan, kelebihan aplikasi ini juga terletak pada fitur-fiturnya. Fitur harus mampu menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan menambah informasi mengenai harga produk. Fitur ini menjadi lebih menarik ketika data setiap transaksi dicatat dan disimpan secara sistematis, sehingga memungkinkan pengguna untuk meninjau aktivitasnya secara harian, mingguan, bulanan, atau tahunan.
Aplikasi Poskulite juga memproses pembayaran tunai yang dilakukan maksimal 24 jam setelah pembayaran diterima. Dana otomatis terkirim ke rekening yang terdaftar. “Kami juga menyediakan layanan pelanggan 24 jam. Kesimpulannya, setiap orang perlu memberikan kemudahan bagi pengguna dalam menggunakan aplikasi yang menjadi prioritas semua negara jika ingin memaksimalkan digitalisasi keuangan di Indonesia, tutupnya.
Artikel JAHANGIR NEWS Transaksi Digital Dinilai Tingkatkan Inklusi Keuangan pertama kali tampil pada Jahangir Circle News.
]]>