Live score

sekolah ternak

puskesmas sumberrejo

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

ormastoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

benihtoto

dagelan4d

benihtoto

advanced building ltd

7 brenovation

whatsapp marketing yusoftware

Projects | LJR28 Realty

dagelan4d

Featured Trips & Itineraries - Gulliver Trips

Import & Export of premium Beverages

limonuk

Alert Care Ltd

Professional Service for Your Assets

Best Drop and Scratch Protection

The Best Valentine’s Gifts 2026

Комплексные поставки промышленного сырья

Барс - Каталог прицепов

ZBM Collections

IT SOLUTIONS & SERVICES

TEKNAS

ormastoto

venus beauty spa

near to me

Rapid Oilfield Services

Physio Rehabilitation

KeyZone

Best Healthy Meal Plans Provider in Dubai

pomeri

Superior cuts

dagelan4d

dagelan4d

TryIt

fly premi air

Goldtrust Insurance

Jardin de Fleurs 13894 22

my running coach

araamu hotels

atrimoniales El Santuario

truth turtle

Công Thức Gia Đình

six cent press

IADOWR GIS

dagelan4d

dagelan4d

HorecaInsider.nl

patrimoniales El Santuario

Vidhani Bauunternehmen

ani motor

ani cars

concept house digital

un tech digital

Shera Car Rental

iadowr teams

Professional Back-end and Front-end Development Services

Trang Chủ - Khánh Ly Shop

Website học Laravel chất lượng cho lập trình viên

Suavis Technology

dagelan4d

dagelan4d

dagelan4d

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah

nonton bola

rebahan21

nonton bola

almuqlms.com

asnadres.com

bashairworks.com

Hampir 97 Persen Anak Usia 5-19 Tahun tak Cukup Makan Sayur dan Buah - Jahangir Circle News

Jahangir Circle News

berita dari seluruh kalangan dunia

Kesehatan

Hampir 97 Persen Anak Usia 5-19 Tahun tak Cukup Makan Sayur dan Buah

Republika.co.id, Jakarta – Ahli gizi klinis Dr. Tirta Pravita Sari, hampir 97 persen anak usia 5-19 tahun kurang mengonsumsi sayur dan buah. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko obesitas dan masalah kesehatan lainnya.

Tirta mengatakan pola makan yang buruk dapat menyebabkan peradangan pada tubuh yang dikaitkan dengan risiko kesehatan jangka panjang. Penting untuk mengontrol kualitas makanan yang dikonsumsi anak.

Banyak anak yang kurang mendapatkan asupan buah dan sayur, padahal asupan tersebut sangat penting bagi kesehatan. Data menunjukkan hampir 100 persen anak tidak mengonsumsi jumlah yang disarankan.

“Partisipasi keluarga dan lingkungan sangat penting dalam pembentukan kebiasaan makan sehat.” “Pendidikan tentang makanan yang baik sebaiknya dimulai sejak usia muda,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa (12/11/2024).

Selain itu, ia mengatakan konsumsi minuman manis yang berlebihan pada anak dianggap sebagai masalah serius yang berujung pada obesitas. Menurutnya, tingginya konsumsi minuman manis ini dibarengi dengan kurangnya aktivitas fisik pada anak.

Oleh karena itu, masyarakat harus selalu membaca fakta gizi produk pangan mulai dari sekarang agar terhindar dari konsumsi gula berlebih, kata Dr Tirta.

Menurut dr Tirta, minuman manis yang murah kerap menarik perhatian anak-anak. Strategi pemasaran yang agresif juga mempengaruhi pilihan pengeluaran mereka sehari-hari.

Situasi ini diperparah dengan masih lemahnya kebijakan pemerintah terhadap obesitas. “Negara-negara lain tersebut telah menerapkan intervensi yang lebih efektif untuk mengurangi konsumsi gula di kalangan anak-anak,” kata Dr Tirta.

Dalam kehidupan sehari-hari, obesitas seringkali tidak dianggap sebagai penyakit, dan kurangnya dokter spesialis di bidang ini membuat pengobatannya sulit. Pendidikan minimal dan sikap masyarakat mempengaruhi cara penanganan obesitas.

“Keterbatasan jumlah tenaga kesehatan yang fokus pada obesitas membuat permasalahan kesehatan lain seperti diabetes tidak dapat ditangani dalam waktu yang bersamaan. Hal ini membuat kondisi pasien obesitas semakin parah,” jelas Dr Tirta.

Meskipun obesitas sendiri merupakan suatu diagnosis dan masalah kesehatan yang serius, namun seringkali hal ini tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan karena dianggap sebagai masalah kosmetik. Permasalahan yang dihadapi pasien obesitas adalah ketika mereka berobat ke dokter untuk konsultasi atau berobat dengan hati nuraninya sendiri, pihak asuransi kesehatan, bahkan BPJS Kesehatan, tidak mau menanggung biayanya.

“Asuransi kesehatan hanya akan menanggung obesitas jika mengakibatkan penyakit lain yang lebih serius, misalnya penyakit katastropik. Penyakit yang tidak bisa diobati tanpa mengobati obesitas,” ujarnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *