Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Kakinada Institute of Engineering and Technology

Projects | LJR28 Realty

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

Viral Siswa Dipaksa Menggonggong, Contoh Buruk Ortu tak Beri Kesempatan Anak 'Belajar' - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Kesehatan

Viral Siswa Dipaksa Menggonggong, Contoh Buruk Ortu tak Beri Kesempatan Anak ‘Belajar’

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kasandra A Putranto, psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, menyarankan untuk memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mencoba menyelesaikan permasalahannya. Pendidikan ini penting bagi anak untuk melatih ketahanan dan tanggung jawab.

Read More : Manfaat Olahraga Yoga Untuk Kesehatan Fisik Dan Pikiran

Cassandra mengatakan, belajar menghadapi perlakuan dari orang lain merupakan bagian dari tahapan membangun ketahanan dalam proses tumbuh kembang anak. Menurutnya, anak bisa belajar membedakan yang baik dan yang buruk, melindungi diri, dan menghindari pengaruh buruk ketika menghadapi pelecehan dari orang lain.

“Kemampuan ini harus ada sejak kecil, secara sistematis, sehingga anak bisa membedakan mana yang baik dan buruk serta terhindar dari pengaruh buruk tersebut,” ujarnya, Selasa (11/12/2024).

Cassandra mengatakan, orang tua yang membiarkan anaknya menyelesaikan perbedaannya bukanlah tindakan yang lalai. Orang tua seperti itu justru mendidik anaknya untuk belajar kapan harus bersikap dan melindungi diri.

Di sini, kata Cassandra, orang tua bisa melihat langsung seberapa besar masalah atau perjuangan yang dihadapi anaknya. Apabila menurut penilaian anak, permasalahan dan konflik masih dapat diatasi sendiri, maka orang tua cukup mengamati saja tanpa turun tangan langsung untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Read More : Hadiri Munas PP Perbasi, Erick Thohir Minta Sejarah yang Dibuat Danny Kosasih Dilanjutkan

Menurut Kassandra, orang tua bisa membantu atau menerima jika ada masalah atau konflik yang bisa membahayakan anak. Hanya jika ada ancaman terhadap anak, masa depan anak, dan ketika ada ancaman terhadap keselamatan dan anak tidak bisa mengatasinya sendiri, ujarnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *